Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Gizi Nasional (BGN) menanggapi video viral di media sosial (medsos) yang memperlihatkan seorang pria berjoget di sebuah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sembari menunjukkan insentif sebesar Rp6 juta.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan pihaknya telah menugaskan Direktur Pemantauan dan Pengawasan BGN untuk menemui pria tersebut dan memberi teguran keras.
"Kami lagi tugaskan Direktur Pemantauan dan Pengawasan untuk bertemu. Ini barusan saya telepon Brigjen Doni Dewantoro, Direktur Tauwas wilayah II, sudah bertemu dan sudah ditegur keras," ungkapnya, Rabu (25/3).
Lebih lanjut, Nanik mengaku kecewa terhadap pria yang merupakan mitra pemilik SPPG tersebut. "Yang jelas kami sangat menyayangkan dan kecewa dengan sikap mitra yang demikian," ujar dia.
Dia pun menyoroti viral video joget pria tersebut di dalam sebuah dapur MBG tanpa dilengkapi APD. Nanik mempertanyakan aksi pria tersebut.
"Mengapa harus overacting seperti itu, apalagi ada konten-konten yang dia buat di dalam dapur tanpa APD. Tentu kami akan memantau dapurnya," ujarnya.
Nanik juga memastikan BGN telah memantau SPPG milik pria tersebut dan melakukan pembekuan sementara (suspend). SPPG milik pria itu di-suspend lantaran tidak sesuai petunjuk teknis (juknis) setelah dicek BGN.
"Kebetulan setelah dicek dapurnya ternyata layout-nya salah dan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)-nya tidak benar, jadi kita suspend," katanya.
Nanik juga mengatakan bahwa pria yang viral tersebut memiliki tujuh titik SPPG. Dia pun mengingatkan kepemilikan SPPG bukan proyek bisnis.
"Jadi saya ingat katanya sih, dia dapat tujuh dapur ya, tujuh titik. Tapi yang running baru satu yang udah mulai. Yang lainnya belum, belum running (beroperasi)," kata Nanik.
"Ini bukan bisnis ya. Ini adalah program pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak. Bukan kemudian dilakukan seperti itu," sambungnya.
BGN telah melakukan suspend terhadap satu SPPG milik pria tersebut setelah diketahui tidak mematuhi petunjuk teknis (juknis). Sementara, keenam SPPG milik pria itu masih belum beroperasi dan akan diawasi ketat BGN selama proses pendirian hingga pelaksanaannya.
"Ini, ini, saya juga nggak tau dia, tapi yang running katanya baru satu. Nanti yang lainnya enam kita awasi," kata Nanik.
"(Alasan di-suspend) Salah layout. Jadi kan ada juknis tuh, layout-nya, misalnya dapur harus seperti ini. Maksudnya harus seperti, kan ada juknisnya. Nah itu salah layout-nya," sambungnya.
Nanik menyayangkan aksi pria tersebut berjoget di dalam dapur MBG tanpa APD hingga ramai jadi perbincangan publik. Dia lantas mengingatkan seluruh pemilik SPPG agar tidak melakukan hal serupa.
"Saya juga nggak suka juga, dia bikin konten lagi di dalam dapur yang tidak pakai APD, itu kan juga salah. Iyalah untuk pembelajaran yang lain. Nggak usah mitra aneh-aneh," pungkasnya. (Z-2)
Dalam aksinya, warga tetap mendukung Program MBG yang diluncurkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto Namun menolak pembangunan Dapur MBG tanpa izin warga.
Puluhan Kepala SPPG di Solo Raya laporkan minimnya ruang istirahat dan peralatan dapur tak standar. BGN ancam suspend mitra nakal
Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di SPPG Dauh Peken 5, Tabanan, Bali untuk memastikan pemenuhan hak pangan bergizi anak.
Waka BGN Nanik Sudaryati Deyang menegaskan mitra Program Makan Bergizi Gratis wajib menyiapkan ruang istirahat layak dan peralatan dapur baru. Pelanggaran terancam disuspend.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati menegaskan pengawasan ketat bahan baku dan alat dapur SPPG guna mencegah insiden keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved