Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

1 Tewas Akibat Banjir Bandang Terjang Purbalingga, Ratusan Rumah Rusak dan Pengungsi Melonjak

Lilik Darmawan
25/1/2026 08:00
1 Tewas Akibat Banjir Bandang Terjang Purbalingga, Ratusan Rumah Rusak dan Pengungsi Melonjak
Banjir bandang akibat hujan ekstrem di Purbalingga, Jawa Tengah, menewaskan satu warga, melukai satu lainnya, merusak ratusan rumah, dan memaksa ratusan orang mengungsi.(Dok. Pemkab Purbalingga)

BANJIR bandang disertai angin kencang melanda Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari (23-24/1). Bencana yang dipicu hujan esktrem di kawasan lereng Gunung Slamet tersebut menelan satu korban jiwa, satu warga alami luka berat, dan kerusakan pada ratusan rumah warga, serta ratusan lainnya harus mengungsi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga mencatat, derasnya arus banjir membawa material berat berupa batu, kayu, batang pohon, dan lumpur dari wilayah pegunungan. Material tersebut menghantam permukiman warga di Kecamatan Mrebet dan Karangreja.

Di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, banjir menggenangi dan merusak 78 rumah warga, dengan tujuh rumah dilaporkan hanyut dan tiga rumah mengalami kerusakan berat. 

Selain itu, puluhan ekor ternak mati setelah terseret arus. Infrastruktur juga terdampak, di antaranya dua jembatan terputus serta tujuh sepeda motor dan dua unit mobil hilang terbawa banjir.

Kerusakan tidak kalah parah terjadi di Kecamatan Karangreja. Di Desa Kutabawa, Dusun Bambangan, sebanyak 29 rumah mengalami kerusakan ringan. 

Sektor pertanian turut terdampak dengan sekitar 60 hektare lahan dilaporkan gagal panen, sementara 1.000 sak pupuk dan sejumlah alat pertanian hilang tersapu banjir. 

Tiga sepeda motor hanyut, akses jalan kabupaten tertutup material longsor sepanjang sekitar 12 meter, serta jembatan penghubung Kutabawa-Clekatakan ambruk.

Wilayah dengan dampak terberat berada di Desa Serang. Di Dusun Kaliurip, sebanyak 36 rumah mengalami kerusakan berat akibat tertimbun lumpur, batu, dan kayu, sementara enam rumah lainnya hancur rata dengan tanah. 

Kondisi tersebut memaksa sekitar 500 warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Sementara di Dusun Gunung Malang, tercatat 12 rumah rusak berat, enam rumah dalam kondisi terancam, dua ruas jalan kabupaten terputus, serta dua jembatan mengalami kerusakan.

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menyampaikan bencana tersebut mengakibatkan satu warga meninggal dunia dan satu orang lainnya menderita luka berat. Menurutnya, penanganan darurat masih dilakukan secara bertahap karena banyaknya titik terdampak serta keterbatasan ketersediaan alat berat.

“Banjir bandang membawa material dalam jumlah besar, mulai dari batu, kayu, hingga lumpur yang berasal dari kawasan hutan dan pegunungan,” ujar Fahmi.

Pemkab Purbalingga bersama BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat terus melakukan langkah penanganan darurat, antara lain membuka sumbatan aliran sungai, membersihkan material banjir, serta mengevakuasi warga terdampak.

Selain itu, Pemkab Purbalingga telah menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok dan air bersih, serta menyiapkan lokasi pengungsian dan dapur umum bagi warga. Pihaknya juga berharap dukungan dari pemerintah provinsi maupun pusat guna mempercepat proses penanganan dan pemulihan pascabencana. (Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya