Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Ke Bengkayang, Wamen Fajar Riza Ul Haq Pastikan Revitalisasi Sekolah-Sekolah di Perbatasan

Media Indonesia
13/2/2026 18:15
Ke Bengkayang, Wamen Fajar Riza Ul Haq Pastikan Revitalisasi Sekolah-Sekolah di Perbatasan
WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq.(Dok. Kemendikdasmen)

WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, menegaskan komitmen pemerintah dalam merombak wajah pendidikan di wilayah perbatasan. Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (12/2/2026), ia meresmikan Program Revitalisasi Sekolah sekaligus memimpin Sarasehan Guru dan Kepala Sekolah.

Bengkayang Sebagai Teras Depan Republik Indonesia

Wamen Fajar memberikan sorotan khusus pada posisi strategis Kabupaten Bengkayang yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia. Menurutnya, paradigma lama yang menempatkan wilayah perbatasan sebagai "halaman belakang" harus diubah total menjadi "teras depan".

“Karena ini teras depan, maka wajah pendidikannya harus baik. Apa yang tampak di sini mencerminkan keberadaan dan kualitas negara kita sendiri,” ujar Wamen Fajar di hadapan para pendidik.

Ia menekankan bahwa tantangan anggaran bukan alasan untuk berhenti berikhtiar. Jika pemerintah daerah serta dukungan para kepala sekolah dan guru berkomitmen, menurutnya, selalu ada jalan untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik.

“Kalau komitmennya kuat, selalu ada jalan. Apalagi didukung oleh para pendidik yang hebat-hebat. Kesempatan hanya hilang kalau kita kehilangan harapan,” tegasnya.

Efisiensi Swakelola Tingkatkan Target Jadi 16.000 Sekolah

Salah satu poin krusial yang disampaikan Wamen Fajar adalah lonjakan target jumlah sekolah yang direvitalisasi. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menghidupkan kembali program pembangunan sekolah secara masif yang sempat vakum dalam satu dekade terakhir.

Awalnya, Presiden Prabowo menargetkan revitalisasi pada 10.444 sekolah. Namun, berkat penerapan metode swakelola yang melibatkan pemberdayaan masyarakat, Kemendikdasmen berhasil melakukan efisiensi anggaran yang signifikan.

“Dari efisiensi tersebut, sisa anggaran kami alokasikan kembali untuk membantu sekolah lainnya sehingga jumlahnya meningkat menjadi sekitar 16.000 sekolah,” tambahnya.

Kebangkitan Era SD Inpres di Masa Presiden Prabowo

Wamen Fajar menyebut gerakan ini sebagai momentum kebangkitan pembangunan sekolah kolosal, serupa dengan era SD Inpres di masa lalu. Fokus utama program ini adalah merehabilitasi sekolah dengan kategori rusak berat hingga rusak total.

Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, menyambut baik langkah taktis Kemendikdasmen tersebut. Ia mengapresiasi perhatian pusat terhadap ekosistem pendidikan di daerah perbatasan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendikdasmen. Saya berharap adanya program ini akan memberikan peningkatan signifikan terhadap kualitas pendidikan untuk terwujudnya pendidikan bermutu bagi semua di Kabupaten Bengkayang,” ungkap Sebastianus.

Inspeksi Mendadak di SMP Negeri 1 Anjongan

Di sela-sela agenda resmi, Wamen Fajar melakukan kunjungan mendadak ke SMP Negeri 1 Anjongan, Kabupaten Mempawah. Langkah ini diambil untuk mengecek langsung kondisi fisik sekolah penerima manfaat.

Kepala SMP Negeri 1 Anjongan, Edy Supardi, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan revitalisasi, khususnya pada ruang multimedia. "Kami merasa lega, anak-anak sejak bulan Oktober sudah bisa menerapkan sistem digitalisasi dalam pembelajaran," pungkasnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya