Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA penanganan darurat untuk bencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus dipercepat oleh tim gabungan. Berdasarkan data sementara per Senin (1/12) pukul 17.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia banjir Sumatra dan Aceh mencapai 604 jiwa, sementara 464 orang masih dinyatakan hilang.
Kapusdatin BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa situasi di lapangan masih sangat dinamis. BNPB, bersama TNI/Polri, Basarnas, kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah masih bekerja untuk melakukan pencarian dan pertolongan, penyaluran bantuan logistik, serta pembukaan akses wilayah terisolasi.
"Kondisi di tiga provinsi terdampak cukup berat, terutama karena akses transportasi banyak yang terputus. Namun tim terus berupaya maksimal membuka akses dan mempercepat pencarian korban," kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Selasa (2/12).
Ia merinci, di Sumatra Utara 283 orang dilaporkan meninggal dunia. Para korban berasal dari berbagai daerah, termasuk Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Kota Padangsidimpuan, Deli Serdang, dan Nias. Sementara itu, 173 orang masih hilang.
Penyaluran logistik tahap pertama ke beberapa wilayah, termasuk Kota Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan, telah mencapai 100%. Namun, pendistribusian ke Mandailing Natal, Gunungsitoli, dan Nias Selatan masih terkendala pemutusan akses darat.
Untuk mengatasi hal ini, distribusi melalui udara menggunakan helikopter BNPB dan TNI AD terus dilakukan, termasuk pengiriman sembako, BBM, genset, peralatan dapur, dan perangkat komunikasi berbasis satelit seperti Starlink.
Sementara itu, di Provinsi Aceh mencatat 156 korban meninggal dunia dan 181 orang hilang. Data korban berasal dari Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, hingga Nagan Raya. Lonjakan jumlah korban hilang disebabkan adanya laporan tambahan dari masyarakat di berbagai kabupaten/kota.
Kondisi infrastruktur di Aceh juga masih sangat terdampak. Hampir seluruh jalur utama tidak dapat dilalui, termasuk perbatasan Sumatra–Aceh Tamiang, jalur Gayo Lues–Aceh Tamiang, Bireuen–Takengon, dan Bener Meriah–Bireuen. Jalur Banda Aceh–Lhokseumawe pun masih terputus, meskipun akses alternatif melalui Jembatan Gantung Awe Geutah telah dibuka secara terbatas.
"Untuk menjamin kelancaran koordinasi, BNPB telah mengaktifkan perangkat komunikasi darurat Starlink di Aceh Timur, Aceh Utara, Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, Lhokseumawe, Bireuen, dan Aceh Tamiang," ujarnya.
"Bantuan logistik juga mulai dikirim melalui jalur laut menggunakan Kapal Express Bahari dari Pelabuhan Krueng Geukeuh menuju Kuala Langsa, membawa hygiene kit, selimut, sembako, alat kebersihan, dan makanan siap saji," sambungnya.
Lebih lanjut, untuk wilayah Sumatra Barat, jumlah korban meninggal mencapai 165 jiwa dan 114 lainnya masih hilang. Sebaran korban mencakup Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Solok, Kota Solok, hingga Pesisir Selatan.
BNPB bersama TNI dan Basarnas telah mengirim bantuan logistik seberat 4 ton melalui jalur udara ke Kabupaten Solok, Agam, dan Pasaman Barat. Bantuan tersebut meliputi makanan kemasan, beras, air mineral, kasur, serta obat-obatan.
Abdul Muhari menegaskan bahwa seluruh elemen pemerintah pusat dan daerah, termasuk relawan dan mitra internasional, terus bekerja siang dan malam.
"Kami mengutamakan pencarian korban dan pembukaan akses, sambil memastikan layanan vital dan kebutuhan dasar masyarakat dapat segera pulih," tuturnya.
BNPB memastikan pembaruan informasi banjir Sumatra dan Aceh akan disampaikan secara berkala sesuai perkembangan di lapangan. (H-3)
WARGA terdampak banjir di wilayah pedalaman Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, hingga kini masih membutuhkan kejelasan terkait tempat tinggal.
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh terus mendukung pemulihan layanan dasar pascabencana di Provinsi Aceh.
WARGA di Kabupaten Bireuen, Aceh, harus menelan pil pahit karena 47 hari sejak bencana banjir bandang pada November 2025 lalu penanganan dampak bencana hingga bantuan belum maksimal.
VIRAL di media sosial video merekam menumpuknya berbagai macam bantuan logistik di sebuah gudang yang diduga gudang milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Aceh.
SUNGGUH lama dan sangat perih penderitaan ribuan warga Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
PEMERINTAH Kota Padang akhirnya mencairkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi korban terdampak banjir yang terjadi akhir November lalu.
Program makan bergizi gratis atau MBG tetap disalurkan selama libur sekolah, Direktur Ekonomi Celios mengusulkan agar MBG dialihkan untuk membantu korban bencana banjir di Sumatra
Korban banjir bandang Sumatra asal Jawa Tengah difasilitasi oleh pemda pulang ke kampung halaman. Sedikitnya ada 100 warga asal Jateng yang terdampak banjir bandang di Sumatra.
Presiden Prabowo menyetujui penyaluran baju ekspor apkiran bagi korban banjir Sumatra. Baju tersebut berasal dari dua perusahaan garmen dan jumlahnya mencapai 125 ribu potong.
Data terbaru korban banjir Sumatra mencatat hampir 1.000 korban jiwa dan lebih dari 3 juta warga terdampak. BNPB siapkan pengungsian terpadu.
BNPB merilis data terbaru banjir dan longsor di Sumatra: 916 meninggal, 274 hilang, 3,3 juta terdampak, dan lebih dari 105 ribu rumah rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved