Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
MUNCUL fenomena awan berbentuk piringan berlapis di atas Gunung Slamet, diminta para pendaki dan aktivitas penerbangan waspada dan menghindari kondisi alam disebut sebagai awan lenticularis atau awan lentikular tersebut.
Pemantauan Media Indonesia Jumat (27/2) warga di sejumlah daerah seputar Gunung Slamet seperti Pemalang, Tegal, Brebes, Banyumas dan Purbalingga dihebohkan dengan kemunculan awan berbentuk piringan berlapis yang melingkar memayungi di atas gunung setinggi 3.432 meter tersebut .
Awan piringan berwarna kemerahan pada sore hari jelan waktu berbuka puasa tersebut, cukup mengejutkan membuat warga yang menyaksikan terkagum-kagum dan bertanya dengan tanda-tanda alam yang muncul dalam fenonena langka. "Tampak bagus, tapi itu pertanda apa ya," ucap Budi, warga Bumijawa, Brebes.
Hal tersebut juga diungkapkan Kosasih, warga Pulosari, Pemalang mengaku baru pertama kali melihat fenomena awan berbentuk piringan berlapis di atas Gunung Slamet tersebut, bahkan hal ini membuat kekhawatiran akan terjadi bencana atau perubahan alam di gunung yang baru saja menghebohkan karena pendaki hilang dan ditemukan meninggal.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Ferry Oktarisa dikonfirmasikan hal itu Jumat (27/2) mengatakan awan piringan disebut sebagai awan lenticularis atau awan lentikular tersebut merupakan fenomena alam yang biasa terjadi di atas puncak gunung yang bukan berarti akan ada bencana besar
"Awan berbentuk piringan itu muncul karena sedang ada angin kencang di lapisan atas atmosfer, terutama di atas gunung tersebut," ujar Ferry Oktarisa.
Namun demikian, menurut Ferry Oktarisa, kemunculan awan lenticularis dapat berdampak besar bagi dunia penerbangan, karena ketika pesawat melintasi di awan tersebut akan menimbulkan turbulensi yang kuat, sehingga pilot pesawat yang sedang terbang menghindari awan itu untuk menghindari turbulensi.
Selain itu munculnya fenomena awan berbentuk piringan berlapis, ungkap Ferry Oktarisa, diminta kepada para pendaki di Gunung Slamet untuk berhati-hati dan waspada, karena adanya awan lentikular tersebut sebagai tanda kemungkinan akan ada angin kencang di wilayah pegunungan itu
"Biasanya munculnya awan lenticularis biasanya terjadi di saat musim pancaroba.k, tetapi awan ini juga bisa muncul pula saat puncak musim hujan seperti saat ini," tambahnya.
Kemunculan awan piringan berlapis, demikian Ferry Oktarisa, pada umumnya tidak berlangsung lama atau sekitar 5-20 menit, kemudian kembali seperti awan pada umumnya dan waktunya juga dapat berlangsung pagi, siang maupun sore hari. "Warga berada di gunung mengalami fenomena itu tidak perlu panik," imbuhnya. (H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved