Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Selasa, 15 Juli 2025.
Untuk kota-kota besar di Indonesia, akan mengalami potensi berawan, berawan tebal, udara kabur, hujan ringan, hujan sedang, hingga hujan disertai petir yang akan meliputi wilayah:
Sirkulasi siklonik diprediksi terdapat di Samudra Hindia sebelah barat Bengkulu yang membentuk daerah konvergensi dan daerah pertemuan angin atau konfluensi dari perairan barat Aceh hingga Sumatera Utara.
Begitupun di Samudra Hindia Barat Sumatera Barat dan di Samudra Hindia Barat Lampung.
Daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi lainnya diprediksi memanjang dari:
Sedangkan daerah pertemuan angin atau konfluensi diprediksi terjadi di:
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan daerah konvergensi atau konfluensi tersebut.
Kombinasi dinamika atmosfer tersebut menyebabkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang perlu diwaspadai.
Peningkatan kecepatan angin permukaan hingga mencapai lebih dari 25 knot diprediksi terdapat di perairan:
Waspadai juga potensi banjir Rob di pesisir:
Prakiraan cuaca merupakan gambaran umum cuaca di wilayah masing-masing. Untuk mendapatkan informasi yang lebih spesifik dan terkini setiap 3 jam, masyarakat dapat memantau melalui aplikasi info BMKG yang tersedia di Play Store dan App Store.
Sumber: Youtube BMKG
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Lestari Purba di Medan, Selasa, mengatakan, secara umum cuaca di Sumatera Utara
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan adanya awan Cumulonimbus saat pesawat ATR 42-500 jatuh di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1) lalu.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi awan Cumulonimbus (Cb) di Maros, Sulawesi Selatan, bertepatan dengan peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500, Sabtu (17/1).
Adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1001 hPa.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Selain akibat naiknya permukaan air laut, banjir rob di di wilayah tersebut juga terjadi akibat curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem.
Bahaya yang mengintai tidak hanya air laut, tapi juga dampak ikutan seperti angin puting beliung.
Di perairan utara Jawa Tengah masih berlangsung banjir rob, sementara itu gelombang tinggi 1,25-2,5 meter juga terjadi di perairan Karimunjawa akibat cuaca ekstrem.
Kepala BRIN Arif Satria menyatakan kesiapan riset dan inovasi Giant Sea Wall untuk mengatasi banjir rob dan penurunan tanah di Pantura Jawa.
Pada Minggu (4/1), kapal Dumai Line yang sedang melayani rute Dumai-Batam diterjang ombak tinggi dan angin kencang, menciptakan suasana mencekam di antara penumpang.
Peringatan tersebut disampaikan oleh Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Anisa S, berdasarkan hasil analisis data pasang surut air laut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved