Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Task Force BRIN Survei dan Pemetaan Dampak Bencana Sumatra

Atalya Puspa    
16/12/2025 16:25
Task Force BRIN Survei dan Pemetaan Dampak Bencana Sumatra
Dampak banjir bandang di Aceh Tamiang.(Dok. Antara)

BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Task Force Supporting Penanggulangan Bencana melakukan survei dan pemetaan wilayah terdampak bencana Sumatra, yakni banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Kegiatan ini bertujuan menghasilkan data spasial yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan penanganan bencana, baik pada fase tanggap darurat maupun pemulihan pascabencana.

Periset Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Firman Prawiradisastra, mengatakan tim survei yang diterjunkan ke lapangan berjumlah enam orang dan dilengkapi dua unit Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dengan sensor LiDAR serta kamera beresolusi tinggi. Tim tersebut direncanakan bekerja selama 14 hari untuk memastikan data yang dikumpulkan cukup lengkap dan detail.

“Survei difokuskan pada pemetaan dampak kerusakan akibat banjir, banjir bandang, dan longsor secara spasial. Metode ini memungkinkan pemotretan kondisi wilayah terdampak secara menyeluruh, termasuk area yang sulit dijangkau dari darat,” ujar Firman dalam keterangan resmi, Selasa (16/12).

Dalam pelaksanaannya, tim BRIN akan bergerak ke sejumlah wilayah di Sumatra Utara, antara lain Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Wilayah tersebut dipilih karena mengalami dampak bencana yang signifikan dan membutuhkan pemetaan rinci untuk mendukung proses penanganan dan pemulihan.

Data yang dikumpulkan meliputi peta wilayah terdampak dengan cakupan area luas dan resolusi tinggi. Menurut Firman, data tersebut akan digunakan untuk memperkirakan tingkat kerusakan secara detail, mulai dari perubahan bentang alam, area genangan, hingga potensi bahaya lanjutan. “Dengan data spasial yang rinci, rencana mitigasi dapat disusun secara lebih tepat dan efektif,” katanya.

Firman juga mengingatkan bahwa kondisi lapangan di sejumlah lokasi belum sepenuhnya pulih. Karena itu, kesiapan relawan menjadi hal penting agar tidak menimbulkan risiko tambahan. “Relawan harus mempersiapkan diri dengan baik, baik secara fisik, mental, maupun perbekalan. Kita tidak ingin relawan justru berubah menjadi korban,” ujarnya.

Ia menekankan perlunya perencanaan kegiatan harian yang matang selama berada di lokasi bencana, dengan keselamatan sebagai prioritas utama. Faktor cuaca, kondisi medan, serta potensi bahaya susulan seperti longsor dan banjir lanjutan perlu terus diantisipasi.

Firman berharap data hasil survei yang dikumpulkan tim BRIN dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah dan pemangku kepentingan. Dalam jangka pendek, data tersebut diharapkan menjadi acuan penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak. Sementara dalam jangka panjang, data spasial ini diharapkan menjadi referensi penting dalam perencanaan mitigasi bencana yang lebih komprehensif guna mengurangi risiko bencana di masa depan.
(H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya