Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Cegah Kelaparan yang Berpotensi Timbulkan Penjarahan dan Pelakunya Dipidana, JK Minta Pemerintah Percepat Kirim Bantuan ke Daerah Bencana

Kautsar Widya Prabowo 
01/12/2025 14:11
Cegah Kelaparan yang Berpotensi Timbulkan Penjarahan dan Pelakunya Dipidana, JK Minta Pemerintah Percepat Kirim Bantuan ke Daerah Bencana
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla (tengah).(MGN)

WAKIL Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menanggapi aksi penjarahan yang dilakukan sebagian warga terdampak banjir dan longsor di Sumatra Utara. JK mendesak pemerintah untuk bergerak cepat menyalurkan bantuan agar situasi tidak semakin memburuk.

"Pertama, kita imbau pemerintah cepat membantu agar tidak terjadi penjarahan. Itu ruangnya. Cepat membantu agar tidak terjadi penjarahan," kata JK seusai meninjau bantuan yang dihimpun PMI di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin, 1 Desember 2025.

JK menegaskan bahwa aksi penjarahan tetap tidak dapat dibenarkan. Namun ia memahami kondisi di lapangan yang sangat darurat, di mana banyak warga kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok.

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu memperingatkan bahwa aksi penjarahan dapat memicu situasi lebih berbahaya jika tidak ditangani segera. Karena itu, ia menekankan pentingnya percepatan distribusi bantuan ke daerah terdampak.

"Kalau begini, penjarahan bahaya. Karena itu harus cepat bantuan. Jadi masyarakat juga harus cepat membantu," ujar JK.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menilai aksi warga yang mengambil barang pokok di sejumlah minimarket bukan merupakan penjarahan, melainkan bentuk kepanikan karena kelaparan.

"Bukan hanya di Aceh Tamiang, tadi di Tapanuli Tengah saat kita mendistribusikan logistik ke Bandara Pinangsori, ada sekelompok masyarakat yang berusaha merebut logistik itu. Kami perintahkan untuk diberikan saja," kata Suharyanto dalam program Metro Hari Ini, Metro TV, Minggu, 30 November 2025.

Menurutnya, masyarakat tidak memiliki niat jahat. Tindakan tersebut muncul karena rasa takut tidak mendapatkan makanan setelah berhari-hari terkepung bencana tanpa pasokan logistik yang memadai.

"Kita yakin masyarakat ini bukan berniat jahat, tapi karena takut. Mungkin karena sudah beberapa jam atau bahkan beberapa hari belum makan," ujarnya. (Bob/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik