Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR gempabumi dan tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan jaringan sensor tsunami merekam adanya perubahan muka air laut di wilayah Utara Sulawesi. Kejadian itu beberapa menit setelah gempa berkekuatan 7,4 magnitudo terjadi di Laut Filipina, Jumat (10/10) pukul 08.43 WIB.
Menurut Daryono data BMKG menunjukkan adanya ketinggian gelombang air laut 17cm di wilayah Essang, Talaud yang lokasinya tak jauh dari gempa. Namun di wilayah lain tercatat tinggi gelombang 5-11 cm.
Data anomali tinggi air muka laut terekam dalam waktu kurang dari 30 menit mencangkup alat ukur di Essang, Beo, Melonguane, Ganalo, Sangihe Sulawesi Utara, hingga Morotai dan Halmahera Barat di Maluku Utara.
“Ini termasuk kategori tsunami minor, namun sistem berhasil mengonfirmasi adanya kenaikan permukaan air laut yang relevan dengan hasil pemodelan,” ujarnya.
Ia mengatakan itu menandakan bahwa sistem deteksi dini berjalan dalam merespons ancaman tsunami di wilayah perbatasan laut utara.
Daryono menyampaikan bahwa BMKG, berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta pemerintah daerah agar informasi tersebut diteruskan ke masyarakat.
Seperti diberitakan gempabumi berkekuatan 7,4 magnitudo terjadi pada pukul 08.43.58 WIB dengan episenter di koordinat 7,23° Lintang Utara dan 126,83° Bujur Timur atau sekitar 275 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 58 kilometer.
Berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber, gempa itu dipicu oleh aktivitas patahan naik di zona subduksi Laut Filipina. Gempa ini disebut berpotensi tsunami dengan status waspada di wilayah pesisisr
Kepulauan Talaud, Kota Bitung, Minahasa Utara bagian selatan, Minahasa bagian selatan, dan Supiori di Papua. Masyarakat diimbau waspada hingga peringatan tsunami berakhir. (Ant/H-4)
Kondisi musim kemarau yang cenderung lebih kering itu juga dipengaruhi indikasi fenomena El Nino lemah yang berpotensi muncul pada pertengahan hingga akhir 2026.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan di sebagian wilayah Indonesia kategori menengah hingga tinggi menjelang periode mudik dan libur Idul Fitri 2026.
BMKG menyebut bahwa prakiraan cuaca lebaran 2026 yakni berawan dan potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia.
BMKG Samarinda mengeluarkan peringatan dini potensi banjir dan longsor di Kalimantan Timur (Kaltim) periode 11-20 Maret 2026 akibat curah hujan tinggi.
PRAKIRAAN cuaca Batam hari ini 11 Maret 2026 didominasi cerah berawan hingga berawan dengan suhu udara berkisar antara 26 hingga 30 derajat Celsius.
PRAKIRAAN cuaca Jawa Tengah hari ini 11 Maret 2026 adanya potensi cuaca ekstrem di 10 daerah. Warga berada di daerah tersebut untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah 94 kilometer tenggara Kabupaten Simeulue pada Senin, 3 Maret 2026, pukul 11.56.45 WIB.
Gempa bumi tektonik yang terjadi pada Senin dini hari pukul 01.57.46 WITA di wilayah utara Sabah, Malaysia, dipastikan tidak berpotensi tsunami bagi Kalimantan Utara.
Tsunami dan megatsunami sering kali disalahpahami karena keduanya sama-sama melibatkan gelombang laut besar. Padahal, memiliki perbedaan yang sangat signifikan.
Ia menjelaskan bahwa gempabumi tektonik tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 pukul 19.42 WIB berdasarkan hasil analisis parameter terkini.
Wilayah Laut Banda, Maluku diguncang gempa tektonik pada pukul 10.05 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan adanya kemungkinan terjadinya tsunami danau di kawasan Danau Maninjau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved