Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

139.485 Rumah Terdampak Bencana Sumatra

M Ilham Ramadhan Avisena
15/12/2025 19:43
139.485 Rumah Terdampak Bencana Sumatra
Permukiman warga terendam banjir Sumatra Barat.(Dok. Antara)

SEBANYAK 139.485 rumah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terdampak bencana Sumatra, berupa banjir bandang dan longsor. Angka tersebut merupakan data yang diperoleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman per Minggu (14/12) pukul 17.00 WIB.

Aceh menjadi wilayah terdampak paling besar atas bencana tersebut. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengungkapkan, setidaknya sebanyak 100.569 rumah terdampak di provinsi tersebut.

"Per hari Minggu, 14 Desember kemarin jam 5.00 sore di Aceh, itu yang rusak ringan 38.553, yang rusak sedang 22.204, rusak berat 35.517. Kemudian yang hanyut 4.295. Total rumah terdampak 100.569," ujarnya dalam Rapat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12).

Sementara di Sumatra Utara, data Kementerian PKP menunjukkan, sebanyak 19.936 rumah mengalami rusak ringan, 4.304 rusak sedang, 4.351 rusak berat, dan 1.135 hanyut karena banjir. Sedangkan di Sumatra Barat tercatat sebanyak 5.634 rumah rusak ringan, 1.174 rumah rusak sedang, 1.577 rumah rusak berat, dan 765 rumah hanyut.

"Jadi total, Bapak Presiden, yang ringan, sedang, rusak berat, dan hanyut, total 139.485. Data per hari Minggu, 14 Desember 2005, jam 5.00 sore," jelas Maruarar.

Dia menambahkan, Kementerian PKP bersama dengan TNI, Polri, BNPB, dan pemerintah daerah telah melakukan survei di 30 titik untuk dijadikan sebagai sarana rekonstruksi dan rehabilitasi. Di Aceh, titik-titik itu berada di Aceh Barat 8 titik, Aceh Selatan 3 titik, Aceh Tamiang 8 titik, Aceh Utara 2 titik, Bireun 1 titik, Nagan Raya 1 titik, Pidie 1 titik, Pidie Jaya 1 titik, Langsa 2 titik, Lhoksemawe 2 titik, dan Subulussalam 1 titik.

Kemudian Sumatera Utara titik tersebut berada di Sibolga 2 titik, Tapanuli Utara 2 titik, Tapanuli Tengah 5 titik, dan Tapanuli Selatan 4 titik. Sedangkan di Sumatera Barat berada di Kota Padang 3 titik, Tanah Datar 1 titik, Padang Panjang 1 titik, Kabupaten Agam 2 titik, dan Pesisir Selatan 1 titik.

Ara, sapaan karib Maruarar menuturkan, pemerintah sejauh ini diperkirakan mampu membangun 2.600 hunian tetap bagi warga terdampak bencana.

"Sebelum ada lembaga siapa yang nanti mengoordinir, kalau boleh kami bisa rapat dulu sekali, Pak, supaya ada dari Hukum (Menteri Hukum) bisa status tanahnya, dengan Menteri PU, Perhubungan, BNPB, supaya kita bisa jalan. Minggu ini sudah mulai membangun," pungkasnya.
(H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya