Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Intensitas Hujan Meningkat, Masyarakat Diminta Waspada

Atalya Puspa    
17/11/2025 18:01
Intensitas Hujan Meningkat, Masyarakat Diminta Waspada
Ilustrasi. Pejalan kaki menggunakan payung untuk berlindung dari hujan deras di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (26/02).(MI/USMAN ISKANDAR)

PENINGKATAN intensitas hujan dalam beberapa pekan terakhir menandai dimulainya periode cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai masyarakat di berbagai daerah. 

Terkait dengan hal itu, Guru Besar Teknik Geologi UGM Dwikorita Karnawati mengingatkan bahwa Indonesia kini tengah memasuki puncak musim hujan yang datang lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia menyebut intensitas curah hujan pada periode ini dapat mencapai 300 hingga 500 milimeter per bulan dan di beberapa daerah berpotensi melampaui angka tersebut.

“Wilayah barat dan tengah Indonesia akan mengalami puncak hujan pada November hingga Desember, sementara wilayah tengah dan timur mencapai puncaknya pada Desember hingga Februari,” ujar Dwikorita 

Dwikorita yang menjabat sebagai Kepala BMKG 2017–2025 juga mendorong masyarakat untuk mengunduh aplikasi InfoBMKG yang menyediakan prakiraan cuaca, informasi kategori intensitas hujan, dan peringatan dini. Informasi ini, katanya, penting untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem seperti longsor, banjir bandang, kilat atau petir, serta angin kencang atau puting beliung.

Ia turut menekankan bahaya sambaran petir saat hujan. Dwikorita mengingatkan agar masyarakat menjauhi kolam renang dan pohon, tidak berdiri dekat tiang listrik atau menara, serta menghindari ruang terbuka ketika hujan berlangsung. 

“Saat berada di luar ruangan, disarankan untuk merapatkan kaki atau mengangkat satu kaki guna meminimalkan risiko sambaran listrik, serta menghindari penggunaan alat komunikasi logam,” ujarnya.

Selain itu, Dwikorita menyoroti ciri-ciri awal banjir bandang yang penting diwaspadai. Menurutnya, perubahan warna air sungai yang tiba-tiba keruh dan deras, disertai aliran ranting atau batang kayu, merupakan tanda bahaya. “Kalau air yang biasanya jernih menjadi keruh dan deras, tanda tersebut harus direspons dengan segera menjauh dan mencari tempat yang lebih tinggi,” katanya. (I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya