Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Menembus Desa Terisolir di Aceh Tamiang, Bantuan Diangkut dengan Motor Sawit

Andhika Prasetyo
10/12/2025 18:05
Menembus Desa Terisolir di Aceh Tamiang, Bantuan Diangkut dengan Motor Sawit
Petugas bersama warga mengantarkan bantuan dengan menggunakan sepeda motor.(Antara)

Dengan semangat gotong royong bersama warga, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berhasil mencapai salah satu desa yang masih terputus aksesnya di perbatasan Sumatra Utara dan Aceh. Desa Kampung Alur Mentawak, Kabupaten Aceh Tamiang, menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat banjir dan longsor beberapa waktu lalu. Tiga dusun di desa tersebut terdampak, dan satu di antaranya masih belum bisa dilalui kendaraan roda empat.

Karena jalur utama masih terputus, tim PGN harus menghentikan kendaraan di titik terdekat yang masih bisa dicapai mobil. Dari lokasi itu, bersama warga, tim melanjutkan perjalanan dengan motor trail angkut sawit untuk membawa bantuan menembus jalur licin, curam, dan penuh tantangan, hingga akhirnya tiba di permukiman yang membutuhkan pasokan darurat.

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengungkapkan rasa syukur setelah bantuan berhasil tiba di desa yang sudah beberapa hari terisolasi.

“Perjalanan ini tidak mudah, tetapi berkat kerja sama dan semangat gotong royong warga, bantuan akhirnya bisa menjangkau mereka yang tengah berjuang di situasi sulit,” ujarnya.

Fajriyah menegaskan bahwa PGN akan terus hadir mendukung masyarakat di wilayah bencana, termasuk menjangkau daerah dengan akses paling menantang.

“Dalam kondisi darurat, bantuan yang tiba tepat waktu sangatlah krusial,” tambahnya.

Di lokasi, Division Head Corporate Social Responsibility (CSR) PGN, Krisdyan Widagdo Adhi, menjelaskan bahwa bantuan kemanusiaan yang dibawa disesuaikan dengan kebutuhan mendesak warga. Bantuan tersebut mencakup 600 kilogram beras, 75 dus mi instan, 20 papan telur, 175 kilogram minyak, biskuit, 200 kardus air minum 1,5 liter, serta obat-obatan, vitamin, dan popok bayi.

Tidak hanya itu, PGN juga membawa beberapa set kompor rumah tangga dua tungku, kompor industri tungku tunggal, dan pasokan Bright Gas.

“Dengan bantuan ini, harapannya warga dapat membangun dapur umum dan memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari meski kondisi masih terbatas,” jelas Krisdyan.

Ia menambahkan bahwa proses distribusi kali ini merupakan salah satu yang paling berat yang pernah dilalui tim CSR PGN.

“Medannya licin dan terjal, sehingga bantuan harus dibawa sedikit demi sedikit. Tanpa bantuan warga dan para petani yang ikut memanggul paket bantuan, kami tidak mungkin mencapai desa ini,” katanya.

Datok Penghulu Kampung Alur Mentawak, Jajang Sunarya, menyampaikan apresiasi mendalam atas upaya PGN dan Pertamina Peduli.

“Akses ke kampung kami benar-benar terputus, warga kesulitan mendapatkan bahan makanan. Kehadiran PGN dan bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya.

Jajang berharap kerja sama antara warga dan pihak-pihak yang membantu dapat terus berlanjut untuk mempercepat pemulihan desa.

“Semoga akses segera pulih dan kehidupan warga bisa kembali berjalan normal,” tutupnya. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik