Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
PENINGKATAN intensitas hujan dalam beberapa pekan terakhir menandai dimulainya periode cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai masyarakat di berbagai daerah.
Terkait dengan hal itu, Guru Besar Teknik Geologi UGM Dwikorita Karnawati mengingatkan bahwa Indonesia kini tengah memasuki puncak musim hujan yang datang lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia menyebut intensitas curah hujan pada periode ini dapat mencapai 300 hingga 500 milimeter per bulan dan di beberapa daerah berpotensi melampaui angka tersebut.
“Wilayah barat dan tengah Indonesia akan mengalami puncak hujan pada November hingga Desember, sementara wilayah tengah dan timur mencapai puncaknya pada Desember hingga Februari,” ujar Dwikorita
Dwikorita yang menjabat sebagai Kepala BMKG 2017–2025 juga mendorong masyarakat untuk mengunduh aplikasi InfoBMKG yang menyediakan prakiraan cuaca, informasi kategori intensitas hujan, dan peringatan dini. Informasi ini, katanya, penting untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem seperti longsor, banjir bandang, kilat atau petir, serta angin kencang atau puting beliung.
Ia turut menekankan bahaya sambaran petir saat hujan. Dwikorita mengingatkan agar masyarakat menjauhi kolam renang dan pohon, tidak berdiri dekat tiang listrik atau menara, serta menghindari ruang terbuka ketika hujan berlangsung.
“Saat berada di luar ruangan, disarankan untuk merapatkan kaki atau mengangkat satu kaki guna meminimalkan risiko sambaran listrik, serta menghindari penggunaan alat komunikasi logam,” ujarnya.
Selain itu, Dwikorita menyoroti ciri-ciri awal banjir bandang yang penting diwaspadai. Menurutnya, perubahan warna air sungai yang tiba-tiba keruh dan deras, disertai aliran ranting atau batang kayu, merupakan tanda bahaya. “Kalau air yang biasanya jernih menjadi keruh dan deras, tanda tersebut harus direspons dengan segera menjauh dan mencari tempat yang lebih tinggi,” katanya. (I-3)
PRAKIRAAN cuaca Jawa Tengah hari ini 31 Maret 2026, masyarakat di 24 daerah diminta mewaspada cuaca ekstrem dan potensi banjir rob.
BMKG mengingatkan potensi cuaca ekstrem di 24 daerah Jawa Tengah serta banjir rob di wilayah Pantura pada Selasa 31 Maret. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan.
Hasil pemantauan BMKG menunjukkan bahwa gelombang atmosfer tropis terpantau berada di fase netral sehingga tidak berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Sumsel Wandayantolis di Palembang, Senin, mengatakan sejumlah wilayah di Sumsel berpotensi mengalami kemarau lebih awal dibandingkan daerah lainnya.
Fenomena yang rutin terjadi pada bulan Maret dan September ini menyebabkan intensitas radiasi matahari di wilayah Kalimantan mencapai titik maksimal.
MEMASUKI periode musim kemarau 2026, ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla serta penurunan kualitas udara kembali meningkat di berbagai wilayah Indonesia. BMKG inagatkan polusi
Fenomena yang rutin terjadi pada bulan Maret dan September ini menyebabkan intensitas radiasi matahari di wilayah Kalimantan mencapai titik maksimal.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri Joko Arianto, di Kediri, Minggu, mengemukakan BPBD secara masif memberikan informasi terkait dengan prakiraan cuaca.
BMKG juga mencatat potensi hujan lebat dapat terjadi secara lokal, seperti di wilayah Pulosari, Kabupaten Pemalang, serta Bumijawa dan Bojong di Kabupaten Tegal.
Hujan deras disertai angin kencang membuat pohon tumbang dan mengalangi jalan protokol hingga sebagian jalan tergenang banjir.
Selain kepadatan lalulintas di sejumlah jalur arus balik lebaran di Jawa Tengah, pemudik balik sedang melintas juga diminta untuk mewaspadai kondisi cuaca buruk.
BMKG peringatkan potensi cuaca ekstrem 30 Maret-2 April 2026. Hujan lebat dan angin kencang berisiko picu banjir dan longsor di sejumlah wilayah Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved