Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Indonesia memastikan hasil pengelolaan karbon nasional tidak berhenti di tingkat pusat, melainkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di tingkat tapak. Komitmen itu ditegaskan Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, dalam Pertemuan Tingkat Menteri Lingkungan Hidup di sela Konferensi Iklim Dunia COP30 Brazil, Kamis (13/11).
Hanif menyebut tata kelola karbon Indonesia dirancang bukan sekadar untuk menurunkan emisi, tetapi juga memperkuat kesejahteraan rakyat, khususnya masyarakat penjaga hutan.
“Tata kelola karbon Indonesia bukan hanya tentang pengurangan emisi, tetapi juga tentang memastikan manfaat karbon dirasakan nyata oleh masyarakat di tingkat tapak,” ujar Hanif.
Konsep nilai ekonomi karbon (NEK) memungkinkan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari menjaga kelestarian hutan. Melalui mekanisme carbon trading, negara atau perusahaan yang menghasilkan emisi tinggi dapat membeli “kredit karbon” dari negara lain yang berhasil menjaga ekosistemnya, seperti Indonesia.
Hasil penjualan karbon tersebut akan disalurkan melalui skema bagi hasil yang adil. Masyarakat adat atau desa yang menjaga hutan akan mendapatkan kompensasi langsung berupa dana pembangunan, modal usaha, hingga peningkatan fasilitas publik.
Program ini telah diimplementasikan di sejumlah daerah, seperti Kalimantan dan Jambi, lewat inisiatif Dana Karbon Kalimantan (FCPF) dan Dana Biokarbon Jambi. Melalui program tersebut, masyarakat lokal menerima insentif finansial karena berhasil menjaga hutan dan mengurangi deforestasi.
Hanif menegaskan, pemerintah memastikan program ekonomi karbon berjalan inklusif. Perempuan dan anak muda menjadi kelompok prioritas penerima manfaat melalui pelatihan kewirausahaan hijau, pengembangan energi terbarukan di desa, serta pengelolaan lahan berkelanjutan.
Kebijakan ini diharapkan membuka peluang kerja baru di sektor lingkungan tanpa harus mendorong migrasi tenaga kerja ke perkotaan.
Dalam forum COP30, Indonesia juga menjalin kerja sama dengan Jepang dan Britania Raya untuk memperkuat tata kelola pasar karbon nasional. Kedua negara tersebut dikenal memiliki sistem pasar karbon yang matang dan dapat menjadi mitra strategis dalam transfer pengetahuan serta pembiayaan hijau.
Hanif menekankan, kepercayaan internasional menjadi kunci utama keberhasilan ekonomi karbon Indonesia. Pemerintah tengah membangun sistem pemantauan transparan agar setiap dana hasil penjualan karbon dapat dilacak hingga ke penerima manfaat di lapangan.
“Integritas adalah kunci. Semua proses harus jujur, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Hanif. (Cah/P-3)
FCLP telah memperbarui visi dan pendekatannya, termasuk penyesuaian misi menjadi “halt and reverse forest loss”.
Forum tersebut mempertemukan pemimpin dari Indonesia, Brazil, dan Tiongkok, tiga negara tropis yang memegang peran penting dalam perdagangan komoditas global.
Perhimpunan Jiwa Sehat (PJS) mendesak pemerintah mengakui penyandang disabilitas sebagai konstituen Konvensi Kerangka Kerja PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) di COP30, Brasil.
Indonesia menyambut komitmen dukungan teknis dan pendanaan dari Inggris, termasuk peluang pengembangan pasar karbon alam, program UK PACT untuk carbon credits kehutanan.
Penyatuan pandangan terhadap tiga ekosistem karbon biru dalam satu sistem pesisir–laut akan memberikan manfaat luas.
Masyarakat Adat Papua juga turut hadir dalam aksi itu sembari membentangkan spanduk,”West Papua Is Not An Empty Land. Save Our Indigenous Forest.”
Menteri KLH/BPLH Hanif Faisol Nurofiq menginstruksikan penghentian segera operasional insinerator di Kota Bandung yang melampaui baku mutu emisi udara.
Lonjakan volume sampah selama masa libur akhir tahun bukan sekadar fenomena musiman, melainkan menjadi ujian nyata bagi sistem tata kelola sampah di daerah.
Kementerian Lingkungan Hidup memastikan bahwa tumpukan kayu gelondongan yang terseret banjir Sumatra Utara bukan berasal dari proses alam, melainkan hasil aktivitas penebangan.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup (KLH) mengungkap kondisi pengelolaan sampah nasional masih jauh dari memadai. Dari 492 kabupaten/kota yang diawasi, pengelolaan sampah baru mencapai 24%.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan bahwa pemerintah akan meninjau kembali tata ruang di wilayah yang terdampak banjir di Sumatera.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa dirinya akan mengecek langsung kondisi kerusakan kawasan hutan Batang Toru di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved