Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI X DPR RI, akhirnya menyetujui penyesuaian Rancangan Kerja Anggaran (RKA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk tahun 2026. Anggaran BRIN disepakati naik sebesar Rp300 miliar, sehingga total alokasi yang ditetapkan menjadi Rp6.144,6 miliar.
Hal itu disampaikan legislator Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, melalui keterangan resmi, diterima Media Indonesia.com, Minggu (21/9/2025).
Fikri menjelaskan bahwa tambahan anggaran tersebut akan difokuskan untuk program riset prioritas nasional.
Menurut Fikri hal itui sejalan dengan problematika yang dihadapi pemerintah, di mana realisasi program Presiden di sektor-sektor krusial yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Oleh karena itu, riset yang dilakukan oleh BRIN diharapkan dapat memberikan pendampingan yang efektif bagi program-program tersebut,” ujar legislator dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.
Lebih lanjut, Fikri yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, menjelaskan meskipun tambahan anggaran ini lebih kecil dari usulan awal BRIN yang minimal Rp900 miliar, Fraksi PKS menyatakan tetap menyetujui dan mendukung keputusan tersebut.
“Kami tetap mensyukuri dan mendukung keputusan tersebut,” pungkas legislator dari daerah pemilihan (Dapil) IX Jawa Tengah (Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes). (H-2)
Habib mengapresiasi Polri dan pihak terkait yang telah mengungkap terduga pelaku.
Ia mengingatkan agar penyidik tidak terburu-buru menyimpulkan pihak yang terlibat, baik dari kalangan sipil maupun institusi tertentu.
Sebagaimana diketahui, ketergantungan Indonesia terhadap impor energi diketahui masih cukup tinggi.
Puan memperingatkan pemerintah agar ketegangan di Timur Tengah tidak menjadi alasan pembiaran atas lonjakan biaya transportasi.
Rikwanto memberikan analogi mengenai fungsi CCTV di lingkungan masyarakat. Menurutnya, di era digital saat ini, rekaman kejadian adalah bukti yang tidak terbantahkan.
SITUASI geopolitik dunia yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah harus menjadi alarm serius bagi Indonesia untuk segera memperkuat kemandirian energi nasional.
KEPALA Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko menegaskan bahwa wacana efisiensi anggaran BRIN 2025 masih dalam tahap simulasi internal.
Rencana efisiensi akan dilakukan antara lain untuk alat tulis kantor sebesar 90%, percetakan dan souvenir 75,9%, sewa gedung, kendaraan dan peralatan 73,3%, perjalanan dinas 53,9%.
Skema-skema pendanaan ini terbuka untuk berbagai disiplin ilmu dan sektor, mulai dari riset dasar hingga komersialisasi hasil inovasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved