Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menerima penyaluran dana bantuan bencana Sumatra dari Bank Aladin Syariah sebesar Rp400 juta. Dana tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Komitmen kepedulian itu bukan hanya lewat dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Para karyawan Bank Aladin Syariah juga ikut berdonasi dan berhasil menghimpun Rp10.250.000, yang turut disalurkan melalui Baznas.
Pimpinan Baznas Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kepercayaan Bank Aladin Syariah yang telah menyalurkan dana kebajikan perusahaannya melalui Baznas. Ia menegaskan, kolaborasi lintas lembaga sangat dibutuhkan mengingat dampak bencana di Sumatra cukup besar.
“Alhamdulillah, Bank Aladin Syariah ini menjadi pelopor salah satu mitra Baznas. Kita semua prihatin. Kita tidak pernah menginginkan bencana terjadi. Namun ketika bencana datang, kita harus bangkit dan bergotong royong, saling menguatkan sesama,” katanya dilansir dari keterangan resmi, Selasa (9/12).
Rizaluddin mengatakan, bantuan tersebut akan memperkuat dukungan logistik yang telah dijalankan tim Baznas sejak hari pertama bencana. “Insyaallah tim kami tetap berada di lokasi dan segera menyalurkan bantuan ini,” katanya.
Lebih lanjut, Rizaludin menyampaikan, Baznas juga tengah mencanangkan pembangunan hunian sementara bagi warga yang kehilangan rumah. Kebutuhan pendanaan, lanjutnya, cukup besar karena mencakup fase tanggap darurat hingga rekonstruksi.
"Kami juga telah berdiskusi mengenai pembangunan hunian sementara, mengingat banyak korban kehilangan tempat tinggal dan masih berada di pengungsian dalam kondisi yang sangat tidak layak. Karena itu, Baznas memutuskan untuk menghimpun dana infak dan sedekah khusus untuk bencana di Sumatera," jelas Rizaludin.
Dalam penanganan bencana, Rizaludin menyampaikan, Baznas mengacu pada prinsip maqasid al-syari‘ah yang menekankan perlindungan jiwa, harta, keturunan, lingkungan, pendidikan, akal, dan agama. Menurutnya, bencana sering menjadi titik awal masyarakat jatuh miskin karena kehilangan seluruh aset sehingga memunculkan mustahik baru.
“Karena itu Baznas tidak hanya sekadar pemadam kebakaran, tetapi mencegah masyarakat jatuh dalam kemiskinan berkepanjangan,” katanya.
Sementara itu, Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Tjatur Rachmadi, menyampaikan terima kasih kepada Baznas yang telah memfasilitasi menyalurkan dana kebajikan perusahaan dan donasi karyawan Bank Aladin Syariah untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar.
“Kami menyalurkan dana bantuan kebencanaan Sumatra sekitar Rp400 juta dari dana kebajikan Bank Aladin Syariah, ditambah Rp10.250.000 dari para karyawan. Suatu kehormatan bagi kami bisa ikut meringankan beban saudara-saudara di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat,” ujarnya.
Ia menyampaikan, pihaknya sangat prihatin atas bencana yang menimpa masyarakat di wilayah tersebut. “Kami bersyukur memiliki kemitraan luar biasa dengan Baznas yang bersedia membantu kami menyalurkan kepedulian ini dalam bentuk dana kebajikan,” katanya.
Ia menambahkan, banyak nasabah Bank Aladin Syariah berada di wilayah yang terdampak bencana sehingga perusahaan merasa memiliki tanggung jawab moral untuk hadir membantu. “Kami akan terus berusaha memberikan bantuan semaksimal mungkin,” ujarnya. (E-3)
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) terus mengintensifkan upaya pemulihan pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
TNI dan Pemprov Riau menyerahkan bantuan berupa perlengkapan sekolah bagi siswa-siswi sekolah dasar di Aceh Utara.
Di tengah proses pemulihan pascabencana, kebutuhan akan bantuan kemanusiaan menjadi semakin mendesak.
PT Pertamina melalui Rumah BUMN Pertamina Banjarmasin menunjukkan peran dalam penanganan bencana.
Selain kebutuhan primer, salah satu yang juga dibutuhkan warga Aceh Tamiang adalah bantuan untuk memperbaiki kendaraan yang rusak akibat banjir.
Anggota Komisi VIII DPR RI Mahdalena meminta pemerintah memastikan penyaluran bantuan korban banjir dan longsor di Sumatera tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
WAHANA Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatra Utara (Sumut) mengingatkan bahwa pencabutan izin perhutanan terhadap 28 perusahaan oleh pemerintah berisiko menjadi kebijakan simbolik.
Pencabutan izin 28 perusahaan oleh pemerintah tidak berhenti pada sanksi administratif.
ANCAMAN besar korban penyintas bencana di Aceh bukan hanya rumah yang digulung gelombang banjir bandang pada 24-27 November 2025 lalu.
Pemerintahan telah beralih dari melayani rakyat menjadi menanggapi tekanan opini.
Dari total lahan terdampak bencana tersebut, sebagian besar mengalami kerusakan berat.
MENTERI Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan duka cita mendalam dari pemerintah Republik Indonesia atas jatuhnya pesawat ATR 42-500 dan sejumlah bencana di Tanah Air.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved