Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemandangan mobil tertumpuk mobil, genangan lumpur, listrik padam dan krisis air bersih menjadi bagian cerita duka masyarakat penyintas di Aceh Tamiang pascabanjir besar yang melanda Sumatra bagian utara. Di Kecamatan Rantau, rumah-rumah warga terendam, fasilitas publik mengalami kerusakan, dan akses transportasi ke sejumlah wilayah terputus. Kondisi ini memaksa lebih dari dua ratus ribu jiwa mengungsi, sementara kebutuhan dasar sulit terpenuhi akibat terganggunya distribusi logistik.
Merespons situasi tersebut, SKK Migas dan Subholding Upstrrem Pertamina Regional Jawa yang meliputi Pertamina EP, PHE ONWJ dan PHE OSES berkolaborasi dengan Pertamina Hulu Rokan Regional Sumatra untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan tanggap darurat pada 4 Desember lalu kepada masyarakat terdampak banjir Aceh, terutama di wilayah Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang dan sekitarnya.
Bantuan ini menjadi langkah awal dalam rangkaian dukungan yang akan terus dilakukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung di pendopo Bupati Aceh Tamiang, sebelum kemudian disalurkan kepada warga terdampak di berbagai titik pengungsian.
Untuk menjangkau wilayah terdampak, penyaluran bantuan dilakukan melalui jalur darat menggunakan mobil truk. Pemilihan jalur darat dilakukan untuk memastikan bantuan dapat dibawa dalam jumlah besar dan tiba di lokasi yang membutuhkan secara lebih efisien. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat penyaluran dan memastikan bantuan menjangkau masyarakat secara tepat sasaran.
Bantuan yang diberikan mencakup perlengkapan sandang seperti sarung, handuk, selimut, pakaian, kebutuhan pangan seperti air mineral, minyak goreng, susu, serta kebutuhan sanitasi berupa pasta gigi, sikat gigi, dan pembalut untuk perempuan.
Pertamina EP juga menyampaikan bantuan berbagai obat-obatan kategori umum untuk membantu menjaga kesehatan para penyintas di tengah keterbatasan layanan kesehatan.
Bagi Pertamina, dukungan ini bukan semata penyaluran logistik, namun wujud komitmen untuk mendampingi masyarakat dalam masa sulit. Kehadiran Perusahaan diharapkan mampu memberikan penguatan bagi warga yang tengah berjuang melewati situasi krisis.
Manager Communication, Relations & CID Regional Jawa, Pinto Budi Bowo Laksono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat dalam penyaluran bantuan. Ia menegaskan bahwa kepedulian sosial bukan hanya bagian dari program, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan.
“Bantuan ini adalah hasil kerja keras dan kepedulian rekan-rekan yang memastikan setiap kebutuhan mendesak dapat segera terpenuhi. Mereka tidak hanya mengirimkan bantuan, tetapi hadir mendampingi masyarakat di tengah situasi sulit. Ini membuktikan bahwa komitmen sosial bukan hanya wacana, tetapi dapat diwujudkan langsung melalui kerja kolaboratif dan ketangguhan tim di lapangan,” ujar Pinto.
Pertamina EP memastikan bahwa penyaluran bantuan di Aceh Tamiang menjadi awal dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra. Ke depan, Pertamina akan terus memperkuat sinergis erat menyiapkan langkah-langkah lanjutan untuk mendukung proses pemulihan dan pembangunan sosial di titik-titik terdampak lainnya.
Bantuan ini merupakan simbol solidaritas dan penguatan ukhuwah antarwilayah dalam membantu saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah.
Penyaluran bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga, terutama sembako serta perlengkapan sekolah untuk anak-anak.
Bantuan yang disalurkan antara lain paket sembako, shelter kits (terpal, tikar, paku dan lain-lain), cooking utensils (alat masak), dan hygiene kits.
Baznas telah menyalurkan bantuan kemanusiaan sejak hari pertama bencana melanda Provinsi Aceh dan Sumatra.
Dampak bencana di wilayah Sumatra bersifat luas dan membutuhkan penanganan jangka menengah hingga panjang.
Jhonlin Group menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp1 miliar bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
TNI dan Pemprov Riau menyerahkan bantuan berupa perlengkapan sekolah bagi siswa-siswi sekolah dasar di Aceh Utara.
Di tengah proses pemulihan pascabencana, kebutuhan akan bantuan kemanusiaan menjadi semakin mendesak.
PT Pertamina melalui Rumah BUMN Pertamina Banjarmasin menunjukkan peran dalam penanganan bencana.
Selain kebutuhan primer, salah satu yang juga dibutuhkan warga Aceh Tamiang adalah bantuan untuk memperbaiki kendaraan yang rusak akibat banjir.
Anggota Komisi VIII DPR RI Mahdalena meminta pemerintah memastikan penyaluran bantuan korban banjir dan longsor di Sumatera tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Mendagri Tito Karnavian mengirim 1.132 praja IPDN untuk mempercepat pemulihan pemerintahan dan layanan publik pascabencana di Aceh Tamiang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved