Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
Eskalasi militer di Timur Tengah memasuki babak baru yang mengkhawatirkan setelah perundingan nuklir di Jenewa mengalami kebuntuan. Ketegangan memuncak saat Amerika Serikat, dengan dukungan Israel, melancarkan serangan udara ke sejumlah kota strategis di Iran, termasuk Teheran, pada akhir Februari 2026.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan jatuhnya korban jiwa, termasuk tokoh-tokoh penting dan warga sipil. Iran merespons cepat dengan membombardir pangkalan militer AS serta infrastruktur di negara-negara Teluk seperti Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Dampaknya, jalur logistik laut, udara, hingga fasilitas energi kini berada dalam zona bahaya.
Menanggapi situasi tersebut, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa ledakan konflik ini adalah hasil dari perjalanan panjang hubungan yang disharmonis. Hal ini disampaikannya dalam pembukaan Forum Diskusi Denpasar 12 Edisi ke-267 bertajuk "Nuklir atau Pergantian Rezim? Perang Iran dan Pengaruhnya bagi Indonesia dan Dunia".
"Konflik yang terjadi bukan secara tiba-tiba. Ada sebuah perjalanan panjang sejak Revolusi Iran di 1979, di mana pasang-surut hubungan terus terjadi antara Amerika Serikat dan Iran," ujar sosok yang akrab disapa Rerie tersebut.
Ia menjelaskan bahwa dinamika bilateral kedua negara selama ini terjebak dalam lingkaran sanksi ekonomi, konflik proxy regional, dan isu program nuklir yang tak kunjung menemui titik terang. Kegagalan diplomasi di Jenewa baru-baru ini dianggap sebagai pemicu krisis keamanan internasional paling signifikan di Timur Tengah saat ini.
Rerie memperingatkan bahwa dampak ekonomi dari perang ini akan dirasakan langsung oleh Indonesia. Sebagai negara net importir minyak mentah, Indonesia sangat bergantung pada stabilitas pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.
"Tidak berlebihan jika kita memberikan perhatian khusus. Penutupan Selat Hormuz akan mengganggu pusat pasokan energi dunia dan Indonesia harus segera melakukan langkah antisipasi," tambah Rerie.
Di tengah dentuman meriam dan ancaman nuklir, perlindungan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar. Mengingat populasi WNI yang signifikan di Timur Tengah, pemerintah didorong untuk segera menjalankan protokol perlindungan maksimal.
Forum tersebut menekankan bahwa selain mitigasi ekonomi, Indonesia harus tetap konsisten pada amanat konstitusi untuk berperan aktif dalam perdamaian dunia. Krisis kemanusiaan yang terjadi akibat perang ini menuntut langkah diplomasi yang tegas namun tetap objektif demi meredam eskalasi yang lebih luas.
Dengan ketidakpastian global yang meningkat, Indonesia perlu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memastikan keselamatan seluruh warganya yang berada di zona konflik.
Mohsen Rezaei, penasihat militer Mojtaba Khamenei, menegaskan Iran tidak akan berhenti berperang sebelum AS memberikan jaminan internasional dan mencabut sanksi.
Iran ancam serang lokasi peluncuran rudal AS di kota-kota Uni Emirat Arab. Warga diminta menjauhi pelabuhan dan area militer AS guna menghindari dampak retaliasi.
FBI kirim memo peringatan potensi serangan drone Iran dari laut ke California.
Militer AS menghancurkan belasan kapal ranjau Iran di Selat Hormuz. Sementara itu, Israel meluncurkan gelombang serangan udara ke Teheran dan Libanon.
GAGASAN Indonesia menjadi mediator dalam konflik Iran -Amerika Serikat (AS) dan Israel dinilai memiliki pijakan konstitusional, namun menghadapi tantangan geopolitik yang sangat berat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved