Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA berhasil memulangkan lebih dari 28 ribu koleksi fosil yang sebelumnya dibawa keluar negeri di masa awal penelitian arkeologi. “Kita melakukan repatriasi dari luar negeri,” tutur Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, usai meresmikan museum Keraton Kanoman dengan wajah baru, Senin (17/11).
Salah satu capaian terbesar yaitu Indonesia berhasil memulangkan lebih dari 28 ribu koleksi fosil yang sebelumnya dibawa keluar negeri pada masa awal penelitian arkeologi dilakukan.
Selain fosil, pemerintah Indonesia juga telah berhasil mengembalikan keris-keris pusaka milik para pahlawan nasional yang selama ini berada di beberapa negara. “Beberapa arca penting dari candi-candi Indonesia yang dulu dibawa keluar negeri juga telah kembali ke Indonesia,” tutur Fadli. Untuk sementara, seluruh koleksi hasil repatriasi ditempatkan di museum nasional.
“Sementara ini semuanya ada di Museum Nasional. Lokasi itu kini menjadi pusat rujukan bagi masyarakat yang ingin melihat langsung benda-benda bersejarah yang telah kembali,” tutur Fadli Zon. Penguatan koleksi museum melalui repatriasi telah memperkaya narasi sejarah di museum dan sekaligus meningkatkan minat kunjungan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama Fadli Zon mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia memastikan untuk terus melakukan program repatriasi ataau pemulangan benda-benda bersejarah asal Indonesia yang selama ini berada di luar negeri. “Pemerintah berkomitmen untuk menjaga dan merebut kembali warisan budaya yang pernah dibawa keluar negeri sejak masa kolonial,” tutur Fadli. Bahkan repatriasi dan restitusi kini menjadi prioritas dalam kebijakan nasional.
Selanjutnya Fadli zon pun mengajak kepada pengelola museum untuk tidak hanya menampilkan koleksi sebagai artefak. Namun juga mengembangkan produk turunannya yang bisa dibawa pulang oleh wisatawan. “Misalnya di museum Keraton Kanoman ini. Bisa ada miniature, replikanya yang kecil-kecil, yang souvenirnya bisa dibawa pulang oleh pengunjung,” tutur Fadli. Dengan langkah ini maka diyakini akan membuat museum semakin hidup serta memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tutur Fadli. (H-3)
Penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan: beberapa spesies buaya purba berevolusi menjadi herbivora, memakan tumbuhan, berbeda dari buaya modern yang karnivora.
ilmuwan menemukan fosil hewan darat pemakan tumbuhan yang hidup sekitar 307 juta tahun lalu di Kanada.
Tiga rahang, termasuk satu milik anak-anak, gigi, tulang belakang, dan tulang paha ditemukan di sebuah gua yang dikenal sebagai Grotte à Hominidés di Thomas Quarry di Casablanca, Maroko
Jurnal Nature, mengungkap temuan fosil manusia purba berusia sekitar 770 ribu tahun di Grotte à Hominidés, sebuah gua di wilayah barat daya Casablanca, Maroko.
Penemuan ini merupakan buah dari penantian panjang. Pada tahun 2009, para ilmuwan menemukan fosil kaki berusia 3,4 juta tahun dengan struktur jari yang dirancang untuk memanjat pohon.
Fosil legendaris Homo erectus atau yang dikenal luas sebagai Java Man kini telah resmi dipamerkan untuk publik di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Studi terbaru mengungkap bagaimana pendeta Yunani Kuno kemungkinan mengolah jamur ergot yang beracun menjadi minuman psikedelik untuk ritual Eleusis yang misterius.
Arkeolog temukan reruntuhan masjid abad ke-8 di Tiberias, Israel. Ternyata dibangun di atas pasar Romawi kuno, mengungkap sejarah awal penyebaran Islam.
Arkeolog temukan bukti kekerasan brutal Zaman Besi di Gomolava, Serbia. Makam massal ini berisi puluhan perempuan dan anak-anak korban pembantaian strategis.
Ilmuwan temukan tengkorak Pliosaurus raksasa sepanjang 2 meter di pesisir Inggris. Fosil "Sea-Rex" ini ditemukan utuh dengan rahang yang masih terkunci.
Studi terbaru mengungkap bagaimana kotoran burung laut (guano) menjadi kunci sukses ekonomi dan politik Kerajaan Chincha di Peru, jauh sebelum era Inka.
Arkeolog temukan tulang gajah dari Zaman Besi di Spanyol. Diduga kuat sebagai bukti pertama pasukan gajah Jenderal Hannibal dalam Perang Punisia melawan Romawi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved