Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG klinis dewasa lulusan Universitas Indonesia Teresa Indira Andani mengatakan pekerja garda terdepan seperti awak media, tenaga kesehatan dan keamanan rentan memiliki risiko stres yang lebih tinggi.
Terlebih di situasi yang tidak menentu, paparan informasi, tuntutan pekerjaan dan situasi di lapangan yang penuh tekanan bisa menguras energi dan mental.
Untuk meredakan timbulnya stres yang di akibatkan karena tuntutan pekerjaan, Teresa memberikan beberapa hal yang bisa membantu, salah satunya menjaga rutinitas kecil yang menyenangkan.
"Misalnya mencoba mengupayakan tidur berkualitas, tetap makan teratur, atau aktivitas fisik ringan, meski situasi sedang tidak ideal," kata Teresa, Senin (1/9).
Ia juga menyarankan untuk memiliki ruang aman, ketika para pekerja yang rentan terpapar kondisi tidak kondusif di lapangan bisa
mengekspresikan emosi tanpa dihakimi.
Cara ini bisa melibatkan rekan kerja, bercerita dengan keluarga terdekat atau melibatkan tenaga profesional. Selain itu, dukungan dari institusi tempat bekerja juga menyediakan dukungan supervisi yang sehat untuk menjaga kesejahteraan pekerjanya.
"Institusi tempat mereka bekerja sebaiknya juga menyediakan dukungan, seperti supervisi yang sehat, lewat aturan jam kerja yang wajar, kesempatan istirahat sejenak saat tugas, atau kebijakan cuti istirahat bila diperlukan," ungkap Teresa.
Teresa mengatakan lingkungan kerja dan sistem pendukung yang kuat akan sangat menentukan tingkat kecemasan atau stres yang dialami.
Selain itu, emosi yang tertahan lama kelamaan akan meluap dan berdampak kepada sekitarnya sehingga memang perlu disalurkan dengan cara yang sehat meski di tengah tekanan.
Cara lain yang bisa dilakukan dengan rehat sejenak dari pekerjaan atau mengatur jeda waktu mengakses media sosial tempat di mana terlalu banyak informasi berita tidak nyaman.
Jika perasaan sudah mulai terasa sesak, Teresa merekomendasikan hal-hal sederhana seperti keluar sebentar untuk berjalan kaki sambil merasakan langkah dan udara sekitar, menarik napas dalam, menulis apa yang dirasakan, berbagi cerita dengan orang yang dipercaya, atau melakukan aktivitas ringan yang membuat tubuh bergerak.
"Dengan cara itu, emosi bisa perlahan terurai, tubuh lebih lega, dan hubungan dengan orang lain tetap terjaga," kata psikolog di Vajra
Gandaria ini.
Selain mengelola emosi secara pribadi, Teresa mengatakan perlu dukungan dari pihak berwenang agar menunjukkan empati dan merespons keresahan yang ada.
Jika upaya individu dan pemangku kebijakan sebagai pihak berwenang berjalan beriringan maka beban emosional masyarakat akan terasa lebih ringan karena tidak harus ditanggung sendiri.
"Dengan kata lain, munculnya berbagai emosi di masyarakat juga mencerminkan kondisi sosial, politik, dan kebijakan publik yang sedang
berlangsung. Jadi, pengelolaan emosi memang penting di tingkat personal, tetapi tanggung jawab menciptakan lingkungan yang lebih sehat tetap harus dibagi bersama, termasuk oleh para pemangku kebijakan," pungkas Teresa Indira. (Ant/Z-1)
Masuknya AI ke dalam proses kerja sering kali memicu kekhawatiran sekaligus memperlebar celah keterampilan (skill gap) di kalangan karyawan.
PARA pemuda Indonesia didorong untuk melakukan telaah kritis pada dunia yang sudah berubah.
Komnas HAM memastikan penilaian kepatuhan HAM ini akan diperluas ke berbagai wilayah lainnya guna memperkuat akuntabilitas nasional.
PEKERJAAN bukan hanya sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga medium untuk menghadirkan nilai, makna, dan kontribusi nyata bagi sesama.
Terdapat peningkatan dua kali lipat jumlah resume dan lowongan kerja yang diunggah di dark web pada Q1 2024 dibandingkan dengan Q1 2023, dan angka ini tetap sama pada Q1 2025.
KY sempat mengalami penguatan anggaran dan dukungan politik yang lebih stabil.
RESOLUSI tahun baru sebaiknya dimulai dari target yang masuk akal agar proses menjalaninya terasa lebih ringan dan tidak berubah menjadi tekanan atau hukuman atas kekurangan pribadi.
Remaja saat ini lebih membutuhkan dukungan emosional dan pendampingan untuk menavigasi kompleksitas ruang siber.
DPR mendorong adanya keterlibatan ahli dan profesional dalam menanggulangi kasus bullying agar tidak terjadi lagi di kemudian hari.
Perilaku perundungan atau bullying tidak muncul begitu saja, melainkan terbentuk dari proses belajar anak terhadap lingkungan terdekatnya, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Semakin remaja mengenali emosi dan nilai-nilainya, semakin mudah ia menentukan langkah dan pilihan hidup yang sesuai.
Psikolog sekaligus Founder dan Direktur Personal Growth Counseling & Development Center, Ratih Ibrahim menanggapi peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved