Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNA mendukung kelancaran program Makan Bergizi Gratis (MBG), Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) mengambil langkah strategis dengan mempersiapkan lulusan ahli gizi yang kompeten dan siap berkontribusi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
Upaya ini diharapkan dapat memastikan setiap SPPG diisi oleh tenaga profesional yang mampu menjalankan peran krusial dalam penyelenggaraan makanan yang aman dan bergizi.
Menyadari masih adanya kesenjangan jumlah tenaga ahli gizi di sejumlah SPPG, Persagi tidak tinggal diam. Mereka telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Gizi Nasional (BGN) pada 11 November 2025, serta menggandeng Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Gizi dan Asosiasi Institusi Pendidikan Vokasi Gizi.
“Bagaimanapun, Persagi mendukung MBG karena kita tahu dampaknya tanpa ahli gizi akan terjadi hal yang tidak kita inginkan. Kami mendorong agar mahasiswa gizi, baik dari program vokasi (D3-D4) maupun sarjana (S1/Profesi), dapat melakukan magang di SPPG setempat. Bahkan, kami mengusulkan peningkatan bobot SKS magang dari 1-2 menjadi 4 SKS,” jelas Sekjen Persagi Prof. Ir. Trina Astuti, MPS.
Melalui program magang ini, mahasiswa tidak hanya mendapat pengalaman praktis, tetapi juga diharapkan termotivasi untuk berkarier di SPPG setelah lulus.
Dengan adanya SPPG hingga ke kampung-kampung terpencil, lulusan ahli gizi memiliki peluang kerja yang luas di berbagai daerah.
Sementara, menunggu ketersediaan ahli gizi yang lebih banyak lagi, Persagi mengusulkan solusi jangka pendek kepada SPPG yang sudah beroperasi. Saat ini, pendampingan oleh tenaga gizi yang ada di Puskesmas atau Dinas Kesehatan setempat bisa dilakukan. Tenaga ini dapat membantu mengawasi proses krusial di SPPG, seperti penerimaan bahan pangan dan pendampingan saat pengolahan makanan.
“Kita tidak bisa menghentikan program hanya karena belum ada ahli gizi. Program harus berjalan. Karena itu, kita bisa lakukan pendampingan atau pelatihan bagi staf yang ada,” tegas Prof. Trina.
Dengan kolaborasi antara Persagi, Pemerintah, dan institusi pendidikan, diharapkan kebutuhan ahli gizi di SPPG dapat terpenuhi secara bertahap. Targetnya, pada Maret 2026, sudah ada lulusan yang siap melamar dan berkontribusi di SPPG terdekat.
“Kami sudah mempromosikan dan berkolaborasi dengan perguruan tinggi. Mari kita siapkan mahasiswa agar setelah lulus dapat berkontribusi di SPPG-SPPG di sekitar tempat tinggalnya,” pungkas Prof. Trina.
Langkah ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan tenaga ahli, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan gizi masyarakat melalui SPPG di seluruh Indonesia. (Z-1)
Ahli gizi Alvaro Vargas menegaskan bahwa roti gandum utuh 100 persen justru dapat menjadi bagian penting dari pola makan sehat.
KETUA Umum DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Doddy Izwardy, menyoroti pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam pola makan sehat.
Dalam hal serat, asupan yang terlalu tinggi dapat mengganggu keseimbangan nutrisi secara keseluruhan.
Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) memperingati Hari Gizi Nasional dengan menggelar edukasi gizi serentak di ribuan sekolah di seluruh Indonesia.
AHLI gizi di luar negeri menekankan bahwa kurma merupakan sumber energi cepat yang nyata dan berguna dalam rutinitas makan sehari-hari.
Menurut Healthline dan Cleveland Clinic, resistensi insulin terjadi ketika sel tubuh tidak lagi merespons insulin secara efektif.
SPPG tidak hanya berfungsi sebagai dapur penyedia makanan, tetapi juga pusat edukasi gizi, pelayanan masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan lokal.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati menegaskan pengawasan ketat bahan baku dan alat dapur SPPG guna mencegah insiden keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis.
WAKIL Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menyerukan agar mitra tidak lepas tanggung jawab terhadap pelaksanaan dapur SPPG
Pemerintah mencatat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin meluas cakupannya dengan jumlah penerima manfaat yang kini telah menembus angka 60 juta orang
Dewan Pendidikan Kota Pematangsiantar Robert Tua Siregar mengatakan program ini dirancang untuk meningkatkan asupan gizi anak.
Dalam upaya memberdayakan para penjual makanan di sekitar sekolah penerima manfaat MBG, mitra bisa bekerja sama dengan pengawas gizi di setiap SPPG.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved