Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Dampak banjir dan longsor yang melanda Desa Lama Baru, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, masih dirasakan warga hingga kini. Aktivitas ekonomi terganggu, pasokan listrik belum sepenuhnya pulih, dan keterbatasan air bersih menjadi persoalan utama dalam fase pemulihan pascabencana.
Dalam situasi tersebut, dukungan dari berbagai pihak menjadi faktor penting untuk membantu masyarakat bangkit. Melalui Program Tanggap Bencana Sektor Kehutanan, Forum Komunikasi Masyarakat Perhutanan Indonesia (FKMPI) kembali menyalurkan bantuan kepada warga Desa Lama Baru pada Minggu (21/12). Penyaluran ini merupakan tahap kedua, setelah sebelumnya bantuan tahap pertama disalurkan di Desa Babo, Aceh Tamiang, pada Sabtu (20/12)
Penyaluran bantuan dilakukan oleh FKMPI yang merupakan forum kolaboratif lintas asosiasi sektor kehutanan. Bantuan diserahkan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Soewarso dan diterima langsung oleh Kepala Desa Lama Baru, Kursi Ginting. Kegiatan ini melibatkan pengurus Komisariat Daerah APHI Sumatra Utara dan Aceh, serta didampingi perwakilan bidang humas dan kerja sama.
Bantuan yang diberikan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga pascabencana, meliputi genset berkapasitas 3.000 watt untuk mendukung listrik darurat, paket sembako, selimut, karpet, kelambu, pakaian dalam, serta perlengkapan khusus perempuan. Seluruh bantuan disiapkan berdasarkan koordinasi dengan pengurus daerah dan mempertimbangkan kebutuhan kelompok rentan di lapangan.
Penyaluran tahap kedua ini melengkapi respons awal yang sebelumnya telah dilakukan oleh sejumlah anggota APHI di wilayah Sumatra, termasuk penyaluran bahan pangan serta pengerahan alat berat untuk membuka akses, membersihkan material longsor, dan mendukung penanganan darurat di titik-titik terdampak.
"Kehadiran sektor kehutanan di wilayah terdampak bencana tidak hanya bersifat sementara. Ini tanggung jawab sosial yang tidak terpisahkan dari pengelolaan sumber daya alam. Kehadiran di tengah masyarakat pascabencana menjadi wujud keberpihakan terhadap komunitas yang hidup berdampingan dengan kawasan hutan," ujar Soewarso.
Kepala Desa Lama Baru, Kursi Ginting, menyampaikan bahwa banjir dan longsor membawa dampak besar bagi kehidupan warga. Banyak keluarga harus beradaptasi dengan keterbatasan, terutama terkait listrik dan air bersih. Ia menilai bantuan yang diberikan langsung menyasar kebutuhan mendesak masyarakat sekaligus memberi dukungan moral bagi warga.
Perwakilan Komisariat Daerah APHI Sumatera Utara dan Aceh, Sukirdi, menekankan pentingnya peran pengurus daerah dalam memastikan bantuan yang disalurkan sesuai dengan kondisi lapangan. Menurutnya, setiap wilayah terdampak memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga koordinasi dengan pengurus pusat menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran.
“Setiap lokasi terdampak memiliki kebutuhan yang berbeda. Tugas kami berkomunikasi dengan pengurus pusat agar paket bantuan yang disalurkan benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelas Sukirdi.
Program tanggap bencana ini juga melibatkan mahasiswa kehutanan dari Sylva Indonesia dan International Forestry Student Association (IFSA) Indonesia. Para relawan mahasiswa turut membantu distribusi bantuan di lapangan sebagai bagian dari pengabdian sosial sekaligus pembelajaran tentang aspek kemanusiaan dalam sektor kehutanan.
Perwakilan mahasiswa menyatakan bahwa keterlibatan generasi muda dalam aksi tanggap bencana memperkuat solidaritas lintas pemangku kepentingan dan menumbuhkan kepedulian terhadap dampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatra.
Melalui penyaluran bantuan tahap kedua ini, FKMPI menegaskan bahwa Program Tanggap Bencana Sektor Kehutanan dijalankan secara bertahap dan berkelanjutan. Kehadiran di Desa Lama Baru diharapkan dapat memperkuat ketahanan sosial masyarakat serta membangun kolaborasi jangka panjang antara sektor kehutanan, pemerintah desa, pengurus daerah, dan generasi muda dalam menghadapi bencana di masa mendatang. (E-3)
Pasalnya sudah hampir tiga bulan usai bencana banjir dan tanah longsor terjadi di Sumatra, sekolah-sekolah di lokasi itu masih harus belajar berlantai terpal plastik di tenda darurat.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
HARAPAN baru mulai tumbuh di tengah warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian memperingatkan pemda di Sumatra Utara agar tidak menyelewengkan dana penanganan bencana.
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
BADAN Rescue Nasional Demokrasi (NasDem) Sumatera Barat menargetkan pembentukan pengurus Badan Rescue NasDem Daerah (BRND) tingkat kota, kabupaten dan kecamatan yang ada di Sumbar.
BANJIR dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir 2025 meninggalkan dampak berkepanjangan bagi masyarakat setempat.
Gerakan ini merupakan sinergi lintas sektor yang melibatkan musisi lintas generasi, komunitas, serta dukungan penuh dari pemerintah dan sektor swasta.
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
DUA bulan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 27 November 2025, sebanyak 40 warga di Sumatra Utara masih dinyatakan hilang.
LAILATUL BARA'AH atau yang akrab disebut Malam Nisfu Syakban di Provinsi Aceh dirayakan dengan penuh khidmat.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved