Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Cegah Bullying di Sekolah dengan Cara Menyenangkan

M Iqbal Al Machmudi
19/11/2025 17:22
Cegah Bullying di Sekolah dengan Cara Menyenangkan
Ilustrasi kekerasan(Antara)

KEMENTERIAN  Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), memperkuat langkah pencegahan perundungan (bullying) di sekolah melalui pengembangan budaya belajar aman, nyaman, dan menyenangkan. Salah satu intervensi utama dengan Gerakan Tujuh Kebebasan Anak Indonesia Hebat yang kini diintensifkan di seluruh satuan pendidikan.

Ketua Tim Kerja Peserta Didik Kemendikdasmen, Asep Sukmayadi, menjelaskan bahwa gerakan tersebut mencakup tujuh aspek pembiasaan positif seperti bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, belajar, bermasyarakat, dan tidur lebih awal. 

Menurutnya, kebiasaan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari strategi membangun karakter anak yang lebih baik dan mencegah perundungan.

"Anak-anak kita hari ini menghadapi tekanan besar dari dunia digital. Interaksi melalui internet dan media sangat intens, dan ini memberi pengaruh kuat terhadap perilaku mereka. Karena itu, pembiasaan positif di sekolah dan rumah menjadi benteng pertama untuk mencegah perilaku bullying," kata Asep dalam Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (19/11). 

Asep menegaskan bahwa tantangan terberat saat ini bukan hanya berasal dari lingkungan bermain, tetapi juga dari lingkungan virtual yang sulit diawasi langsung oleh orang ua maupun guru.

“Frekuensi anak berinteraksi dengan media makin tinggi. Ini sumber pengaruh yang tak bisa kita pandang enteng,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemendikdasmen mendorong keterlibatan sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. Kolaborasi ini dianggap penting agar upaya pencegahan perundungan tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi juga tercermin dalam budaya interaksi sehari-hari.

"Bapak Mendikdasmen (Abdul Mu'ti) memasukkan unsur media karena tantangan terbesar kita juga adalah bagaimana interaksi dan frekuensi anak-anak kita berinteraksi dengan media yang menjadi sumber pengaruh, yang perlu kita waspadai," ungkapnya.

Asep menambahkan bahwa pihaknya tengah mengembangkan program untuk memperkuat budaya belajar yang aman dan menyenangkan. Pendekatannya mencakup peningkatan literasi digital, penguatan regulasi internal sekolah, serta pendampingan terhadap peserta didik agar mampu mengekspresikan diri secara positif tanpa menyakiti orang lain. (Iam/M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya