Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca berawan hingga hujan dengan intensitas ringan sampai sedang mendominasi sejumlah wilayah Indonesia pada 6 November 2025.
Perlu diwaspadai hujan intensitas lebat di Provinsi Sumatera Utara, Jawa timur dan Papua Pegunungan. Hal ini dikarenakan siklon tropis KALMAEGI.
Aktivitas siklon tersebut berdampak pada cuaca ekstrem di Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, Tengah, dan Selatan.
Selain cuaca ekstrem, aktivitas itu juga menumbuhkan gelombang tinggi di Samudera Pasifik (Halmahera Utara dan Selatan serta Papua Barat), Perairan Morotai dan Halmahera, Laut Sulawesi dan Maluku, Perairan Morotai dan Kepulauan Talaud serta Sangihe.
BMKG memperingatkan gelombang laut tinggi 1,25 sampai 2,5 meter di Laut Natuna, Laut Jawa (bagian utara), Selat Karimata (utara dan selatan), Selat Makassar (tengah, selatan, dan utara), Laut Sulawesi (barat, timur, dan tengah), Samudera Pasifik (Maluku dan Papua), Laut Sumbawa, Laut Bali, dan Laut Maluku.
Selain itu gelombang laut setinggi 2,5 sampai 4 meter perlu diwaspadai di Selat Malaka dan Samudera Hindia.
Sumber: youtube BMKG, bmkg.go.id, @infobmkg
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
BMKG memprediksi hujan ringan hingga sedang mengguyur seluruh wilayah Jakarta hari ini, 21 Januari 2026. Cek jadwal hujan dan suhu udara di sini.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas tinggi.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Lestari Purba di Medan, Selasa, mengatakan, secara umum cuaca di Sumatera Utara
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan adanya awan Cumulonimbus saat pesawat ATR 42-500 jatuh di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1) lalu.
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
BMKG: gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Gelombang tinggi 1,25-2,5 disertai angin hujan dan badai masih berlangsung di perairan Jawa Tengah berisiko terhadap pelayaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved