Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PERBEDAAN tsunami dan megatsunami sering kali disalahpahami karena keduanya sama-sama melibatkan gelombang laut besar. Padahal, dari segi skala, penyebab, dan dampak, tsunami dan megatsunami memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Artikel ini akan membahasnya secara lengkap dan mudah dipahami.
Tsunami adalah gelombang laut besar yang terjadi akibat gangguan tiba-tiba di dasar laut, seperti gempa bumi tektonik, letusan gunung api bawah laut, atau longsor bawah laut.
Di laut lepas, gelombang tsunami sering kali tidak terasa. Namun, ketika mencapai wilayah pantai, ketinggian gelombangnya dapat meningkat drastis dan menyebabkan kerusakan besar.
Contoh tsunami terbesar adalah Tsunami Aceh tahun 2004 yang menewaskan ratusan ribu orang.
Megatsunami adalah gelombang air laut berukuran ekstrem yang jauh lebih besar dibandingkan tsunami biasa. Fenomena ini sangat langka dan biasanya disebabkan oleh peristiwa geologis yang luar biasa besar.
Megatsunami tidak menyebar jauh seperti tsunami, tetapi memiliki daya hancur luar biasa di area yang terdampak langsung.
Contoh megatsunami terkenal terjadi di Teluk Lituya, Alaska (1958) dengan ketinggian gelombang mencapai sekitar 524 meter.
Berikut adalah perbedaan utama antara tsunami dan megatsunami:
| Aspek | Tsunami | Megatsunami |
|---|---|---|
| Skala | Besar | Sangat ekstrem |
| Tinggi gelombang | 5–30 meter | Hingga ratusan meter |
| Penyebab | Gempa bawah laut | Longsor besar / asteroid |
| Jangkauan | Sangat luas | Lokal |
| Frekuensi | Relatif sering | Sangat langka |
| Dampak | Kerusakan pesisir | Kehancuran total |
Indonesia berada di Cincin Api Pasifik, sehingga sangat rawan tsunami akibat aktivitas tektonik dan vulkanik. Namun, potensi megatsunami di Indonesia tergolong sangat kecil, karena membutuhkan longsoran masif dengan kondisi geologis khusus.
Meski demikian, kewaspadaan terhadap tsunami tetap sangat penting, terutama bagi wilayah pesisir.
Perbedaan tsunami dan megatsunami terletak pada ukuran gelombang, penyebab, jangkauan, dan tingkat kehancuran. Tsunami merupakan bencana alam yang lebih umum dan dapat menyebar luas, sedangkan megatsunami adalah fenomena langka dengan dampak lokal yang sangat ekstrem.
Memahami perbedaan ini penting untuk meningkatkan kesadaran bencana dan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya di negara rawan gempa seperti Indonesia. (Z-10)
Ia menjelaskan bahwa gempabumi tektonik tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 pukul 19.42 WIB berdasarkan hasil analisis parameter terkini.
Wilayah Laut Banda, Maluku diguncang gempa tektonik pada pukul 10.05 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan adanya kemungkinan terjadinya tsunami danau di kawasan Danau Maninjau.
BMKG menyatakan gempa bumi magnitudo 4,7 yang berpusat di Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat, tidak berpotensi tsunami.
Bencana dahsyat tsunami 26 Desember 2004 silam mengajarkan para penakluk Samudera itu untuk lebih kuat, sabar dan teguh seperti karang dihempas gelombang.
Megatsunami Greenland menjadi salah satu fenomena alam paling mengejutkan dalam beberapa tahun terakhir. Peristiwa ini bukan tsunami biasa.
Update terbaru megatsunami Greenland. Ilmuwan konfirmasi gelombang 200 meter di Fjord Dickson jadi pemicu sinyal seismik global selama 9 hari.
September 2023, gletser yang mencair di Greenland memicu longsor besar berakibat mega-tsunami setinggi 650 kaki, diikuti dengan getaran misterius yang berlangsung selama 9 hari.
Angela Carrillo Ponce dari Pusat Penelitian Geosains Jerman memperingatkan pencairan gletser dan lapisan es akibat perubahan iklim meningkatkan risiko longsor dan megatsunami di masa depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved