Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kebudayaan (Kemenbud) kembali menggelar Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2025 sebagai bentuk penghargaan tertinggi negara di bidang kebudayaan. Bertempat di Ciputra Artpreneur, Jakarta, penyelenggaraan AKI Tahap III ini mengusung tema 'Renjana Penggerak Budaya', yang menegaskan bahwa kebudayaan terus hidup dan berkembang berkat api renjana yang senantiasa menyala dalam diri para pelaku budaya.
Pada kesempatan ini, AKI 2025 memberikan penghargaan kepada para pelaku budaya pada sejumlah kategori, yakni Maestro Seni Tradisi, Pelestari, Pelopor dan/atau Pembaru, Media, Anak, Masyarakat Adat, dan Sastra. Ragam kategori tersebut merefleksikan luasnya peran pelaku budaya, mulai dari penjaga tradisi hingga agen transformasi, yang memastikan kebudayaan tetap hidup, adaptif, dan relevan di tengah tantangan global yang kian kompleks, seperti globalisasi, krisis ekologis, dan disrupsi teknologi.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dalam sambutannya menegaskan bahwa Anugerah Kebudayaan Indonesia diselenggarakan sebagai penanda kehadiran negara dalam kerja kebudayaan. Negara hadir bukan untuk menggantikan peran komunitas, sanggar, tokoh adat, seniman, dan pelaku budaya, melainkan untuk menegaskan bahwa dedikasi mereka memiliki arti strategis bagi kehidupan bersama.
“AKI 2025 dirancang secara bertahap agar kita dapat melihat kebudayaan secara menyeluruh, bukan hanya sebagai prestasi individual, namun sebagai ekosistem yang hidup. Setiap penghargaan yang diberikan menjadi pengakuan negara atas kerja-kerja yang menjaga ingatan, memperkaya imajinasi, dan merawat keberlanjutan identitas Indonesia,” ujar Menteri Fadli Zon.
Selain penganugerahan kepada tujuh kategori utama, Kementerian Kebudayaan juga menganugerahkan Satya Budaya Narendra sebagai bentuk apresiasi khusus Menteri Kebudayaan kepada tokoh-tokoh budaya yang perjuangan, jasa, serta karya-karyanya telah menjadi rujukan dan memberikan dampak luas bagi pemajuan kebudayaan Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Di samping itu, sejalan dengan situasi kebencanaan yang tengah terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Kementerian Kebudayaan juga menyerahkan bantuan trauma healing secara simbolis kepada para seniman terdampak bencana sebagai wujud kehadiran negara dalam merawat, mendampingi, dan mendukung proses pemulihan.
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra dalam laporannya turut menyampaikan bahwa AKI 2025 menjadi momentum bagi semua pihak untuk terus berkomitmen dalam merawat budaya. “AKI adalah pengingat bahwa kekuatan bangsa ini tidak hanya terletak pada apa yang kita bangun, tetapi pada nilai yang kita rawat bersama. Semoga penghormatan malam ini menjadi penegas bahwa selama kita setia merawat kebudayaan, melalui karya, keteladanan, dan gotong royong, Indonesia akan selalu memiliki daya untuk bangkit, bertumbuh, dan melangkah ke depan dengan martabat,” ujarnya.
Sebelumnya, AKI 2025 telah dilaksanakan dalam dua tahap utama sebagai bagian dari desain program yang komprehensif. Tahap pertama diselenggarakan pada 25 Agustus 2025 melalui penganugerahan Tanda Kehormatan dari Presiden Republik Indonesia kepada 14 pelaku seni budaya, berupa Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra dan Bintang Budaya Paramadharma.
Tahap kedua dilaksanakan pada 21 Oktober 2025, bertepatan dengan peringatan satu tahun kinerja Kementerian Kebudayaan dalam Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pada tahap ini, anugerah diberikan kepada sejumlah kategori, antara lain kategori Museum, Taman Budaya, Anjungan Taman Mini Indonesia Indah, Perorangan/Lembaga Asing, serta Pemerintah Daerah.
Keberlanjutan pelaksanaan AKI setiap tahun juga berfungsi sebagai basis data strategis kebudayaan nasional, khususnya dalam mendokumentasikan para maestro seni tradisi yang tersebar di berbagai daerah. Program ini tidak berhenti pada pemberian penghargaan, tetapi dilanjutkan dengan upaya pendampingan, fasilitasi ruang apresiasi, serta penguatan regenerasi.
Pemerintah mendorong agar para penerima anugerah tetap produktif, memiliki ruang berkarya, serta mampu mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada generasi penerus.
Turut hadir dalam perhelatan ini sejumlah tokoh dalam Anugerah Kebudayaan Indonesia Tahap Ketiga, antara lain Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa; Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono; Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kebijakan Publik, Media Humas, dan Pengembangan SDM, Ismail Cawidu; Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali; Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri; Yusharto Huntoyungo; Anggota DPD RI 2024-2029, Alfiansyah Komeng; para tim penilai AKI 2025; maestro; seniman dan budayawan; serta para penggerak budaya dari seluruh daerah. (H-1)
Proses pemberian Apresiasi Desa Budaya 2025 dilakukan secara komprehensif melalui tahapan temu-kenali, pendalaman, dan aktivasi.
Dengan kenaikan tarif, rekreasi edukatif justru menjadi pengrusakan (de-kreasi) karena orangtua harus menambah biaya.
DUNIA kontemporer tengah bergerak dalam lanskap krisis multidimensional yang berkelindan dan saling memperkuat satu sama lain.
Fadli juga menyoroti besarnya ekosistem budaya tempe di Indonesia yang melibatkan ratusan ribu komunitas serta lebih dari satu juta pekerja di sektor pembuatan tempe.
Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro (Undip), Singgih Tri Sulistiyono, sebut buku Sejarah Indonesia 2025 menjadi benteng identitas nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved