Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Buka IPACS, Fadli Zon Tegaskan Indonesia Negara Mega Biodiversitas dan Peradaban Tua Dunia

Palce Amalo
12/11/2025 15:33
Buka IPACS, Fadli Zon Tegaskan Indonesia Negara Mega Biodiversitas dan Peradaban Tua Dunia
Para Menteri dari negara-negara pasifik foto Bersama sebelum sesi dialog di Forum Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (12/11/2025).(MI/Palce Amalo)

MENTERI Kebudayaan Fadli Zon menegaskan posisi Indonesia sebagai negara mega biodiversitas dan salah satu pusat peradaban tertua di dunia. Hal itu ditegaskannya saat membuka Forum Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 di Kupang, Rabu (12/11).

Dalam pidato pembukaannya, Fadli Zon mengatakan, Indonesia tidak hanya kaya secara biologis, tetapi juga memiliki warisan budaya dan sejarah manusia purba yang menempatkannya dalam peta peradaban dunia.

“Temuan fosil Homo erectus di Sangiran dan Trinil serta lukisan gua Leang Karampuang di Sulawesi berusia lebih dari 51 ribu tahun menunjukkan bahwa Nusantara adalah salah satu pusat awal peradaban manusia,” ujar Fadli Zon.
 
Menurutnya, fakta ini memperkuat narasi baru Out of Nusantara, yang menjelaskan migrasi manusia purba berlangsung secara multi regional dan menjadikan kawasan Pasifik Oseania sebagai koridor utama navigasi manusia awal.

Menurutnya, Indonesia merupakan rumah bagi lebih dari 280 juta penduduk, 1.340 kelompok etnis, dan 780 bahasa daerah, atau sekitar 10 persen dari total bahasa di dunia.
“Kita adalah bangsa yang hidup di antara keberagaman, sebuah kekuatan besar yang harus terus dirawat dan dikembangkan sebagai modal kebudayaan dunia,” katanya.

Namun, ia juga mengingatkan krisis iklim kini menjadi ancaman serius bagi warisan budaya global. Sekitar 73% situs warisan dunia UNESCO terancam oleh bencana yang berkaitan dengan air seperti banjir, badai, erosi, dan kenaikan permukaan laut.

“Krisis ini telah berkembang menjadi darurat budaya berskala global. Ia mengancam mata pencaharian, situs warisan, dan keberlanjutan pengetahuan budaya,” tegas Fadli.

Sementara itu, Pembukaan IPACS 2025 ditandai dengan penandatanganan dan peluncuran prangko peringatan IPACS 2025, sebagai simbol kerja sama budaya antara Indonesia dan negara-negara Pasifik.

Acara ini dilanjutkan dengan Dialog Tingkat Menteri bertema Rich and Diverse Cultural Heritage of the Pacific Region: A Driver of Sustainable Development yang menghadirkan pembicara yakni Menteri Kebudayaan Fiji Ifereimi Vasu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, dan mantan Dubes RI untuk Selandia Baru, Samoa, dan Kerajaan Tonga, Tantowi Yahya.

Menurutnya, budaya menjadi kekuatan pendorong pembangunan berkelanjutan di kawasan Pasifik dan harus dijaga melalui kerja sama antarnegeri kepulauan.

“Laut tidak pernah memisahkan bangsa-bangsa Pasifik dan Nusantara, melainkan selalu menjadi jembatan yang menyatukan,” kata Fadli Zon. .

Selain kekayaan budaya dan sejarah, Fadli Zon juga menyebut potensi ekonomi kreatif sebagai motor pertumbuhan baru. Saat ini, sektor budaya dan kreatif dunia bernilai US$4,3 triliun, atau 6% dari ekonomi global.

Di Indonesia, industri film dan layar diproyeksikan menambah US$9,8 juta ke Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2027, dengan pertumbuhan lapangan kerja mencapai 14 persen per tahun. Hingga akhir 2025, penonton bioskop nasional telah mencapai lebih dari 91 juta orang, dengan film lokal menguasai 70% pasar.

“Generasi muda Indonesia dan Pasifik, hampir setengahnya berusia di bawah 30 tahun adalah kekuatan kreatif yang akan menentukan arah masa depan budaya. Mereka menjadikan tradisi sebagai inovasi dan warisan sebagai peluang,” jelasnya.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena berharap IPACS di Kupang tersebut dapat mendorong lahirnya pertukaran ide dan gagasan kebudayaan secara lebih lebih spesifik, seperti pemanfaatan kearifan lokal untuk menjaga ekologi dan iklim, serta tradisi dan inovasi budaya sebagai kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. 

"Ini termasuk bagaimana budaya lokal dapat berkontribusi dalam keseimbangan ekologis dan juga menjadi pendorong ekonomi melalui industri kreatif, pokok-pokok yang juga menjadi prioritas dalam visi, misi, dan program kerja pelayanan kami di Nusa Tenggara Timur," ujarnya. (PO/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik