Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kemenag Salurkan Bantuan Logistik ke Daerah Terisolir di Aceh Tamiang

Ficky Ramadhan
21/12/2025 18:37
Kemenag Salurkan Bantuan Logistik ke Daerah Terisolir di Aceh Tamiang
Warga antre untuk mengambil makan pagi di dapur umum bencana hidrometeorologi, Desa Raya Dagang, Peusangan, Bireuen, Aceh(ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) bersama relawan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) terus berupaya menyalurkan bantuan hingga ke wilayah-wilayah terisolir akibat banjir di Aceh. Salah satu daerah yang berhasil dijangkau adalah Lubuk Siduk, Kabupaten Aceh Tamiang.

Lubuk Siduk menjadi salah satu wilayah paling terdampak dan terisolir akibat banjir. Kondisi desa tersebut sangat memprihatinkan karena sebagian besar infrastruktur rusak diterjang banjir. Saat ini, hanya satu bangunan yang masih berdiri kokoh, yakni Masjid Lubuk Siduk, yang sekaligus difungsikan sebagai posko pengungsian warga.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Bimas Islam Kemenag, Waryono Abdul Ghafur mengatakan bahwa tim membutuhkan perjalanan panjang untuk bisa mencapai wilayah tersebut.

"Setelah perjalanan panjang, tim bisa menembus Lubuk Siduk, satu desa yang infrastrukturnya rusak dan tinggal satu masjid. Ini adalah daerah paling terisolir dan baru beberapa hari lalu bisa ditembus," kata Waryono di Aceh Tamiang, Minggu (21/12).

Setibanya di lokasi, Kemenag bersama Baznas dan LAZ langsung menyerahkan berbagai bantuan darurat sesuai kebutuhan warga. Bantuan tersebut mencakup genset beserta bahan bakar untuk pembangkit listrik, mobil pembawa air bersih, toren air, peralatan masak, popok bayi, serta berbagai kebutuhan dapur lainnya.

"Kami datang, mendengarkan penjelasan kepala desa/Datuk dan menyerahkan bantuan, berupa genset atau pembangkit listrik dengan bahan bakarnya, mobil pembawa air bersih untuk kebutuhan warga, toren air, peralatan masak, popok bayi, serta keperluan dapur dan lainnya," ujarnya.

Selain bantuan untuk warga, tim juga menyalurkan bantuan khusus bagi Masjid Besar Al Huda yang menjadi pusat pengungsian. Bantuan tersebut meliputi karpet, sajadah, serta kebutuhan sehari-hari bagi para pengungsi.

Waryono menambahkan, dalam waktu dekat warga masih membutuhkan bantuan lanjutan, terutama peralatan untuk membersihkan rumah-rumah yang terendam lumpur namun tidak hanyut terbawa banjir.

"Dalam waktu dekat, diperlukan bantuan peralatan untuk membersihkan rumah warga yang terendam lumpur dan tidak hanyut terbawa banjir," jelasnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Baznas yang telah membuka Dapur Umum Tanggap Bencana di Aceh Tamiang untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para pengungsi.

"Alhamdulillah, saya juga melihat Baznas telah membuka Dapur Umum Tanggap Bencana di Aceh Tamiang," ucapnya.

Untuk penanganan jangka panjang, Waryono menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam menyiapkan hunian bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

"Untuk jangka panjang, tentu diperlukan upaya bersama baik pemerintah, Baznas, maupun LAZ untuk menyiapkan hunian bagi warga yang kehilangan rumah," tuturnya.

Selain bantuan material, pemerintah bersama Baznas dan LAZ juga memberikan pendampingan psikososial berupa trauma healing, khususnya bagi anak-anak pengungsi. Upaya ini sebelumnya juga telah dilakukan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar saat kunjungan ke Aceh pada 18–20 Desember 2025.

Trauma healing juga dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 yang roboh dan hanyut akibat banjir. Tim mengajak anak-anak pengungsi bermain dan bernyanyi, serta menyiapkan hadiah untuk menghibur mereka.

"Semoga pendekatan ini bisa sedikit mengobati kesedihan mereka," pungkasnya. (Fik/M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik