Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Update Megatsunami Greenland: Misteri Getaran Bumi 9 Hari Terpecahkan, Ilmuwan Peringatkan Ancaman Arktik

Media Indonesia
30/1/2026 08:38
Update Megatsunami Greenland: Misteri Getaran Bumi 9 Hari Terpecahkan, Ilmuwan Peringatkan Ancaman Arktik
Ilustrasi(Dok The Guardian)

MISTERI sinyal seismik aneh yang menggetarkan Bumi selama sembilan hari berturut-turut akhirnya terpecahkan secara tuntas. Berdasarkan laporan ilmiah terbaru yang dirilis bulan ini (Januari 2026), para ilmuwan mengonfirmasi bahwa fenomena tersebut dipicu oleh megatsunami setinggi 200 meter (650 kaki) yang terjadi di Fjord Dickson, Greenland Timur.

Temuan ini menjadi sorotan dunia hari ini karena membuktikan betapa dahsyatnya dampak perubahan iklim di kawasan Arktik yang sebelumnya dianggap stabil.

Konfirmasi Data Satelit NASA

Studi gabungan yang melibatkan data dari satelit Surface Water and Ocean Topography (SWOT) milik NASA dan CNES (Prancis) berhasil memetakan secara presisi apa yang terjadi di lokasi terpencil tersebut. Insiden bermula dari runtuhnya puncak gunung setinggi 1,2 kilometer ke dalam fjord sempit akibat mencairnya gletser penyangga.

"Volume bebatuan dan es yang runtuh setara dengan 25 gedung Empire State. Karena fjord tersebut sempit dan tertutup, energi gelombang tidak bisa keluar ke laut lepas, melainkan terperangkap dan memantul bolak-balik (fenomena seiche) selama sembilan hari," ungkap laporan tersebut.

Gelombang berdiri (standing wave) inilah yang mengirimkan getaran seismik ritmis ke seluruh kerak Bumi setiap 90 detik, yang sempat membingungkan seismolog di seluruh dunia karena tidak memiliki pola seperti gempa bumi biasa.

Peringatan Bahaya Iklim

Meski peristiwa fisik longsoran terjadi pada September 2023, analisis komprehensif yang diterbitkan awal tahun 2026 ini menjadi "lonceng peringatan" keras. Para ahli memperingatkan bahwa pemanasan global yang mempercepat pencairan permafrost dan gletser di Greenland akan meningkatkan frekuensi bencana serupa (Landslide Generated Tsunamis).

"Ini adalah pertama kalinya kami melihat pergerakan air (tsunami) dalam sistem tertutup mampu mengguncang planet ini dalam durasi yang begitu lama. Arktik kini menjadi zona yang sangat dinamis dan berbahaya," tulis tim peneliti dalam jurnal Science.

Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa karena lokasi Fjord Dickson yang merupakan area tak berpenghuni dan jalur pelayaran militer yang jarang dilalui. Namun, potensi megatsunami di jalur wisata kapal pesiar kini menjadi perhatian serius otoritas maritim internasional.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya