Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Revitalisasi Sekolah Harus Diikuti Mekanisme Pemeliharaan yang Tepat

mediaindonesia.com
05/1/2026 16:39
Revitalisasi Sekolah Harus Diikuti Mekanisme Pemeliharaan yang Tepat
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti didampingi Bupati Demak Eisti'anah disambut para siswa SD Negeri Wonorejo 2, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Sabtu 3/1/2026).(Antara)

Revitalisasi sekolah di Indonesia tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik. Upaya tersebut harus diarahkan pada pemanfaatan yang optimal serta menjamin keberlanjutan prasarana pendidikan.

"Sejumlah tantangan dalam upaya revitalisasi sekolah seperti kualitas revitalisasi, aspek pemeliharaan, hingga pemanfaatan prasarana yang tidak optimal, harus menjadi perhatian serius untuk segera diatasi," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/1/2026).

Pemerintah, melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), menyiapkan alokasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk melanjutkan program revitalisasi sekolah. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Abdul Mu'ti, Minggu (4/1), mengungkapkan bahwa alokasi tersebut akan digunakan untuk merevitalisasi sekitar 11.744 satuan pendidikan pada 2026.

Selain itu, pemerintah juga menargetkan penambahan minimal 60.000 satuan pendidikan penerima program revitalisasi. Dengan demikian, pada 2026 sedikitnya 71.000 satuan pendidikan diharapkan memperoleh dukungan program tersebut.

Menurut Lestari, perencanaan yang matang sangat diperlukan dalam proses revitalisasi dan pembangunan prasarana pendidikan di tanah air agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Rerie, sapaan akrab Lestari, menilai revitalisasi fisik sekolah harus diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di setiap satuan pendidikan.

Sebagai anggota Komisi X DPR RI, Rerie mendorong agar setiap upaya revitalisasi disertai dengan langkah perencanaan pemeliharaan yang matang guna memastikan keberlanjutan manfaat prasarana pendidikan.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap para pemangku kepentingan, bersama masyarakat di daerah, mampu mewujudkan tata kelola yang tepat dalam pemanfaatan dan pemeliharaan sarana serta prasarana sekolah.

Hal tersebut, tegas Rerie, diperlukan untuk mendukung proses pendidikan yang berkelanjutan dalam rangka melahirkan generasi penerus yang memiliki daya saing di masa depan. (RO/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya