Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
TAHUKAH kamu, penelitian terbaru menunjukkan kucing yang menderita demensia mengalami perubahan otak yang mirip dengan manusia penderita Alzheimer?
Penelitian dari Universitas Edinburgh menemukan otak kucing tua menumpuk protein berbahaya, amiloid-beta. Protein ini menumpuk di sinapsis, sambungan penting antar sel saraf yang berperan dalam komunikasi otak.
Penumpukan protein ini mengganggu komunikasi antar sel saraf, sehingga menimbulkan masalah pada daya ingat, kemampuan berpikir, dan perilaku, sama seperti yang dialami pasien Alzheimer.
Kucing tua dengan disfungsi kognitif sering memperlihatkan perilaku yang berbeda dari biasanya, seperti lebih sering mengeong terutama di malam hari, bingung atau tersesat di lingkungan yang familiar.
Selain itu juga ada perubahan cara berinteraksi mereka dengan pemiliknya, mulai dari menjadi lebih manja hingga menarik diri. Sebagian bahkan meninggalkan kebiasaan menggunakan kotak pasir dan buang air di sembarang tempat.
Sementara itu pola tidur-bangun mereka terganggu, dengan meningkatnya waktu tidur di siang hari dan kegelisahan di malam hari.
Untuk memahami proses ini, para peneliti membandingkan sampel otak dari tiga kelompok kucing, yakni muda, tua tanpa demensia, dan tua dengan demensia.
Hasilnya menunjukkan kucing tua dengan demensia memiliki endapan amiloid-beta di sinapsis yang sama seperti pada manusia dengan Alzheimer.
Sel pendukung otak, seperti mikroglia dan astrosit, menjadi lebih aktif di area yang mengandung amiloid-beta dan melakukan pemangkasan sinaptik berlebihan yang dapat merusak memori jangka panjang.
Mikroglia cenderung menyerang sinapsis yang sudah terkontaminasi protein, sementara astrosit melakukannya lebih jarang.
“Demensia adalah penyakit yang mematikan, baik yang menyerang manusia, kucing, maupun anjing. Temuan kami soroti kemiripan yang mencolok antara demensia kucing dan penyakit Alzheimer pada manusia," ujar Dr. Robert McGeachan dari Royal (Dick) School of Veterinary Studies, University of Edinburgh, dikutip dari earth.com.
Profesor Danièlle Gunn-Moore, Ketua Pribadi Kedokteran Kucing di Sekolah Studi Kedokteran Hewan Royal (Dick) menambahkan, pemahaman ini membantu merawat kucing yang menua sekaligus memberikan wawasan bagi pengobatan Alzheimer pada manusia.
Penelitian ini memperkuat gagasan bahwa proses berbahaya di otak manusia juga muncul pada kucing. Sehingga studi kucing dengan demensia dapat memberikan manfaat luas bagi manusia dan hewan peliharaan mereka. (earth/Z-2)
Pola genetik kanker pada kucing memiliki kemiripan yang signifikan dengan kanker pada manusia, membuka peluang bagi pengembangan terapi masa depan yang lebih efektif.
Sekitar 46 persen pemilik kucing di Indonesia menganggap hewan peliharaan sebagai bagian terpenting dalam hidup mereka.
Interaksi sederhana dengan hewan peliharaan seperti anjing dan kucing terbukti dapat membantu meredakan stres dan membuat tubuh lebih rileks.
Studi terbaru mengungkap rahasia suara kucing: meong adalah alat komunikasi yang fleksibel untuk manusia, sementara dengkur (purr) adalah sidik jari suara mereka.
Dengan tekstur yang lebih padat, kucing bisa mendapatkan asupan gizi yang lebih konsentrat meski dalam satu suapan kecil sekalipun.
Peneliti UC Davis menemukan virus corona pada kucing (FIP) mampu menginfeksi berbagai sel imun dan "bersembunyi". Temuan ini menjadi petunjuk penting bagi fenomena Long covid pada manusia.
Penelitian menunjukkan kesepian dan hubungan sosial yang lemah dapat meningkatkan risiko demensia hingga 50%. Interaksi sosial dinilai penting untuk menjaga kesehatan otak.
Kenali bahaya Digital Dementia yang membuat otak anak muda menua lebih cepat. Simak penjelasan medis dan cara efektif mencegahnya di sini.
Studi JAMA 2026 ungkap 32% kasus demensia terkait gangguan pendengaran. Simak tanda awal dan cara alat bantu dengar cegah penurunan kognitif hingga 50%.
Penelitian terbaru terhadap 125.000 perempuan mengungkap menopause memicu penyusutan volume otak.
DEMENSIA atau alzheimer sering kali dianggap hanya menyerang lansia. Faktanya, demensia merupakan gangguan fungsi otak yang tidak normal dan bisa menyerang siapa pun
MINIMNYA aktivitas fisik disebut sebagai salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami demensia atau Alzheimer usia muda
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved