Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER subspesialis bedah onkologi konsultan lulusan Universitas Andalas dr. Reza Musmarliansyah Sp.B (K) Onk mengungkapkan penderita kanker payudara di usia muda memiliki tantangan lebih sulit karena harus mempertimbangkan masa depan dan jenis kanker yang sulit dijinakkan.
"Usia termuda pasien saya dengan kanker payudara adalah 30 tahun, belum menikah, tentunya belum punya anak dan yang paling challenging buat saya, karena secara karakter dari kankernya yang paling sulit," katanya, dikutip Senin (13/10).
Ia mengatakan pada kasus tertentu, kanker payudara pada usia muda memiliki karakteristik 'bandel' salah satunya triple negative breast cancer, yang bersifat agresif dan cepat menyebar atau metastasis.
Selain soal sifat kankernya, dokter di RSU Bunda ini mengatakan menangani pasien usia muda juga turut memikirkan masa depan pasien dengan memberikan opsi tindakan yang bisa mengurangi penyakitnya.
"Saya juga banyak mendapat laporan, curhatan dari pasien saya, yang sudah diangkat sebelah (operasi), Jadi, dia cenderung lebih depresi dibanding sama orang yang kanker payudara, tapi payudara tidak hilang. Itu adalah milestone pada penyintas," kata Reza.
Ia mengatakan pada pasien muda, penanganan kanker payudara juga memikirkan estetika bentuk payudara setelah operasi yang sering kali menjadi ketakutan pasien di usia produktif, dan postur tubuh.
Reza mengatakan kepada generasi muda dengan kemudahan teknologi dan informasi yang mudah didapat seharusnya membuat mereka lebih bisa menyadari bahaya kanker payudara dengan beberapa metode skrining mandiri seperti Sadari (Perika Payudara Sendiri) sehingga bisa mengubah pola pikir untuk segera memeriksakan ke dokter jika ada benjolan yang dirasakan pada payudara.
"Kita tanemin paradigma di masyarakat bahwa semakin dini kita datang ke dokter, semakin gampang dan semakin murah biaya pengobatannya," kata Reza.
Reza juga menambahkan metode operasi dengan robotik yang sudah ada di salah satu rumah sakit di Jakarta juga membuat pilihan operasi kanker payudara lebih aman dan minimal invasif serta mempertahankan bentuk alami payudara melalui rekonstruksi sehingga meningkatkan kualitas hidup pasien. (Ant/Z-1)
Kenali jenis mastektomi, lama pemulihan, serta cara merawat tubuh dan kesehatan mental setelah operasi kanker payudara.
Menurut data World Health Organization (WHO), pada tahun 2012 terdapat sekitar 40 dari 100.000 perempuan di Indonesia yang didiagnosis dengan kanker payudara.
Jika dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara maka Indonesia termasuk salah satu negara dengan bertahan hidup pasien kanker payudara yang rendah.
Studi 11 tahun di tujuh pusat layanan kesehatan New York menunjukkan seperempat kasus kanker payudara terjadi pada perempuan usia 18-49 tahun.
Mahkota Dewa kaya senyawa aktif yang berpotensi melawan sel kanker payudara. Namun, konsumsi tetap harus hati-hati dan tak menggantikan pengobatan medis.
“Dari ibu ke ibu, yang baru saja menderita kanker, saya hanya ingin memeluknya," kata Jessie J
PERKEMBANGAN teknologi pencitraan medis membawa perubahan signifikan dalam dunia diagnosis penyakit.
Penelitian ini menjadi penting karena memberikan bukti lokal khusus Indonesia yang selama ini belum tersedia, dan memperkuat data global mengenai efektivitas dan keamanan terapi IDegAsp.
Menariknya, sebagian besar pasien bukan warga asli Birobuli. Mereka datang dari berbagai wilayah sekitar, termasuk Kota Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi.
Studi PAOLA-1 menunjukkan pasien HRD-positif yang menjalani maintenance therapy dengan Olaparib dan Bevacizumab memiliki masa bebas penyakit hingga 37 bulan.
Berbeda dari etika, disiplin profesi diawasi oleh Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) di bawah Konsil Kedokteran Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved