Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
Komunitas Batam Folding Bike (BFB) kembali menunjukkan wajah kepedulian di tengah bencana. Meski dengan kemampuan terbatas, para pesepeda lipat di Batam turut mengulurkan tangan untuk membantu korban banjir di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Bantuan sederhana ini disalurkan melalui kelompok masyarakat di Medan, Sumatera Utara, sebelum dibawa langsung ke titik-titik terdampak. “Alhamdulillah, partisipasi kecil dari kami sudah sampai ke sejumlah masyarakat di Aceh Tamiang. Kami dikabari langsung oleh rekan yang menyalurkan bantuan,” ujar Rizal Saputra, Ketua BFB Batam, Rabu (10/12).
Dia mengakui, apa yang dilakukan komunitasnya mungkin tampak kecil. Namun, bagi mereka, semangat kebersamaan dan solidaritas jauh lebih berarti. “Kami hanya ingin mengambil peran kecil dan berharap bisa memberi sedikit arti,” ujarnya.
Di Batam, kegiatan penggalangan dan koordinasi donasi dipimpin oleh Suryani Astuti. Ia menjelaskan bahwa sejak awal, penyaluran bantuan diarahkan ke Aceh Tamiang melalui kelompok masyarakat yang dipimpin Suprapti di Medan. Dana yang terkumpul segera dikirim untuk dibelanjakan kebutuhan mendesak seperti sembako dan air mineral.
Sebanyak 60 paket sembako disiapkan, lengkap dengan air mineral dan makanan siap santap. Semua dibawa langsung menuju wilayah yang masih terdampak banjir. “Rombongan melewati daerah-daerah seperti Pangkalan Brandan, Besitang, hingga Kuala Simpang. Setiap kampung disinggahi untuk memastikan bantuan sampai ke warga yang membutuhkan,” tuturnya.
Perjalanan dari Medan menuju Aceh Tamiang memakan waktu sekitar tiga jam. Bantuan dibagikan di beberapa titik, termasuk Desa Bukit Rata, Tanah Kebun Terban, Desa Pangkalan, Gamping Bundar, hingga Kuala Simpang. “Total dana yang terkumpul sebesar Rp7.925.000 dan seluruhnya digunakan untuk membeli kebutuhan warga terdampak,” tambahnya.
Meski langkahnya kecil, BFB Batam percaya bahwa setiap gerakan dapat berarti besar bila digerakkan oleh hati. Dari lipatan-lipatan sepeda kecil di Batam, kebaikan itu akhirnya mengalir hingga ke Aceh Tamiang—mengingatkan bahwa solidaritas tak pernah mengenal jarak. (H-1)
Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman melakukan peninjauan ke wilayah terdampak banjir bandang di Kampung Landuh, Kabupaten Aceh Tamiang
Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
Banjir bandang yang melanda kawasan tersebut pada November 2025 lalu mengubah semuanya. Rumah yang telah puluhan tahun menjadi tempat berkumpul keluarga hanyut,
Situasi bencana tidak hanya menghadirkan krisis kemanusiaan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko jangka panjang terhadap kesehatan anak.
Psikolog klinis Anna Aulia mengungkap mengapa warga desa lebih cepat bangkit pascabencana banjir dibanding warga kota. Simak analisis daya tahan psikologisnya.
HINGGA hari ke-3 Ramadan, ratusan ribu penyintas banjir Sumatra masih menjalan hari-hari di atas lumpus dan di balik tumpukan kayu gelondongan yang terbawa air bah kala itu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved