Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak sebagai kelompok yang paling rentan.
Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso, menegaskan bahwa kondisi psikologis dan kesehatan anak harus menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat karena anak-anak yang terdampak banjir berisiko mengalami berbagai gangguan emosional.
"Anak-anak ini menjadi salah satu kelompok yang sangat rentan dan perlu kita lindungi. Anak-anak bisa mengalami trauma, ketakutan, cemas, bahkan mimpi buruk," kata Piprim, dikutip Selasa (2/12).
Situasi penuh tekanan di lokasi bencana, ditambah perubahan lingkungan yang drastis, dapat membuat anak-anak sulit beradaptasi secara emosional.
Untuk membantu mengurangi tekanan psikologis tersebut, Piprim menganjurkan adanya aktivitas pendukung yang dapat mengalihkan perhatian anak dari suasana bencana.
"Perlu upaya-upaya seperti mengajak mereka bermain, aktivitas-aktivitas untuk mereka sejenak seperti menggambar dan sebagainya. Ini bisa jadi salah satu opsi untuk mengatasi anak-anak di fase-fase akut ini," jelas Piprim.
Selain dukungan mental, aspek kesehatan fisik juga tidak kalah penting. Ia menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan bergizi dan air bersih harus dipastikan tersedia untuk anak-anak.
"Pastikan anak-anak bisa mendapatkan makanan yang bergizi, air bersih yang aman, karena saya kira anak-anak ini rentan, termasuk juga rentan terhadap penyakit menular di pengungsian," tambahnya.
Risiko penyakit di pengungsian juga menjadi perhatian serius. Penyakit seperti campak dapat menyebar sangat cepat di lingkungan yang padat. Karena itu, IDAI mendorong agar anak-anak di pengungsian tetap mendapatkan imunisasi yang diperlukan.
"Imunisasi pada anak-anak di tempat pengungsian ini bisa menjadi salah satu hal yang mungkin perlu diupayakan," ujarnya.
Piprim juga mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan pemberian Air Susu Ibu (ASI) bagi bayi dan balita di daerah bencana.
Menurutnya, dukungan terhadap ibu menyusui harus diperkuat agar bayi tetap mendapatkan nutrisi optimal.
Dengan berbagai langkah tersebut, IDAI berharap penanganan anak-anak di lokasi banjir dapat dilakukan secara lebih komprehensif, baik dari sisi fisik maupun emosional, demi memastikan keselamatan dan kesejahteraan mereka selama masa tanggap darurat. (Ant/Z-1)
TB pada anak bukan sekadar batuk biasa, melainkan ancaman terhadap masa depan mereka.
Edukasi seksual ini merupakan langkah preventif utama untuk mencegah penyimpangan seksual pada anak di masa depan.
Gangguan hormon yang tidak ditangani sejak dini dapat menghambat perkembangan organ reproduksi secara optimal.
Proses grooming biasanya dimulai dengan upaya halus untuk menumbuhkan rasa percaya.
Child grooming adalah proses manipulatif ketika pelaku, biasanya orang dewasa, membangun hubungan emosional dengan seorang anak.
Child grooming adalah proses sistematis untuk mempersiapkan anak menjadi korban pelecehan.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Proses distribusi dilakukan secara terukur agar bantuan tepat sasaran sesuai dengan eskalasi kebutuhan di setiap lokasi.
Selain warga Jakarta Barat, terdapat delapan KK warga Kelurahan Cipete Utara yang terpaksa mengungsi di Mushalla Nurul Iman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved