Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Jelang Puncak Akhir Tahun, New York Hadapi Lonjakan Varian Baru Kasus Flu

Despian Nurhidayat
29/12/2025 11:38
Jelang Puncak Akhir Tahun, New York Hadapi Lonjakan Varian Baru Kasus Flu
Ilustrasi.(freepik)

MENJELANG puncak libur akhir tahun, New York saat ini sedang kewalahan menghadapi krisis kesehatan serius yaitu lonjakan kasus super flu. Departemen Kesehatan New York mencatatkan bahwa kasus flu di sana telah mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah, dengan 71.123 kasus positif tercatat hanya dalam satu minggu per 20 Desember 2025. 

Kondisi di New York hanyalah puncak gunung es dari situasi di Amerika Serikat. Saat ini, New York termasuk dalam 14 negara bagian dengan tingkat aktivitas kunjungan medis akibat penyakit serupa flu (influenza-like illness) yang masuk kategori "Sangat Tinggi."

Diberitakan USA Today, pemicu kekhawatiran utama para ahli tahun ini adalah munculnya jenis flu baru yang disebut varian Subclade K, sebuah variasi dari virus Influenza A(H3N2).

Varian ini sebelumnya telah menyebabkan wabah besar di Inggris, Jepang, dan Kanada.

Pejabat kesehatan khawatir bahwa vaksin flu tahun ini mungkin tidak sepenuhnya cocok (mismatch) dengan varian baru tersebut. Namun, para ahli meyakini bahwa vaksin yang ada masih mampu memberikan perlindungan penting untuk mencegah penyakit berkembang menjadi kondisi yang lebih parah atau mematikan.

"Namun yang jelas adalah kasusnya meningkat, dan kita melihat banyak kasus influenza meningkat di seluruh negeri, dan itu adalah tren yang pasti akan berlanjut hingga tahun baru," kata Andrew Pekosz, yang merupakan salah satu direktur Johns Hopkins Center of Excellence dalam penelitian dan respons influenza.

Berdasarkan estimasi terbaru dari CDC, musim flu kali ini telah menyebabkan setidaknya 4,6 juta orang jatuh sakit.

Sementara itu tercatat 49.000 pasien harus menjalani rawat inap di rumah sakit dan 1.900 angka kematian, dengan tiga di antaranya merupakan anak-anak.

Di New York City, kunjungan ke ruang gawat darurat rumah sakit dengan diagnosis flu terus merangkak naik. 

Jennifer Nuzzo, pakar epidemiologi dari Brown University, memperingatkan bahwa kita mungkin sedang menuju musim flu yang sangat berat atau "doozy," terutama karena data yang terbatas dan rendahnya tingkat vaksin flu tahun ini. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik