Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Dengan semangat gotong royong bersama warga, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berhasil mencapai salah satu desa yang masih terputus aksesnya di perbatasan Sumatra Utara dan Aceh. Desa Kampung Alur Mentawak, Kabupaten Aceh Tamiang, menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat banjir dan longsor beberapa waktu lalu. Tiga dusun di desa tersebut terdampak, dan satu di antaranya masih belum bisa dilalui kendaraan roda empat.
Karena jalur utama masih terputus, tim PGN harus menghentikan kendaraan di titik terdekat yang masih bisa dicapai mobil. Dari lokasi itu, bersama warga, tim melanjutkan perjalanan dengan motor trail angkut sawit untuk membawa bantuan menembus jalur licin, curam, dan penuh tantangan, hingga akhirnya tiba di permukiman yang membutuhkan pasokan darurat.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengungkapkan rasa syukur setelah bantuan berhasil tiba di desa yang sudah beberapa hari terisolasi.
“Perjalanan ini tidak mudah, tetapi berkat kerja sama dan semangat gotong royong warga, bantuan akhirnya bisa menjangkau mereka yang tengah berjuang di situasi sulit,” ujarnya.
Fajriyah menegaskan bahwa PGN akan terus hadir mendukung masyarakat di wilayah bencana, termasuk menjangkau daerah dengan akses paling menantang.
“Dalam kondisi darurat, bantuan yang tiba tepat waktu sangatlah krusial,” tambahnya.
Di lokasi, Division Head Corporate Social Responsibility (CSR) PGN, Krisdyan Widagdo Adhi, menjelaskan bahwa bantuan kemanusiaan yang dibawa disesuaikan dengan kebutuhan mendesak warga. Bantuan tersebut mencakup 600 kilogram beras, 75 dus mi instan, 20 papan telur, 175 kilogram minyak, biskuit, 200 kardus air minum 1,5 liter, serta obat-obatan, vitamin, dan popok bayi.
Tidak hanya itu, PGN juga membawa beberapa set kompor rumah tangga dua tungku, kompor industri tungku tunggal, dan pasokan Bright Gas.
“Dengan bantuan ini, harapannya warga dapat membangun dapur umum dan memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari meski kondisi masih terbatas,” jelas Krisdyan.
Ia menambahkan bahwa proses distribusi kali ini merupakan salah satu yang paling berat yang pernah dilalui tim CSR PGN.
“Medannya licin dan terjal, sehingga bantuan harus dibawa sedikit demi sedikit. Tanpa bantuan warga dan para petani yang ikut memanggul paket bantuan, kami tidak mungkin mencapai desa ini,” katanya.
Datok Penghulu Kampung Alur Mentawak, Jajang Sunarya, menyampaikan apresiasi mendalam atas upaya PGN dan Pertamina Peduli.
“Akses ke kampung kami benar-benar terputus, warga kesulitan mendapatkan bahan makanan. Kehadiran PGN dan bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya.
Jajang berharap kerja sama antara warga dan pihak-pihak yang membantu dapat terus berlanjut untuk mempercepat pemulihan desa.
“Semoga akses segera pulih dan kehidupan warga bisa kembali berjalan normal,” tutupnya. (Ant/E-3)
TNI dan Pemprov Riau menyerahkan bantuan berupa perlengkapan sekolah bagi siswa-siswi sekolah dasar di Aceh Utara.
Di tengah proses pemulihan pascabencana, kebutuhan akan bantuan kemanusiaan menjadi semakin mendesak.
PT Pertamina melalui Rumah BUMN Pertamina Banjarmasin menunjukkan peran dalam penanganan bencana.
Selain kebutuhan primer, salah satu yang juga dibutuhkan warga Aceh Tamiang adalah bantuan untuk memperbaiki kendaraan yang rusak akibat banjir.
Anggota Komisi VIII DPR RI Mahdalena meminta pemerintah memastikan penyaluran bantuan korban banjir dan longsor di Sumatera tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Mendagri Tito Karnavian mengirim 1.132 praja IPDN untuk mempercepat pemulihan pemerintahan dan layanan publik pascabencana di Aceh Tamiang.
WARGA terdampak banjir di wilayah pedalaman Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, hingga kini masih membutuhkan kejelasan terkait tempat tinggal.
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh terus mendukung pemulihan layanan dasar pascabencana di Provinsi Aceh.
WARGA di Kabupaten Bireuen, Aceh, harus menelan pil pahit karena 47 hari sejak bencana banjir bandang pada November 2025 lalu penanganan dampak bencana hingga bantuan belum maksimal.
VIRAL di media sosial video merekam menumpuknya berbagai macam bantuan logistik di sebuah gudang yang diduga gudang milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Aceh.
SUNGGUH lama dan sangat perih penderitaan ribuan warga Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved