Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk periode Minggu (7/12). Cuaca ekstrem berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG menjelaskan bahwa sejumlah fenomena atmosfer sedang berkembang dan mempengaruhi kondisi cuaca di Tanah Air, mulai dari bibit siklon tropis hingga area konvergensi angin yang semakin meluas.
BMKG mengungkap keberadaan bibit siklon tropis 93W yang terpantau di wilayah Filipina bagian tengah. Sistem ini berpotensi meningkatkan kecepatan angin di sekitarnya hingga lebih dari 25 knot, khususnya di perairan timur dan barat Filipina, termasuk wilayah utara dan tengah negara tersebut.
Dampaknya, terjadi pembentukan daerah perlambatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Selat Makassar bagian utara hingga Laut Sulawesi. Hal ini meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan di sekitar wilayah tersebut.
Selain bibit siklon tropis, BMKG mencatat adanya sirkulasi siklonik di beberapa lokasi lain, yakni:
Ketiga sistem ini turut membentuk area konvergensi di berbagai wilayah, termasuk Samudera Hindia barat Lampung, Laut Cina Selatan, perairan Kepulauan Riau, pesisir selatan Kalimantan Tengah, hingga beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur.
Dalam laporannya, BMKG mencatat deretan area konvergensi tambahan yang memanjang di sejumlah wilayah, mulai dari Aceh, pesisir barat Sumatra Barat hingga Lampung, perairan selatan hingga utara Jawa Tengah, Laut Jawa, Kalimantan Selatan, Selat Makassar, hingga Papua bagian barat dan selatan. Kondisi ini memicu peluang pertumbuhan awan hujan dan meningkatkan potensi cuaca signifikan di banyak wilayah Indonesia.
Sejumlah wilayah diminta meningkatkan kewaspadaan karena berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, antara lain:
Sementara itu, wilayah berstatus hujan sedang hingga lebat ditandai dengan kategori warna kuning dalam peta prakiraan BMKG.
BMKG memperingatkan potensi hujan disertai petir di beberapa kota seperti:
Selain itu, sejumlah kota diprediksi mengalami hujan ringan, termasuk Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Bengkulu, Bandar Lampung, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Palangkaraya, Banjarmasin, dan Samarinda. Adapun Jambi diperkirakan berada dalam kondisi berawan tebal.
Pada wilayah timur, potensi hujan petir diperkirakan terjadi di Kupang.
Sementara hujan sedang diprediksi berlangsung di Mamuju dan Merauke. Kota-kota lain seperti Denpasar, Mataram, Makassar, Palu, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya berpotensi diguyur hujan ringan.
BMKG menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama bagi wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem. Lembaga tersebut mengimbau masyarakat untuk terus memperbarui informasi melalui situs resmi BMKG dan kanal media sosial mereka. (E-3)
SELURUH aktivitas kunjungan wisata di kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, resmi ditutup total hingga (27/1).
PT Kereta Api Indonesia (Persero) masih membatalkan sejumlah perjalanan kereta api di wilayah KAI Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto.
Kereta api batal karena cuaca ekstrem dan banjir? Penumpang berhak refund penuh. Berikut panduan klaim refund tiket KAI dengan mudah.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan 16 perjalanan kereta api akibat dampak cuaca ekstrem dan banjir yang melanda sejumlah wilayah.
Sirkulasi siklonik yang sebelumnya terpantau di selatan Nusa Tenggara Barat sempat berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S.
CUACA ekstrem masih berpotensi di 20 daerah Selasa (20/1), hingga berdampak bencana hidrometeorologi.
Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari telah menyebabkan banyaknya bencana longsor, banjir, pohon tumbang.
Di Jakarta Utara, satu RT di Kelurahan Ancol ketinggian air mencapai 25 sentimeter (cm), sementara di Jakarta Barat, tiga RT di Kelurahan Kedaung Kali Angke dengan ketinggian hingga 60 cm.
Hujan mengguyur ibukota sejak Minggu, 18 Januari 2026 dini hari, membuat sejumlah wilayah terendam banjir. Salah satu titiknya berada di Jembatan Tiga hingga Jalan Pluit Selatan Raya.
Langkah darurat yang segera dilakukan adalah Operasi Modifikasi Cuaca dengan mengerahkan tiga pesawat guna mengurangi intensitas hujan.
OMC bukanlah solusi sapu jagat. Dia hanya merupakan bagian dari penanganan banjir yang melibatkan unsur-unsur lebih luas lagi.
BMKG: Rekayasan atau modifikasi cuaca ini dilakukan untuk mencegah potensi banjir yang kerap terjadi di wilayah Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved