Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis bedah lulusan Universitas Indonesia dr. Maelissa Pramaningasin, Sp.B, Subsp.Onk. (K) mengatakan Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) merupakan langkah awal untuk melakukan deteksi dini kanker payudara.
"Kebanyakan tumor atau kanker payudara itu tidak terasa, jadi Sadari harus dilakukan, tapi tidak bisa itu saja karena Sadari harus ditambah dengan Pemeriksaan Payudara Klinis (Sadanis) untuk mencegah kanker payudara terlambat diketahui," kata Maelissa, dikutip Selasa (21/10).
Maelissa mengatakan cara melakukan Sadari yang telah sejak lama dikampanyekan oleh Kementerian Kesehatan itu sebenarnya cukup mudah untuk dilakukan masyarakat. Sebagai langkah awal, lepas baju dari pinggang ke atas dan sebaiknya di depan cermin.
Amati apakah perubahan ukuran payudara atau kelainan lain, sambil meletakkan tangan di samping badan, mengangkat tangan ke atas, dan berkacak pinggang. Kemudian, raba payudara kanan menggunakan tangan kiri, dan meraba payudara kiri menggunakan tangan kanan.
Periksa juga area ketiak dan sekitar tulang leher. Setelahnya, cobalah untuk memencet area berwarna gelap (areola) di sekitar puting susu untuk
melihat ada cairan yang keluar atau tidak.
Maelissa mengatakan, selama melakukan Sadari. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan cermat, karena bisa jadi individu mengalami kelainan. Ia menyebut kelainan kondisi itu dapat berupa adanya benjolan di payudara dan sering kali tidak berasa nyeri.
Kelainan lain yang disebutnya yakni terdapat perubahan tekstur kulit payudara. Kulit seakan seperti mengeras dengan permukaan seperti kulit jeruk.
"Perhatikan juga jika ada luka di bagian payudara yang tidak sembuh dan adakah keluarnya cairan dari payudara," katanya.
Ia menyampaikan bahwa kepedulian masyarakat akan kanker payudara harus ditingkatkan.
Berdasarkan data Globocan 2020, kanker payudara merupakan jenis kanker dengan jumlah kasus tertinggi di dunia, termasuk Indonesia, dengan lebih dari 68.858 kasus baru dan 22.430 kematian tercatat hanya di tahun 2020. Angka tersebut diprediksi meningkat dari tahun ke tahun.
Dalam kesempatan itu, Maelissa juga menekankan di 2020 diketahui bahwa sebanyak 68% sampai 73% pasien kanker payudara datang ke rumah
sakit dalam kondisi sudah stadium akhir. (Ant/Z-1)
Kenali jenis mastektomi, lama pemulihan, serta cara merawat tubuh dan kesehatan mental setelah operasi kanker payudara.
Menurut data World Health Organization (WHO), pada tahun 2012 terdapat sekitar 40 dari 100.000 perempuan di Indonesia yang didiagnosis dengan kanker payudara.
Jika dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara maka Indonesia termasuk salah satu negara dengan bertahan hidup pasien kanker payudara yang rendah.
Studi 11 tahun di tujuh pusat layanan kesehatan New York menunjukkan seperempat kasus kanker payudara terjadi pada perempuan usia 18-49 tahun.
Mahkota Dewa kaya senyawa aktif yang berpotensi melawan sel kanker payudara. Namun, konsumsi tetap harus hati-hati dan tak menggantikan pengobatan medis.
“Dari ibu ke ibu, yang baru saja menderita kanker, saya hanya ingin memeluknya," kata Jessie J
Dokter bedah onkologi lulusan Universitas Indonesia, Maelissa Pramaningasin, menyoroti masih tingginya temuan kanker payudara stadium lanjut di Indonesia.
Deteksi dini kanker payudara: lakukan SADARI di rumah dan SADANIS di klinik. Waspadai benjolan tak nyeri, kulit seperti jeruk, serta cairan tidak normal dari puting.
Pentingnya kesadaran deteksi dini kanker payudara adalah untuk meningkatkan peluang hidup pasien karena kanker yang terdeteksi lebih awal, terutama sebelum menyebar.
Kanker payudara adalah salah satu penyakit yang menjadi perhatian utama bagi kesehatan wanita di seluruh dunia.
Pemeriksaan payudara sendiri (Sadari), pemeriksaan USG, dan mamografi merupakan metode yang dapat meningkatkan peluang kesembuhan kanker payudara hingga 80%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved