Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencerminkan bahwa isu triple burden of malnutrition atau beban rangkap tiga malanutrisi di Indonesia masih sangat tinggi.
Berdasarkan SKI 2023, anak yang mengalami stunting mencapai 20,7%; anak yang terlalu kurus (wasting) sebesar 10,8%. Sementara itu anak yang mengalami gizi lebih seperti kelebihan berat badan berada di angka 11,9% dan obesitas mencapai 7,8%. Adapun anak yang mengalami defisiensi zat gizi mikro tercatat sebanyak 16,3%.
“Defisiensi mikronutrien adalah kekurangan vitamin dan mineral. Jadi kalau kekurangan dan kelebihan gizi merujuk pada zat gizi makro, atau zat gizi yang ibaratnya ukurannya besar dan dikonsumsi dalam jumlah relatif banyak. Contoh zat gizi makro adalah karbohidrat, lemak, dan protein,” kata Dosen dan Ketua Departemen Gizi FKM Universitas Indonesia, Fathimah S. Sigit, dikutip Kamis (20/11).
Ia menjelaskan bahwa defisiensi mikronutrien dapat terjadi meskipun asupan zat gizi makro telah mencukupi. Dengan kata lain, anak mungkin saja sudah mendapatkan karbohidrat, protein, dan lemak yang cukup, tetapi tetap mengalami kekurangan vitamin dan mineral penting yang berfungsi mendukung tumbuh kembang optimal.
Masalah gizi ini dipandang pemerintah sebagai ancaman dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Karena itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan status gizi anak dan membantu mencetak generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan produktif.
Melalui ompreng (food tray) MBG, para siswa menerima sajian lengkap berupa nasi, sayur, telur atau daging, buah, hingga susu. Menu tersebut disusun sesuai dengan konsep Isi Piringku, pedoman yang menggambarkan komposisi makanan seimbang bagi anak.
“Siswa juga jadi tahu bahwa isi menu di piring yang benar disebut Isi Piringku. Isi Piringku adalah gambaran makanan dengan proporsi seimbang—setengah piring berisi buah dan sayur, serta setengahnya lagi berisi karbohidrat dan protein. Dengan melihat langsung di ompreng, anak lebih mudah memahami apa itu makan bergizi,” jelas Fathimah.
Fathimah menjelaskan bahwa protein sangat penting bagi tubuh karena berfungsi membentuk massa otot serta jaringan organ, termasuk jaringan otak. Selain itu, siswa tetap membutuhkan karbohidrat, meskipun tidak dalam jumlah berlebihan, karena karbohidrat adalah sumber energi utama untuk aktivitas belajar. Lemak juga harus ada dalam komposisi Isi Piringku sebab lemak berperan sebagai cadangan energi.
“Vitamin dan mineral harus selalu ada dalam wujud setengah piringku karena vitamin dan mineral merupakan pendukung metabolisme tubuh dan berbagai fungsi vital lainnya. Jadi sustainability dari manfaat program MBG diharapkan muncul dari filosofi gizinya yang terinternalisasi di kalangan siswa,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Satriyo Krido Wahono, menegaskan bahwa menu MBG yang diberikan kepada siswa memang harus memenuhi standar gizi.
“Komposisi dan kuantitas gizi dari sisi Isi Piringku sudah terpenuhi, ya. Di dalamnya ada protein, karbohidrat, makanan pokok, kemudian buah dan sayur — itu sudah memenuhi,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pemenuhan gizi pada menu MBG juga harus didukung oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berani berkreasi menyusun menu bergizi seimbang bagi anak.
“Terkait komposisi dan kuantitas ini, banyak hal yang harus dipastikan. Anggaran yang masuk dan dapat dibelanjakan harus benar-benar sampai sesuai target,” ujarnya.
“Termasuk komposisi gizi yang sudah diatur. Saya rasa ada siklus menu di SPPG — berapa banyak variasi dalam sekian puluh hari, lalu kembali lagi. Menu itu harus dipastikan tidak hanya komposisinya, tetapi kuantitasnya juga terpenuhi,” pungkasnya. (H-2)
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
Anggota Komisi IX DPR Nurhadi menegaskan pentingnya penguatan aspek regulasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keberhasilan program MBG sangat ditentukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, legislatif, hingga akademisi.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
FAO mencatat 43,5% penduduk Indonesia tak mampu membeli pangan sehat. Program Makan Bergizi Gratis dinilai krusial bagi keluarga prasejahtera.
Gizi seimbang adalah kombinasi menu makanan sehari-hari yang mengandung seluruh zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.
Agar tak bingung, soal jenis, kuantitas, dan kualitas yang nutrisi sesuai dengan karakter tubuh kita, kamu bisa manfaatkan fitur Met-U lewat aplikasi U by Prodia.
Dokter spesialis gizi klinik lulusan Universitas Indonesia, Angela Dalimarta, menyatakan bahwa nutrisi yang tepat merupakan fondasi utama dalam membangun daya tahan tubuh.
Cara penyimpanan makan juga memiliki potensi untuk merusak kandungan nutrisi atau gizi yang terdapat dalam makanan yang nantinya hendak dikonsumsi.
Dalam menjalankan program Makanan Bergizi Gratis pada anak-anak, pemerintah perlu memahami konsep dari makanan sehat itu sendiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved