Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
TEKANAN darah tinggi alias hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia. Bahkan, banyak pasien yang tekanan darahnya tetap tinggi meski telah mengonsumsi tiga jenis obat atau bahkan lebih. Kondisi ini dikenal sebagai hipertensi resisten. Baru-baru ini, sebuah penelitian internasional menguji obat baru bernama Baxdrostat. Obat ini dinilai mampu memberikan harapan baru bagi pasien dengan kondisi tersebut.
Baxdrostat dirancang untuk orang yang tekanan darahnya masih di atas target normal meski sudah mengonsumsi kombinasi obat standar. Kondisi ini berbahaya karena dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, hingga gagal ginjal.
Salah satu penyebab utama hipertensi resisten adalah hormon aldosteron yang memicu ginjal menahan garam dan cairan sehingga tekanan darah meningkat. Baxdrostat bekerja dengan menghambat enzim pembentuk aldosteron, sehingga kadar hormon tersebut menurun tanpa mengganggu hormon lain yang penting, seperti kortisol.
Selama itu, dokter memang menggunakan obat penghambat reseptor mineralokortikoid untuk melemahkan efek aldosteron. Namun, obat-obatan tersebut sering menimbulkan efek samping berupa kadar kalium yang terlalu tinggi. Baxdrostat diharapkan dapat menjadi alternatif yang lebih aman.
Bukti terbaru datang dari uji global BaxHTN yang menguji dua dosis Baxdrostat (1 mg dan 2 mg) dibandingkan dengan plasebo selama 12 minggu. Peserta penelitiannya adalah orang dewasa dengan tekanan darah sistolik 140–170 mmHg saat duduk, meski sudah minum obat standar.
Hasil penelitian setelah 12 minggu menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik yang cukup berarti:
Penurunan hampir 10 mmHg dianggap signifikan, khususnya pada pasien yang selama ini sulit mencapai tekanan darah normal.
Meski demikian, efek samping tetap ada. Beberapa pasien mengalami hiperkalemia atau peningkatan kadar kalium dalam darah. Namun, kondisi tersebut dapat ditangani melalui pemantauan medis yang ketat.
Sebelum BaxHTN, uji BrigHTN fase 2 menunjukkan Baxdrostat membantu pasien hipertensi resisten. Data ini mendorong dilakukannya penelitian fase 3.
Sebaliknya, uji HALO fase 2 pada pasien hipertensi tidak terkontrol gagal menunjukkan perbedaan signifikan dengan plasebo dalam 8 minggu. Hal itu dikaitkan dengan efek plasebo yang kuat dan masalah kepatuhan.
Belajar dari pengalaman tersebut, penelitian BaxHTN dilakukan dengan pengawasan lebih ketat, durasi lebih lama, dan melibatkan kelompok pasien yang lebih beragam.
Menurut para peneliti, setiap penurunan tekanan darah sistolik, meski hanya sedikit, dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular jangka panjang. Oleh karena itu, Baxdrostat dipandang sebagai obat dengan potensi besar.
“Menurunkan hampir 10 mmHg pada pasien dengan hipertensi resisten merupakan pencapaian yang sangat berarti,” ujar Prof. Bryan Williams, Ketua Departemen Kedokteran University College London sekaligus peneliti utama.
Obat ini dikonsumsi sekali sehari sehingga lebih praktis bagi pasien yang sudah terbebani banyak obat. Jika kelak disetujui, Baxdrostat kemungkinan akan digunakan sebagai tambahan terapi, bukan sebagai pengganti obat yang sudah ada.
Meskipun uji klinis lanjutan masih diperlukan untuk memastikan manfaat jangka panjang, hasil penelitian ini telah dipublikasikan di The New England Journal of Medicine. (Earth.com/Z-1)
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dinilai terancam setelah perubahan regulasi paten terbaru.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Obat dapat berasal dari bahan kimia, tumbuhan, maupun hewan, dan biasanya digunakan dengan dosis tertentu agar aman dan efektif.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengadakan seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional”
Obat yang mengandung steroid bisa membahayakan kesehatan tulang apabila dikonsumsi secara terus menerus.
Oahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi.
Asupan nutrisi pada waktu sahur dan berbuka harus benar-benar diperhatikan agar kebutuhan vitamin, mineral, dan air tetap terpenuhi.
Inovasi ini dirancang khusus untuk membantu menurunkan stres psikologis pada penderita hipertensi, sebuah faktor yang sering terabaikan dalam penanganan tekanan darah tinggi.
Selain hipertensi, Dinkes Batam juga menyoroti tingginya beban penyakit menular dan pernapasan. I
Kondisi udara dengan oksigen rendah bisa menyebabkan peningkatan tekanan paru yang membuat jantung kanan bekerja ekstra memompa darah ke paru-paru.
Perubahan yang terjadi pada perempuan hamil memicu imunitas sehingga terjadi hipertensi paru atau hipertensi pulmonal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved