Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

DBD Sebabkan Dehidrasi Parah Hingga Pengentalan Darah pada Anak

Basuki Eka Purnama
01/10/2025 09:53
DBD Sebabkan Dehidrasi Parah Hingga Pengentalan Darah pada Anak
Ilustrasi--Petugas kesehatan melakukan perawatan pasien demam berdarah dengue (DBD) di RSUD Tamansari, Jakarta.(ANTARA/Sulthony Hasanuddin)

KETUA Program Vaksinasi Nasional Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K), mengatakan penyakit demam berdarah dengue (DBD) dapat menyebabkan dehidrasi parah hingga pengentalan darah pada anak.

"Dengue adalah penyakit yang dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia, di mana seseorang tinggal, maupun gaya hidup dan bukan
hanya saat musim hujan, tetapi, juga mengancam sepanjang tahun," kata Sri, dikutip Rabu (1/10).

Dia meminta masyarakat waspada karena DBD dapat mengenai siapa saja dalam keluarga, Pada anak, gejalanya akan semakin parah karena kekebalan tubuhnya tidak sekuat orang dewasa.

Menurut dia, jika tidak tertangani dengan baik, DBD dapat menyebabkan kebocoran pembuluh darah, yang berujung pada kebocoran plasma sehingga darah menjadi kental. Darah yang kental akan memperlambat aliran darah dan menghambat proses penyaluran oksigen ke seluruh tubuh.

"Oksigen adalah salah satu kehidupan kita, kalau berkurang, darahnya akan kolaps. Jadi, syok, tidak sadar dan bisa kejang seperti itu," kata Sri.

Sri menyampaikan anak menjadi lebih rentan karena sulit untuk mengungkapkan gejala-gejala yang dia rasakan. 

Dia menyampaikan mungkin anak yang berusia lima tahun ke atas sudah lebih dapat diajak berdiskusi, namun, tak jarang pula mereka menyembunyikan perasaannya dan menyangkal keluhan yang dirasakan.

Pemerintah bersama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) bekerja sama menggenjot cakupan vaksinasi dengue dengan target sasaran utama anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar (SD) sebagai bentuk pemantauan aktif vaksinasi dengue di Jakarta.

Pemantauan yang akan berlangsung selama tiga tahun itu juga dijadikan waktu untuk memberikan sosialisasi, pendidikan dan edukasi terkait pentingnya vaksinasi dengue beserta dengan manfaatnya dan Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (KIPI) bagi anak pada kemudian hari.

Vaksin akan diberikan sebanyak dua dosis dengan rentang jarak pemberian tiga bulan. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik