Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA banjir bandang hingga tanah longsor dahsyat menerjang tiga provinsi paling utara di Pulau Sumatra, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Sudah lebih dari 440 jiwa melayang akibat bencana di tiga provinsi tersebut, ratusan lainnya masih hilang, dan puluhan ribu jiwa mengungsi. Pemerintah pusat hingga kini belum menetapkan bencana di Sumatra sebagai bencana nasional.
Sejak Selasa (25/11) hingga Minggu (30/11), tiga bupati di Aceh yakni Aceh Selatan, Aceh Timur, dan Pidie Jaya menyatakan mereka tak sanggup menangani bencana ini sendiri. Mereka mengirimkan surat pernyataan resmi ke Pemerintah Provinsi Aceh yang menyatakan hal tersebut sekaligus untuk minta bantuan.
Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, jadi yang pertama yang menyatakan tak mampu menangani bencana di wilayahnya. Surat ia teken pada 25 November 2025. Hujan deras yang mengguyur sejak Selasa (25/11) sampe Kamis (27/11) membuat banjir dan longsor terjadi di hampir seluruh kabupaten di Aceh. Rumah warga rusak, jalan utama jtelah menjadi lumpur, dan ekonomi lokal berhenti tiba-tiba.
Daerah yang mengalami dampak parah termasuk Kecamatan Bandar Baru, Panteraja, Trienggadeng, dan Meureudu. Aktivitas warga terputus, pemukiman rusak, dan infrastruktur seperti jalan rusak berat.
"Pemkab Pidie Jaya tidak dapat menangani penanggulangan bencana tersebut sepenuhnya mengingat keterbatasan anggaran, sumber daya serta peralatan yang dimiliki," tulis Sibral dalam suratnya.
Di Aceh Selatan, Bupati Mirwan juga mengirimkan surat nomor 360/1975/2025 tanggal 27 November 2025. Banjir dan longsor melanda 11 kecamatan di kabupaten tersebut.
Akses transportasi putus, warga dievakuasi ke tempat aman, dan pasar tradisional tutup. Puluhan infrastruktur seperti jalan, jembatan, saluran irigasi, sekolah, fasilitas kesehatan, dan sanitasi rusak berat.
Mirwan menyatakan dalam suratnya Pemkab tak punya cukup anggaran, logistik, alat, dan tenaga kerja untuk melakukan penanganan.
"Dipandang perlu Pemerintah Aceh untuk mengambil alih penanganan darurat bencana banjir di Kabupaten Aceh Selatan," tulisnya.
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, ikut menyerah lewat surat nomor 360/5654BFBD/2025. Bencana banjir bandang dan longsor kali ini dipandang terlalu besar untuk ditangani sendiri oleh Pemkab Aceh Tenga.
"Mengingat kondisi dampak bencana ini, kami selaku Bupati Aceh Tengah menyatakan ketidakmampuan dalam melaksanakan upaya penanganan darurat bencana sebagaimana mestinya," ucap Haili.
Tiga bupati tersebut sama-sama meminta Pemprov Aceh turun tangan mengambil alih agar penanganan bencana dapat berjalan lebih cepat dan terkoordinasi. (E-4)
BANJIR dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir 2025 meninggalkan dampak berkepanjangan bagi masyarakat setempat.
Gerakan ini merupakan sinergi lintas sektor yang melibatkan musisi lintas generasi, komunitas, serta dukungan penuh dari pemerintah dan sektor swasta.
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
DUA bulan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 27 November 2025, sebanyak 40 warga di Sumatra Utara masih dinyatakan hilang.
LAILATUL BARA'AH atau yang akrab disebut Malam Nisfu Syakban di Provinsi Aceh dirayakan dengan penuh khidmat.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
PEMERINTAH Kota Padang akhirnya mencairkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi korban terdampak banjir yang terjadi akhir November lalu.
Program makan bergizi gratis atau MBG tetap disalurkan selama libur sekolah, Direktur Ekonomi Celios mengusulkan agar MBG dialihkan untuk membantu korban bencana banjir di Sumatra
Korban banjir bandang Sumatra asal Jawa Tengah difasilitasi oleh pemda pulang ke kampung halaman. Sedikitnya ada 100 warga asal Jateng yang terdampak banjir bandang di Sumatra.
Presiden Prabowo menyetujui penyaluran baju ekspor apkiran bagi korban banjir Sumatra. Baju tersebut berasal dari dua perusahaan garmen dan jumlahnya mencapai 125 ribu potong.
Data terbaru korban banjir Sumatra mencatat hampir 1.000 korban jiwa dan lebih dari 3 juta warga terdampak. BNPB siapkan pengungsian terpadu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved