Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Task Force Supporting Penanggulangan Bencana melakukan survei dan pemetaan wilayah terdampak bencana Sumatra, yakni banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Kegiatan ini bertujuan menghasilkan data spasial yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan penanganan bencana, baik pada fase tanggap darurat maupun pemulihan pascabencana.
Periset Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Firman Prawiradisastra, mengatakan tim survei yang diterjunkan ke lapangan berjumlah enam orang dan dilengkapi dua unit Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dengan sensor LiDAR serta kamera beresolusi tinggi. Tim tersebut direncanakan bekerja selama 14 hari untuk memastikan data yang dikumpulkan cukup lengkap dan detail.
“Survei difokuskan pada pemetaan dampak kerusakan akibat banjir, banjir bandang, dan longsor secara spasial. Metode ini memungkinkan pemotretan kondisi wilayah terdampak secara menyeluruh, termasuk area yang sulit dijangkau dari darat,” ujar Firman dalam keterangan resmi, Selasa (16/12).
Dalam pelaksanaannya, tim BRIN akan bergerak ke sejumlah wilayah di Sumatra Utara, antara lain Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Wilayah tersebut dipilih karena mengalami dampak bencana yang signifikan dan membutuhkan pemetaan rinci untuk mendukung proses penanganan dan pemulihan.
Data yang dikumpulkan meliputi peta wilayah terdampak dengan cakupan area luas dan resolusi tinggi. Menurut Firman, data tersebut akan digunakan untuk memperkirakan tingkat kerusakan secara detail, mulai dari perubahan bentang alam, area genangan, hingga potensi bahaya lanjutan. “Dengan data spasial yang rinci, rencana mitigasi dapat disusun secara lebih tepat dan efektif,” katanya.
Firman juga mengingatkan bahwa kondisi lapangan di sejumlah lokasi belum sepenuhnya pulih. Karena itu, kesiapan relawan menjadi hal penting agar tidak menimbulkan risiko tambahan. “Relawan harus mempersiapkan diri dengan baik, baik secara fisik, mental, maupun perbekalan. Kita tidak ingin relawan justru berubah menjadi korban,” ujarnya.
Ia menekankan perlunya perencanaan kegiatan harian yang matang selama berada di lokasi bencana, dengan keselamatan sebagai prioritas utama. Faktor cuaca, kondisi medan, serta potensi bahaya susulan seperti longsor dan banjir lanjutan perlu terus diantisipasi.
Firman berharap data hasil survei yang dikumpulkan tim BRIN dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah dan pemangku kepentingan. Dalam jangka pendek, data tersebut diharapkan menjadi acuan penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak. Sementara dalam jangka panjang, data spasial ini diharapkan menjadi referensi penting dalam perencanaan mitigasi bencana yang lebih komprehensif guna mengurangi risiko bencana di masa depan.
(H-3)
Perusahaan pertambangan didorong untuk mengadopsi standar internasional yang memiliki kriteria lebih ketat guna meminimalkan risiko kerusakan lingkungan, termasuk potensi bencana.
Karena itu jutaan korban banjir di lebih separuh kawasan Provinsi Aceh dan tetangga Sumatra Utara serta Sumatra Barat untuk yakin di balik cobaan Allah ada rahasia luar biasa bagi mereka.
BULAN Sabit Merah Indonesia (BSMI) melakukan soft launching Klinik Pusat Pelayanan Kesehatan dan Rehabilitasi (PPKR) Aceh Tamiang pada Minggu (18/1).
SUASANA konser Slank x HS Berani Kita Beda di PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Lampung, Sabtu malam (17/1), tak hanya dipenuhi euforia musik, tetapi juga semangat solidaritas.
WARGA terdampak banjir di wilayah pedalaman Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, hingga kini masih membutuhkan kejelasan terkait tempat tinggal.
Total korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi mencapai 1.198 orang, sementara korban hilang tercatat sebanyak 144 orang.
Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) disebut menjadi faktor utama terjadinya banjir bandang di sejumlah wilayah Kabupaten Pohuwato, Gorontalo
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir.
Selain kebutuhan primer, salah satu yang juga dibutuhkan warga Aceh Tamiang adalah bantuan untuk memperbaiki kendaraan yang rusak akibat banjir.
BANJIR lumpur dan galodo yang kembali melanda sejumlah kawasan di Kota Padang, Sumatra Barat, tidak mengalihkan perhatian warga pesisir dari ancaman bencana lain yang tak kalah berbahaya.
Tanggul Sungai Bremi di Pekalongan jebol Rabu pagi (7/1). 335 KK terdampak banjir mendadak setinggi 1 meter, BPBD lakukan penanganan darurat
BANJIR di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro atau Sitaro, Sulawesi Utara, yang terjadi mulai Senin (5/1) dini hari menewaskan 16 orang, sementara tiga warga lainnya hilang
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved