Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

DPR Soroti Kesiapan Sistem Kesehatan dalam Respons Banjir Sumatra

Naufal Zuhdi
08/12/2025 16:12
DPR Soroti Kesiapan Sistem Kesehatan dalam Respons Banjir Sumatra
Ilustrasi(Antara)

Anggota Komisi IX DPR RI, Maharani, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang meminta Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin untuk segera mengerahkan dokter internship dalam memperkuat penanganan korban bencana Sumatra. Ia menilai arahan tersebut menunjukkan kesigapan kepala negara dalam memastikan masyarakat terdampak mendapatkan layanan kesehatan darurat secara cepat.

Maharani mengatakan komitmen baik ini harus dibarengi penguatan sistem kesehatan nasional yang masih menghadapi banyak kendala struktural dalam merespons bencana berskala besar. Ia menjelaskan bahwa pengerahan dokter internship merupakan langkah taktis saat fasilitas kesehatan kewalahan menangani lonjakan korban, terutama pada 24-48 jam pertama pascabencana. Namun, ia menyoroti belum adanya standar operasional nasional yang mengatur mekanisme mobilisasi tenaga kesehatan cadangan lintas wilayah.

Menurutnya, hingga kini mobilisasi masih bergantung pada keputusan ad hoc sehingga kecepatan respons tidak seragam antar daerah. Ia juga menegaskan perlunya insentif khusus, jaminan keselamatan, dan fasilitas pendukung bagi dokter intership yang bertugas di area bencana karena mereka bekerja dalam kondisi berisiko tinggi.

Selain itu, Maharani memaparkan bahwa pemerintah belum menyelesaikan pemetaan kebutuhan tenaga kesehatan berbasis risiko bencana, khususnya untuk daerah rawan seperti Aceh.

“Tanpa pemetaan yang jelas, fasilitas kesehatan sering mengalami overload, sementara distribusi dokter tidak merata. Ia menilai Kementerian Kesehatan harus memperkuat sistem cadangan kesehatan regional, termasuk ambulans, logistik medis, dan tenaga kesehatan prioritas, agar proses penanganan tidak bergantung pada improvisasi lapangan,” kata dia dikutip dari siaran pers yang diterima, Senin (8/12).

Ia juga menyoroti belum adanya skema pendanaan cepat untuk mobilisasi tenaga kesehatan, yang sering menghambat pengiriman dokter intership akibat proses administrasi. Menurutnya, dana darurat harus tersedia dan dapat langsung digunakan untuk transportasi, akomodasi, dan perlengkapan medis.

Maharani menegaskan bahwa Komisi IX DPR RI akan terus mengawal langkah pemerintah dalam memperkuat sistem kesehatan darurat nasional. Ia menilai instruksi Presiden Prabowo merupakan upaya cepat yang tepat, namun harus dilengkapi regulasi, protokol terpadu, dan dukungan anggaran agar kehadiran dokter intership benar-benar optimal dalam penyelamatan korban bencana.

“Kami ingin respons kesehatan Indonesia semakin kokoh, responsif, dan terukur. Pemerintah perlu menuntaskan aspek-aspek yang belum direalisasikan agar masyarakat memperoleh perlindungan maksimal dalam setiap situasi bencana,” tandasnya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik