Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, menegaskan komitmen pemerintah dalam merombak wajah pendidikan di wilayah perbatasan. Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (12/2/2026), ia meresmikan Program Revitalisasi Sekolah sekaligus memimpin Sarasehan Guru dan Kepala Sekolah.
Wamen Fajar memberikan sorotan khusus pada posisi strategis Kabupaten Bengkayang yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia. Menurutnya, paradigma lama yang menempatkan wilayah perbatasan sebagai "halaman belakang" harus diubah total menjadi "teras depan".
“Karena ini teras depan, maka wajah pendidikannya harus baik. Apa yang tampak di sini mencerminkan keberadaan dan kualitas negara kita sendiri,” ujar Wamen Fajar di hadapan para pendidik.
Ia menekankan bahwa tantangan anggaran bukan alasan untuk berhenti berikhtiar. Jika pemerintah daerah serta dukungan para kepala sekolah dan guru berkomitmen, menurutnya, selalu ada jalan untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik.
“Kalau komitmennya kuat, selalu ada jalan. Apalagi didukung oleh para pendidik yang hebat-hebat. Kesempatan hanya hilang kalau kita kehilangan harapan,” tegasnya.
Salah satu poin krusial yang disampaikan Wamen Fajar adalah lonjakan target jumlah sekolah yang direvitalisasi. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menghidupkan kembali program pembangunan sekolah secara masif yang sempat vakum dalam satu dekade terakhir.
Awalnya, Presiden Prabowo menargetkan revitalisasi pada 10.444 sekolah. Namun, berkat penerapan metode swakelola yang melibatkan pemberdayaan masyarakat, Kemendikdasmen berhasil melakukan efisiensi anggaran yang signifikan.
“Dari efisiensi tersebut, sisa anggaran kami alokasikan kembali untuk membantu sekolah lainnya sehingga jumlahnya meningkat menjadi sekitar 16.000 sekolah,” tambahnya.
Wamen Fajar menyebut gerakan ini sebagai momentum kebangkitan pembangunan sekolah kolosal, serupa dengan era SD Inpres di masa lalu. Fokus utama program ini adalah merehabilitasi sekolah dengan kategori rusak berat hingga rusak total.
Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, menyambut baik langkah taktis Kemendikdasmen tersebut. Ia mengapresiasi perhatian pusat terhadap ekosistem pendidikan di daerah perbatasan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendikdasmen. Saya berharap adanya program ini akan memberikan peningkatan signifikan terhadap kualitas pendidikan untuk terwujudnya pendidikan bermutu bagi semua di Kabupaten Bengkayang,” ungkap Sebastianus.
Di sela-sela agenda resmi, Wamen Fajar melakukan kunjungan mendadak ke SMP Negeri 1 Anjongan, Kabupaten Mempawah. Langkah ini diambil untuk mengecek langsung kondisi fisik sekolah penerima manfaat.
Kepala SMP Negeri 1 Anjongan, Edy Supardi, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan revitalisasi, khususnya pada ruang multimedia. "Kami merasa lega, anak-anak sejak bulan Oktober sudah bisa menerapkan sistem digitalisasi dalam pembelajaran," pungkasnya. (H-3)
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) memperkuat pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di lingkungan sekolah dengan menekankan pentingnya kesadaran kesehatan sejak dini.
Pemerintah salurkan PIP 2026 sebesar Rp450 ribu per tahun untuk 888 ribu murid TK guna perkuat Wajib Belajar 13 Tahun dan pemerataan pendidikan.
Pemerintah daerah terus berupaya mengimplementasikan pembelajaran mendalam, koding, dan AI meski dihadapkan pada tantangan sumber daya manusia dan infrastruktur.
Wamendikdasmen menekankan bahwa saat ini guru juga memerlukan peningkatan kompetensi dan jangan hanya fokus pada persoalan kesejahteraan saja.
Menteri Mu'ti menekankan bahwa peristiwa ini mesti menjadi momentum evaluasi agar kejadian ini tidak terulang kembali.
Pemkot Tangerang Selatan merampungkan pembangunan ulang SDN Babakan 01 Setu. Sekolah kini memiliki 24 ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan lapangan baru tanpa sistem masuk siang.
Mendikdasmen menegaskan revitalisasi diprioritaskan bagi sekolah di daerah terdampak bencana, dan sekolah terpencil serta sekolah rusak.
Kemendikdasmen telah merevitalisasi 81 sekolah dan membangun dua sekolah baru sepanjang tahun 2025 di Sulawesi Tenggara
Revitalisasi sekolah di Indonesia tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik.
Data Kementerian Pemuda dan Olahraga menunjukkan bahwa dari sekitar 439 ribu sekolah di Indonesia, kurang dari 12% yang memiliki fasilitas olahraga memadai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved