Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Psikolog Sebut Pembatasan Gawai Anak Gagal tanpa Contoh Orang Tua!

 Gana Buana
13/3/2026 18:45
Psikolog Sebut Pembatasan Gawai Anak Gagal tanpa Contoh Orang Tua!
Pembatasan Gawai Anak Gagal tanpa Contoh Orang Tua.(Freepik)

PSIKOLOG anak terkemuka Rose Mini Agoes Salim, memberikan peringatan keras bagi para orang tua yang ingin membatasi akses digital anak namun tidak mampu mengontrol diri sendiri. Ia menegaskan bahwa regulasi pembatasan gawai akan menjadi sia-sia jika orang tua tidak memberikan keteladanan nyata di rumah.

Anak Meniru, Bukan Mendengar

Menurut Rose Mini, anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat setiap hari, bukan sekadar instruksi lisan. Jika orang tua melarang anak bermain ponsel sementara mereka sendiri asyik scrolling di media sosial saat berada di rumah, akan terjadi konflik pesan pada anak.

"Orang tua adalah contoh bagi anak. Jangan minta anak tidak banyak menggunakan gadget kalau orang tuanya sendiri tidak bisa lepas dari handphone," tegas Rose Mini dilansir dari Antara, Jumat (13/3).

Ancaman Putus Komunikasi di Rumah

Lebih jauh, ia menyoroti dampak psikologis saat perhatian orang tua tersedot oleh layar ponsel. Kondisi ini membuat anak merasa tidak memiliki akses untuk berbicara atau berinteraksi dengan orang tuanya sendiri meskipun berada dalam satu ruangan.

"Ketika orang tua di rumah tapi waktunya diambil oleh handphone, kapan waktu untuk anak?" ujarnya retoris.

Ia memperingatkan bahwa anak-anak yang merasa kesulitan berinteraksi dengan orang tua cenderung akan kembali ke dunia digital sebagai pelarian. Hal ini menciptakan lingkaran setan kecanduan gawai yang sulit diputus.

Solusi: Kreativitas dan Konsistensi

Rose Mini menyarankan agar orang tua tidak hanya sekadar memberlakukan larangan, tetapi juga wajib menghadirkan alternatif kegiatan yang menarik. Aktivitas fisik seperti olahraga bersama atau mengerjakan proyek sederhana di rumah bisa menjadi jembatan komunikasi yang efektif.

Ia menekankan bahwa meskipun ada regulasi atau aturan platform digital yang membantu membatasi konten, peran manusiawi dari orang tua tetap tidak tergantikan.

"Regulasi itu membantu orang tua. Tapi yang membimbing tetap orang tua. Mereka harus kreatif dan konsisten," pungkasnya.

Tanpa pendampingan aktif, penggunaan gawai dan platform digital secara berlebihan dikhawatirkan akan berdampak buruk pada kesehatan fisik serta perkembangan mental anak di masa depan. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya