Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
MARS tidak hanya berbeda dengan Bumi dari segi warna dan jaraknya saja, tetapi juga dari cara waktunya berjalan. Mengutip dari laman Science Alert, para ilmuwan menemukan bahwa jam di Mars berjalan sedikit lebih cepat dibandingkan jam di Bumi. Dalam satu hari, selisihnya mencapai rata-rata 477 mikrodetik.
Perbedaan ini memang sangat kecil dan tidak akan dirasakan manusia secara langsung. Namun, dalam aktivitas antariksa, selisih waktu sekecil ini dapat memengaruhi berbagai sistem penting, mulai dari komunikasi hingga navigasi wahana.
Salah satu penyebab utama perbedaan waktu antara Mars dan Bumi adalah gaya gravitasi. Bumi memiliki massa yang lebih besar sehingga gravitasinya lebih kuat. Sementara itu, Mars memiliki gravitasi yang lebih lemah. Akibatnya, waktu di Mars berjalan sedikit lebih cepat.
Fenomena ini sudah lama dipahami oleh para ilmuwan dan juga terjadi pada teknologi yang sudah digunakan manusia saat ini. Sebagai contoh, jam di satelit navigasi yang mengorbit Bumi harus disesuaikan karena waktunya berjalan lebih cepat dibandingkan jam di permukaan Bumi.
Perbedaan waktu di Mars tidak bersifat konstan. Orbit Mars mengelilingi Matahari berbentuk lebih lonjong dibandingkan orbit Bumi. Kondisi ini menyebabkan gaya tarik Matahari terhadap Mars selalu berbeda sepanjang tahun.
Akibatnya, selisih waktu antara Mars dan Bumi bisa bertambah atau berkurang hingga sekitar 266 mikrodetik per hari selama satu tahun Mars. Artinya, sistem waktu di Mars tidak bisa disamakan begitu saja dengan jam di Bumi, karena perlu penyesuaian yang terus-menerus.
Selain selisih laju waktu, Mars juga memiliki durasi hari dan tahun yang berbeda dari Bumi. Satu hari di Mars berlangsung sekitar 40 menit lebih lama dibandingkan satu hari di Bumi.
Sementara itu, satu tahun di Mars jauh lebih panjang. Planet ini membutuhkan sekitar 687 hari untuk menyelesaikan satu putaran mengelilingi Matahari. Perbedaan durasi ini semakin menambah kompleksitas dalam menyusun jadwal misi, komunikasi, dan aktivitas manusia di Mars.
Dalam eksplorasi antariksa, ketepatan waktu menjadi faktor yang sangat krusial. Kesalahan waktu sekecil apa pun dapat menyebabkan kesalahan posisi, gangguan komunikasi, atau kegagalan navigasi.
Jika manusia suatu saat mendarat di Mars, kendaraan penjelajah, sistem komunikasi, hingga penentuan lokasi harus bekerja dengan sinkron. Tanpa sistem waktu yang akurat dan disesuaikan dengan kondisi Mars, risiko kesalahan teknis akan meningkat.
Menyadari hal tersebut, para ilmuwan mulai merancang sistem penunjuk waktu yang dirancang khusus untuk Mars. Sistem ini bertujuan agar aktivitas di Mars dapat berjalan secara mandiri, tanpa harus selalu bergantung pada jam di Bumi. Menurut para ilmuan langkah inipenting sebagai fondasi bagi masa depan eksplorasi antariksa. Tidak hanya untuk Mars, sistem waktu semacam ini juga akan berguna bagi misi ke Bulan dan objek lain di Tata Surya. (Science Alert/Z-10)
Wahana Curiosity milik NASA menemukan formasi geologi unik berbentuk “jaring laba-laba” di Mars. Fenomena boxwork ini diyakini terbentuk dari aktivitas air purba.
Studi terbaru mengungkap gunung berapi di Mars memiliki sejarah erupsi yang jauh lebih rumit dari dugaan semula, didorong oleh sistem magma yang terus berevolusi.
Elon Musk mengumumkan SpaceX beralih fokus ke Bulan sebelum Mars. Targetkan kota mandiri dalam 10 tahun demi selamatkan peradaban manusia.
Penelitian terbaru mengungkap meteorit Mars Black Beauty menyimpan air purba jauh lebih banyak, memperkuat bukti Mars pernah basah dan layak huni.
Mars berada pada jarak rata-rata sekitar 140 juta mil atau 225 juta kilometer dari Bumi. Jarak tersebut menyebabkan keterlambatan komunikasi, sehingga pengendalian rover secara langsung
NASA sukses menguji coba navigasi AI pada Rover Perseverance di Mars. Tanpa campur tangan manusia, AI kini mampu memetakan rute aman di medan ekstrem Planet Merah.
Penelitian terbaru menunjukkan inti Bumi menyimpan hidrogen dalam jumlah besar, yang bisa menjelaskan terbentuknya air dari dalam planet, bukan hanya dari komet.
Ilmuwan temukan lubang gravitasi di Antartika yang semakin kuat selama jutaan tahun, memicu pergeseran air laut dan memengaruhi stabilitas es kutub.
BUMI awal 2026 krusial, CIC tinggal 2,81% usai divestasi, free float 41,31% dongkrak likuiditas. Target 330-344, stop loss 250; volume kunci. Waspadai koreksi MSCI!!
Tanpa keseimbangan sempurna dari elemen-elemen ini, sebuah planet berbatu mungkin tampak layak huni di permukaannya, namun secara mendasar tidak akan mampu mendukung kehidupan biologis.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pangkas RKAB batu bara 2026 jadi 600 juta ton. Cek dampaknya ke harga saham emiten batu bara hari ini.
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun. Fenomena ini membuat rotasi Bumi melambat dan panjang satu hari bertambah, meski perubahan terjadi sangat lambat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved