Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

BMKG Sebut November-Desember Masa Rawan Siklon Tropis

Media Indonesia
23/12/2025 22:49
BMKG Sebut November-Desember Masa Rawan Siklon Tropis
ilustrasi(ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan adanya periode tumpang tindih pada bulan November dan Desember yang menjadi masa rawan terbentuknya siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia.

Deputi Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan, periode tersebut merupakan fase peralihan musim siklon antara belahan Bumi utara dan belahan Bumi selatan. Siklon tropis di belahan Bumi utara umumnya terbentuk pada Juni hingga Desember, sementara di belahan Bumi selatan terjadi pada November hingga April.

“Belahan Bumi selatan itu adalah di November-Desember hingga April, jadi ada overlapping di dua bulan November dan Desember, begitulah. Jadi tidak bisa diprediksi sampai musiman ataupun bahkan tahunan kemudian periodisasi sendiri,” kata Guswamto dalam konferensi pers Climate Outlook 2026 di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (23/12).

Guswanto menegaskan, siklon tropis berbeda dengan fenomena iklim musiman karena tidak dapat diprediksi dalam jangka panjang. Fenomena ini hanya bisa diperkirakan dalam rentang waktu pendek.

Ia memaparkan bahwa siklon tropis memiliki siklus hidup relatif singkat, yakni kurang dari 10 hari, dan umumnya baru dapat diprediksi sekitar tiga hari hingga satu pekan sebelum terbentuk.

Meski demikian, BMKG tetap mampu mendeteksi potensi siklon sejak tahap awal, mulai dari munculnya daerah bertekanan rendah, berkembang menjadi bibit siklon tropis, hingga menjadi siklon tropis. Informasi tersebut kemudian disosialisasikan kepada masyarakat melalui peringatan dini.

Salah satu contohnya adalah Siklon Tropis Senyar yang berasal dari Bibit Siklon Tropis 95B. Bibit siklon tersebut berkembang sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh, tepatnya di Selat Malaka. Dampaknya, wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengalami hujan intens setiap hari yang memicu banjir bandang dan tanah longsor dengan kerusakan signifikan di sejumlah daerah pada 25 November.

Selain itu, tim meteorologi BMKG juga mendeteksi Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia yang berpotensi memicu gelombang laut tinggi hingga empat meter di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada periode 23-26 Desember 2025.

"Sejak pertumbuhannya bisa dideteksi, misalkan mulai dari low pressure area, kemudian menjadi bibit siklon tropis dan berkembang menjadi siklon tropis itu bisa diketahui," kata Guswanto.

Ia pun merekomendasikan masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode rawan tersebut serta terus memantau informasi dan peringatan dini cuaca melalui kanal resmi BMKG.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya