Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KETERLIBATAN tenaga ahli gizi profesional ditekankan Badan Gizi Nasional (BGN) sangat penting dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ahli gizi yang dipekerjakan oleh setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus memiliki gelar sarjana gizi.
“Kami menilai sangat penting kehadiran para tenaga ahli gizi yang profesional dalam setiap SPPG yang ada di Indonesia. Secara ketentuan, posisi ahli gizi dalam Program MBG memang disyaratkan minimal berpendidikan sarjana gizi,” ucap Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sanjaya.
Sony yang hadir dalam acara Focus Group Discussion Food Safety dan Tata Kelola Dapur MBG di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (4/10), mengakui bahwa tidak semua daerah mengalami kekurangan sarjana gizi. Sebab itu, BGN akan berkomunikasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemensainsdikti), serta Kementerian Kesehatan untuk mengambil utusan dari bidang pendidikan mana saja yang mengambil peran ahli gizi pada SPPG.
“Pembahasan lintas kementerian tersebut diharapkan dapat segera menghasilkan pedoman baru yang lebih adaptif terhadap kondisi di lapangan. Mudah-mudahan secepatnya ini akan segera diinformasikan,” tuturnya.
Penerapan SOP di SPPG
Sony juga menyingung pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara disiplin di seluruh SPPG, langkah ini untuk menjaga mutu makanan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan di lapangan. Seluruh petugas SPPG wajib memahami dan menerapkan SOP yang telah ditetapkan BGN, mulai dari proses penerimaan bahan baku, pengolahan makanan nabati dan hewani, hingga pendistribusian kepada penerima manfaat.
“BGN sudah memiliki SOP yang lengkap, seperti SOP penerimaan barang, persiapan, pengolahan bahan, sampai distribusi. Kami menekankan agar seluruh kepala SPPG melaksanakannya secara konsisten. Salah satu aturan penting dalam SOP adalah kewajiban penggunaan alat pelindung diri (APD), serta harnet atau penutup rambut bagi petugas yang memproduksi makanan MBG, karena itu bagian dari upaya menjaga kebersihan dan higienitas makanan,” bebernya.
Sony mengingatkan, SOP bukan sekadar dokumen administratif, tetapi pedoman kerja yang harus dipahami dan dijalankan dengan kesadaran penuh oleh setiap petugas. Kalau SOP hanya dijadikan formalitas, pelaksanaannya akan terpaksa dan lama-lama diabaikan. Tapi kalau benar-benar dipahami akan muncul kesadaran untuk bekerja sesuai standar.
“Saya berharap penerapan SOP dapat dijalankan secara menyeluruh dan berkesinambungan di setiap SPPG. Selain menjaga kualitas makanan, hal tersebut juga menjadi langkah preventif untuk mencegah munculnya kasus keracunan dalam pelaksanaan program MBG,” sambungnya. (M-1)
Peran dapur mitra UMKM sangat krusial dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa berkebutuhan khusus.
PSI menyebut tingginya kepuasan publik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi indikasi pemerintah mendengarkan masukan dan kritik masyarakat.
MoU ini fokus pada dua sektor utama. Yakni energi hijau dan ketahanan pangan.
UNICEF memberikan apresiasi tinggi atas komitmen kepemimpinan Indonesia dalam membangun kualitas generasi masa depan melalui penguatan gizi ibu dan anak.
PROSES pengelolaan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Sarolangun, Polda Jambi, dipuji oleh Tim Satgas Pangan dan Gizi.
Persoalan mulai dari kebersihan dapur, proses perizinan, pengelolaan limbah dan pembuangan limbah ke sungai.
SPPG tidak hanya berfungsi sebagai dapur penyedia makanan, tetapi juga pusat edukasi gizi, pelayanan masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan lokal.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati menegaskan pengawasan ketat bahan baku dan alat dapur SPPG guna mencegah insiden keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis.
WAKIL Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menyerukan agar mitra tidak lepas tanggung jawab terhadap pelaksanaan dapur SPPG
Pemerintah mencatat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin meluas cakupannya dengan jumlah penerima manfaat yang kini telah menembus angka 60 juta orang
Dewan Pendidikan Kota Pematangsiantar Robert Tua Siregar mengatakan program ini dirancang untuk meningkatkan asupan gizi anak.
Dalam upaya memberdayakan para penjual makanan di sekitar sekolah penerima manfaat MBG, mitra bisa bekerja sama dengan pengawas gizi di setiap SPPG.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved