Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Indonesia Pulangkan 28 Ribu Koleksi Fosil

Nurul Hidayah    
18/11/2025 18:23
Indonesia Pulangkan 28 Ribu Koleksi Fosil
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, meninjau wajah baru museium Keraton Kanoman.(Dok. Kementerian Kebudayaan)

INDONESIA berhasil memulangkan lebih dari 28 ribu koleksi fosil yang sebelumnya dibawa keluar negeri di masa awal penelitian arkeologi. “Kita melakukan repatriasi dari luar negeri,” tutur Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, usai meresmikan museum Keraton Kanoman dengan wajah baru, Senin (17/11). 

Salah satu capaian terbesar yaitu Indonesia berhasil memulangkan lebih dari 28 ribu koleksi fosil yang sebelumnya dibawa keluar negeri pada masa awal penelitian arkeologi dilakukan. 

Selain fosil, pemerintah Indonesia juga telah berhasil mengembalikan keris-keris pusaka milik para pahlawan nasional yang selama ini berada di beberapa negara. “Beberapa arca penting dari candi-candi Indonesia yang dulu dibawa keluar negeri juga telah kembali ke Indonesia,” tutur Fadli. Untuk sementara, seluruh koleksi hasil repatriasi ditempatkan di museum nasional. 

“Sementara ini semuanya ada di Museum Nasional. Lokasi itu kini menjadi pusat rujukan bagi masyarakat yang ingin melihat langsung benda-benda bersejarah yang telah kembali,” tutur Fadli Zon. Penguatan koleksi museum melalui repatriasi telah memperkaya narasi sejarah di museum dan sekaligus meningkatkan minat kunjungan masyarakat. 

Pada kesempatan yang sama Fadli Zon mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia memastikan untuk terus melakukan program repatriasi ataau pemulangan benda-benda bersejarah asal Indonesia yang selama ini berada di luar negeri. “Pemerintah berkomitmen untuk menjaga dan merebut kembali warisan budaya yang pernah dibawa keluar negeri sejak masa kolonial,” tutur Fadli. Bahkan repatriasi dan restitusi kini menjadi prioritas dalam kebijakan nasional. 

Selanjutnya Fadli zon pun mengajak kepada pengelola museum untuk tidak hanya menampilkan koleksi sebagai artefak. Namun juga mengembangkan produk turunannya yang bisa dibawa pulang oleh wisatawan. “Misalnya di museum Keraton Kanoman ini. Bisa ada miniature, replikanya yang kecil-kecil, yang souvenirnya bisa dibawa pulang oleh pengunjung,” tutur Fadli. Dengan langkah ini maka diyakini akan membuat museum semakin hidup serta memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tutur Fadli. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya