Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Spesialis Anak di Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Venty, Sp.A, CIMI, menekankan pentingnya kewaspadaan orangtua terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia.
Penyakit akibat virus dengue tersebut ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti dan banyak menyerang anak-anak maupun usia produktif.
"DBD pada anak sering kali berkembang cepat. Deteksi dini dan pemberian cairan yang cukup bisa sangat membantu mencegah kondisi menjadi lebih berat," ujar Venty dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (20/9).
Penularan DBD berlangsung cepat karena nyamuk betina mampu menggigit berulang kali dalam jarak terbang 100-200 meter.
Hewan ini kerap bersembunyi di pakaian tergantung atau kolong meja dan berkembang biak di air bersih yang tidak terkelola. Dalam 7-10 hari, telur dapat berubah menjadi nyamuk dewasa yang siap menularkan virus.
Data menunjukkan, 73% kasus dengue terjadi pada kelompok usia 5-44 tahun, sementara kematian terbanyak tercatat pada anak usia 5-14 tahun. Kondisi itu membuat peran keluarga penting dalam pencegahan sekaligus penanganan dini kasus DBD.
Tindakan awal di rumah saat anak mengalami demam, menurut Venty, mencakup pemberian cairan cukup, kompres air hangat, obat penurun panas sesuai anjuran, serta segera membawa ke fasilitas kesehatan bila muncul tanda bahaya.
Pencegahan di rumah menjadi kunci melalui gerakan 3M Plus yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas, ditambah langkah lain seperti menabur larvasida, menggunakan kelambu, serta memasang kawat kasa di jendela. Melibatkan anak menjaga kebersihan rumah juga menjadi bentuk edukasi dini.
Selain itu, vaksinasi dengue direkomendasikan bagi anak mulai usia empat tahun hingga dewasa untuk membentuk kekebalan tubuh. Dengan kombinasi pencegahan lingkungan, deteksi dini, serta perlindungan medis, risiko DBD di masyarakat dapat ditekan.
"Selain 3M Plus, perlindungan tambahan terhadap DBD dapat diberikan melalui vaksinasi dengue. Vaksin ini bekerja membentuk kekebalan
tubuh terhadap virus dengue dan direkomendasikan untuk anak dari usia 4 tahun sampai dewasa usia 60 tahun," pungkas Venty. (Ant/Z-1)
Kementerian Kesehatan memperkuat kewaspadaan terhadap peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) di musim hujan.
Gejala DBD umumnya meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, serta munculnya bintik-bintik merah di kulit.
Peneliti internasional menciptakan jamur Metarhizium beraroma bunga yang mampu menarik dan membunuh nyamuk pembawa penyakit seperti malaria dan demam berdarah.
Di sini dipastikan hampir 200 juta nyamuk mencapai kematangan seksual sebelum dilepaskan untuk bereproduksi.
Setiap tahunnya, dunia mencatat ratusan juta kasus malaria. Selain dikenal sebagai penyebab malaria, nyamuk juga menjadi pembawa penyakit lain seperti demam berdarah.
Pada anak, gejala DBD akan semakin parah karena kekebalan tubuhnya tidak sekuat orang dewasa.
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Kasus leptospirosis di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, meningkat tajam sepanjang 2025. Sebaliknya, kasus demam berdarah dengue (DBD) justru mengalami penurunan.
ECDC mencatat lebih dari 5 juta kasus demam berdarah dengue (DBD) secara global sepanjang Januari hingga Desember 2025.
Vaksin yang sedang diuji adalah V181-005, sebuah formulasi baru yang berpotensi memberikan perlindungan yang lebih cepat dan efisien.
Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), selama Januari hingg 30 Oktober 2025 angka demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia mencapai 131.393 kasus.
Kementerian Kesehatan memperkuat kewaspadaan terhadap peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) di musim hujan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved