Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
RENTETAN kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengharuskan pemerintah mencari jalan keluar agar siswa tidak lagi menjadi korban keracunan.
"Tidak ada jalan lain bahwa proses pelatihan-pelatihan dari para pemasak ini harus ditingkatkan, kemampuan untuk mengantisipasi dari bahan-bahan yang baik yang harus disiapkan dengan pemasakan yang matang itu harus diperhatikan, tidak ada celah ya bagi terjadinya suatu keracunan makanan seperti yang selama ini terjadi," kata Guru Besar di bidang Gizi Masyarakat dan Sumber daya Keluarga Institut Pertanian Bogor (IPB) Ali Khomsan saat dihubungi, Jumat (19/9).
Ia menekankan agar pemasak dan distribustor makanan selalu diawasi oleh ahli gizi yang bertugas secara ketat.
Prof Ali mengatakan bahwa keracunan bisa terjadi karena makanan yang basi, karena disiapkan terlalu lama, atau proses pemasakannya yang tidak matang.
"Ini harus menjadi tanggung jawab bagi mereka yang bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga proses-proses ini, aspek-aspek ketidakamanan pangan ini tidak berulang lagi," ungkapnya.
Penyediaan makanan massal seperti MBG memang memerlukan kehati-hatian dalam aspek keamanan pangan, karena bagaimanapun menyediakan ribuan porsi dalam waktu satu hari dan itu dilakukan tiap hari, tentu memerlukan suatu kualitas kontrol yang baik.
"Oleh karena itu, kalau ini bisa dilakukan, setidaknya di dalam proses penyediaan MBG itu harus dilakukan secara bertahap," ungkapnnya..
Yang dimaksudkan bertahap adalah bahwa jika dalam sehari SPPG yang belum mampu, sudah menyediakan 500 dulu, kemudian ditingkatkan. Setelah mempunyai kemampuan bisa sampai 1.000, dan seterusnya sampai bisa mencapai 3 ribu porsi.(H-2)
BGN menargetkan peningkatan kualitas layanan Program Makan Bergizi (MBG) pada 2026 melalui penerapan akreditasi dan sertifikasi bagi seluruh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
MBG menjadi salah satu strategi efektif dalam menekan kemiskinan secara tidak langsung.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
Relawan dapur Makan Bergizi Gratis di Semarang mengaku terbantu secara ekonomi. Warga berharap program MBG terus berlanjut.
Kesalahan kecil dalam proses produksi bukan lagi sekadar masalah rasa, melainkan ancaman serius kontaminasi mikroba yang membahayakan kesehatan publik.
Penelitian menunjukkan bahwa kadar mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, dan mangan pada terong dilaporkan meningkat setelah dibakar.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan, inovasi edible packaging atau kemasan yang dapat dimakan mulai banyak digunakan di berbagai produk makanan. Mengutip
Polresta Jambi melakukan pemeriksaan keamanan makanan (food safety) terhadap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dalam embusan itulah lahir sebuah kebijakan yang tampak sederhana tapi sarat makna: Makan Bergizi Gratis (MBG).
FRISIAN Flag Indonesia (FFI) kembali bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengadakan pelatihan keamanan pangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved