Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan dokumen dan rekomendasi tentang tuberkulosis dan kurang gizi. Dokumen yang dikeluarkan pada 8 Oktober 2025 tersebut dapat dipakai sebagai salah satu dasar untuk melihat dampak positif program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap penanganan Tuberkulosis (Tb). Artinya dokumen WHO ini menunjang sekaligus dua program penting pemerintah saat ini.
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan ada tiga hal yang disampaikan pada dokumen rekomendasi WHO ini. Pertama, perlunya dilakukan penilaian dan konseling gizi pada semua pasien Tb dan juga kontak terdekatnya.
"Ini menunjukkan kenyataan bahwa cukup banyak pasien Tb dan keluarganya yang mungkin memang status gizinya tidak memadai dan bukan tidak mungkin kurang gizi," kata Tjandra dalam keterangannya, Minggu (19/10).
Poin kedua, pemberian makanan yang bergizi baik akan meningkatkan hasil pengobatan pasien Tb yang kurang gizi, pada usia berapapun, ada resistensi obat atau tidak, sedang hamil atau tidak dan juga seberapa buruknya kadar kurang gizinya.
Ketiga, dukungan gizi pada kontak serumah dapat mencegah atau setidaknya mengurangi tertular Tb, khususnya pada situasi ketika memang secara umum jaminan ketersediaan gizi tidaklah pasti terjamin.
"Dengan ketiga hal di dokumen rekomendasi WHO itu maka jelas program MBG akan dapat menunjang program penanganan Tb. Karena itu tentu dari sisi kebijakan dan juga pelaksanaan di lapangan maka ke dua program unggulan ini dapat dipadukan sehingga memberi manfaat yang optimal," ujar dia.
Tjandra juga menegaskan bahwa rekomendasi WHO terbaru ini sejalan dengan hasil penelitian penting tentang gizi dan tuberkulosis, yaitu Reducing Activation of Tuberculosis by Improvement of Nutritional Status (RATIONS). (Iam/M-3)
Dengan asumsi satu alat dapat melayani 3.000 pasien, Benjamin memperkirakan 60.000 warga Makassar dapat diperiksa pada tahun 2026.
Peneliti Universitas Basel kembangkan tes sel tunggal untuk membedakan antibiotik yang hanya menghambat pertumbuhan dan yang benar-benar membunuh bakteri.
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Peneliti BRIN mengembangkan Tuberculosis Colorimetric Sensor, yaitu sensor deteksi cepat berbasis metode colorimetric.
Dari tahun 2023 hingga 2024, terdapat 737 mahasiswa dari 13 provinsi di Indonesia yang telah menjadi TB Rangers.
Kampanye itu mendeteksi pengidap Tb kemudian mengobati hingga tuntas sampai betul-betul sembuh.
Nutrisi seperti vitamin C, vitamin E, antioksidan, dan asam lemak sehat berperan penting dalam mendukung fungsi imun agar tubuh lebih tahan terhadap virus dan bakteri penyebab flu.
Susu sejatinya berfungsi sebagai bagian dari makanan lengkap atau sekadar makanan selingan, terutama saat sarapan.
Penerapan gizi seimbang memiliki dampak langsung pada kesehatan saluran cerna. Asupan yang tepat akan menjaga keseimbangan bakteri baik (mikrobiota) di dalam usus.
Kunci utama dalam menyiasati keterbatasan biaya adalah dengan mengoptimalkan bahan makanan lokal dan musiman yang lebih terjangkau.
Penelitian menunjukkan bahwa kadar mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, dan mangan pada terong dilaporkan meningkat setelah dibakar.
BGN menegaskan bahwa intervensi pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita (Kelompok B3) menjadi prioritas utama MBG selama periode akhir tahun 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved