Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Musim flu kerap menjadi periode yang menantang bagi banyak orang, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan imunitas rendah. Salah satu langkah pencegahan paling efektif adalah melalui vaksinasi flu.
Namun, tahukah kamu bahwa efektivitas vaksin flu juga sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi tubuh?
Menurut para ahli kesehatan, kecukupan nutrisi sebelum dan sesudah vaksinasi dapat membantu tubuh membentuk respons imun yang lebih kuat. Pola makan seimbang dan asupan vitamin serta mineral tertentu mampu memperkuat sistem pertahanan tubuh, sehingga vaksin bekerja lebih optimal.
Berikut 6 nutrisi penting yang bisa kamu konsumsi untuk memperkuat daya tahan tubuh sekaligus memaksimalkan efektivitas vaksin flu:
Probiotik adalah mikroorganisme baik yang membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus, yang berperan besar dalam sistem imun. Makanan kaya probiotik seperti yogurt, kimchi, kombucha, dan sauerkraut dapat membantu mengurangi durasi infeksi saluran pernapasan serta menurunkan kebutuhan antibiotik.
Zinc atau seng adalah mineral penting untuk mendukung sistem imun, penyembuhan luka, dan perlindungan dari infeksi. Sumber zinc terbaik antara lain daging tanpa lemak, kerang, unggas, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Namun, konsumsi zinc berlebihan justru dapat menurunkan efektivitas sistem imun, jadi perhatikan takarannya.
Protein berfungsi membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, termasuk sel imun. Kekurangan protein dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap virus dan bakteri. Pastikan kamu mengonsumsi telur, ikan, daging, susu, tahu, tempe, serta biji-bijian seperti quinoa untuk memenuhi kebutuhan protein harian.
Vitamin A berperan menjaga kesehatan kulit dan membran mukosa, yang menjadi garis pertahanan pertama terhadap patogen. Sumber alami vitamin A meliputi wortel, ubi jalar, bayam, paprika merah, dan kuning telur. Hati-hati konsumsi berlebih, terutama bagi ibu hamil, karena dapat berisiko toksik.
Vitamin C membantu pembentukan antibodi yang melawan infeksi. Buah-buahan seperti jeruk, stroberi, pepaya, dan paprika merah merupakan sumber vitamin C alami. Suplemen vitamin C juga dapat mempercepat pemulihan flu, tetapi jangan dikonsumsi berlebihan untuk menghindari gangguan pencernaan.
Vitamin E berfungsi melindungi sel dari kerusakan oksidatif dan bekerja sinergis dengan vitamin C. Nutrisi ini dapat ditemukan pada biji-bijian, kacang-kacangan, dan minyak nabati. Asupan yang cukup dapat membantu tubuh melawan berbagai jenis infeksi dengan lebih efektif.
Mengombinasikan vaksinasi flu dengan pola makan bergizi seimbang merupakan strategi terbaik untuk melindungi tubuh dari serangan virus influenza. Pastikan kamu mendapatkan asupan nutrisi penting di atas agar respons imun lebih kuat dan tubuh siap menghadapi musim flu dengan optimal. (Z-10)
Satu kasus muncul di Kabupaten Sleman saat memeriksakan diri ke rumah sakit pada September 2025.
Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur.
MENJELANG puncak libur akhir tahun, New York saat ini sedang kewalahan menghadapi krisis kesehatan serius yaitu lonjakan kasus super flu tertinggi
Flu musiman meningkat tajam di Amerika Serikat menjelang libur akhir tahun.
Di tengah kondisi cuaca hujan dan aktivitas yang lebih banyak dilakukan di dalam ruangan, penting untuk menjaga kebersihan, mencuci tangan secara rutin, dan mendapatkan vaksin flu
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa.
Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan covid-19. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus selama 4 hari sebelum dan sesudah gejala muncul.
Jemaah haji perlu memahami manfaat kesehatan jangka panjang dari vaksinasi, bukan sekadar memenuhinya sebagai syarat administrasi.
Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa lebih dari 22% jemaah haji Indonesia pada 2025 merupakan kelompok lansia, dan mayoritas membawa penyakit komorbid.
Orang yang hidup dengan HIV (ODHA) memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi menular seksual (IMS). Selain berdampak langsung pada kesehatan.
Dalam kondisi hujan, tingkat kelembapan tinggi, dan suhu tinggi, melakukan aktivitas fisik di tempat terbuka meningkatkan peluang terserang penyakit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved