Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Spesialis Penyakit Dalam lulusan Universitas Indonesia dr. Paulus Simadibrata, Sp.PD mengatakan etilen oksida termasuk salah satu zat yang berbahaya jika masuk ke dalam tubuh.
"Etilen oksida kan termasuk suatu zat yang berbahaya buat tubuh. Jadi, biasanya ini mungkin dipakai untuk teknik industri pangan," kata
Paulus, dikutip Senin (15/9).
Dokter yang kini praktik di Rumah Sakit Abdi Waluyo itu mengatakan etilen oksida biasa digunakan dalam industri pangan. Namun, penggunaannya tidak boleh berlebihan.
Etilen oksida yang masuk ke dalam tubuh berisiko menyebabkan keracunan, karena tubuh menganggapnya sebagai salah satu zat asing yang tidak boleh ada dalam tubuh.
Kandungan itu juga berisiko memengaruhi saluran pencernaan hingga menyebabkan gejala akut seperti diare, sakit perut, hingga kerusakan jaringan pada sistem pencernaan.
"Ini yang makanya kita harapkan mungkin supaya masyarakat jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan pengawet. Mungkin tidak hanya etilen oksida ya tapi juga yang lainnya," kata dia.
Sebagai contoh, Paulus menyebut dulu sudah ada kasus yang melibatkan kandungan monosodium glutamat sebagai penyedap, juga pemanis buatan semacam asesulfam-K serta natrium siklamat, dan lain sebagainya.
Temuan itu membuat banyak negara seperti Hong Kong, menerapkan kebijakan pembatasan konsumsi makanan manis karena risikonya terhadap kesehatan.
Sementara ketika menanggapi kasus soal kandungan itu yang terdeteksi dalam sebuah merek mi instan populer, menurutnya, kemungkinan disebabkan oleh adanya kesalahan selama proses produksi atau terkena pencemaran.
"Ini yang kita belum tahu, makanya ditolak di Taiwan," ucap Paulus.
Ia juga menilai banyaknya temuan kandungan berbahaya dalam industri pangan membuktikan bahwa ekosistem pada bidang tersebut sudah
semakin maju dan cerdas.
"Contohnya bayangkan saja, kalau kita taruh makanan, mungkin seminggu dan tidak ada lalat menempel, mungkin mereka sudah tahu bahwa ini
ada banyak pengawet, jadi hati-hati," ujar dia.
Sebelumnya, Pemerintah Taiwan melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) setempat melaporkan adanya temuan kandungan pestisida dan etilen oksida dalam sebuah produk mi instan populer asal Indonesia.
Kandungan dari etilen oksida itu dinilai tidak memenuhi standar yang ditetapkan oleh otorita. Kandungan tersebut ditemukan dalam bubuk penyedap sebesar 0,1 mg/kg.
Berdasarkan standar yang ditetapkan di Taiwan, etilen oksida pada makanan maupun minuman tidak boleh lebih dari 0,1 mg/kg. (Ant/Z-1)
Kandungan natrium (garam) dalam satu bungkus mi instan, khususnya varian kuah, sangatlah tinggi yakni mencapai lebih dari 1.000 miligram.
Modifikasi penggunaan bumbu untuk menurunkan kandungan natrium, dengan cara penggunaan bumbu dapur untuk mengurangi penggunaan bumbu bubuk mi instan.
Mi instan dilengkapi dengan bumbu instan seperti garam, penyedap rasa, minyak, dan rempah-rempah, sehingga memiliki rasa gurih dan praktis dikonsumsi.
Banyak orang mengeluhkan rasa cepat lapar setelah makan mi instan, padahal makanan ini sering dianggap praktis dan mengenyangkan.
KULINER Korea atau K-Food kini telah menjadi salah satu sektor yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Hal ini tidak lain karena beberapa faktor seperti kehadiran makanan di tayangan drakor.
Samyang menyebut kesuksesan ini bukan hanya karena sensasi pedas, tetapi juga strategi lokalisasi yang agresif.
Polisi pastikan S, pelaku pembunuhan ibu dan saudara di Warakas, sehat jiwa. Tersangka menggunakan racun tikus dan pestisida untuk menewaskan korban.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa tindakan ini telah direncanakan secara matang.
Di kalangan masyarakat luas, zat ini dikenal sebagai rodentisida atau racun tikus.
Kronologi pembunuhan berencana oleh AS terhadap satu keluarga di Warakas, Jakarta Utara, yang melibatkan modus meracuni korban menggunakan bahan kimia. AS terancam hukuman 20 tahun penjara
Jumlah pelajar yang menjadi korban pada peristiwa itu mencapai 273 orang.
Sebelumnya, kasus dugaan keracunan dialami puluhan pelajar SD di Kecamatan Kadupandak pada Selasa (27/1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved